mereka adalah mahasiswi pai fiai uii 2025 yg berteman dg romo tian yg sdg belajar bhs arab di uii. alhamdulillah, senang bisa memperkenalkan romo tian ke lingkungan uii sampai jadi bff dengan mahasiswi2 fiai. romo tian akan rencana lanjut belajar islamologi di mesir dan PISAI..
Ketika Tuhan Yesus dihadapkan dengan perempuan yang tertangkap berbuat zina, ahli-ahli Taurat yang menangkap perempuan itu mendesak agar Hukum Taurat ditegakkan, yaitu dirajam hingga mati
Tetapi, Tuhan Yesus tidak mengangkat satu batu pun kepada perempuan pezina itu. Melainkan Ia menunjukkan belas kasihan pada pendosa besar itu.
Dan kepada ahli-ahli Taurat, Ia justru berkata,
“Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu.”
And that’s the beauty of Christianity.
Tuhan yang menjadi manusia itu melihat hati setiap orang. Ia tau cara menyembuhkan anak-anakNya dari dosa. Bukan dengan persekusi, melainkan dengan belas kasih.
Tuhan yang menjadi manusia itu tidak asing dengan orang-orang yang dijauhi karena dicap buruk, Ia memilih untuk makan satu meja dengan “pemungut cukai dan orang berdosa”
Tuhan yang menjadi manusia itu tidak datang untuk memanggil orang benar, melainkan untuk orang berdosa
Mungkin hari ini teman-teman komunitas LGBT berada di posisi yang sama dengan perempuan pezina itu,
Dunia ingin menghukum, menghakimi, dan merajami dengan batu, tetapi apabila Yesus masih berada dalam dunia ini Ia akan berkata,
“Aku pun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang.”
Tuhan kasihanilah, Tuhan kasihanilah, Tuhan berkatilah kami, Amin.
@christasyd this is what i mean. yg bener agama itu mengajarkan KEMANUSIAAN dan KEBAIKAN, bukan kebencian. sorry ya, bukan kek agama sono tuh yg fanatik yg ketat gaboleh ini gaboleh itu. ya just human be human??? GOD LOVES WHO WE ARE, if we seek for Him.