โKami Datang untuk Bertanding, Tapi Kami Diciptakan untuk Beribadahโ
Di tengah hiruk-pikuk dunia olahraga yang dipenuhi sorotan kamera, kontrak bernilai fantastis, dan ambisi meraih kemenangan, sebuah kalimat sederhana dari pelatih tim nasional Senegal, Pape Thiaw, mengingatkan banyak orang tentang sesuatu yang jauh lebih besar daripada sepak bola.
Ketika ditanya mengapa tetap keluar untuk menunaikan sholat Jumโat meski ada peringatan cuaca buruk dan angin kencang, ia tidak berbicara tentang strategi, prestasi, atau target pertandingan. Ia justru mengembalikan pembicaraan pada hakikat kehidupan.
โKalian takut kepada angin, sementara kami takut kepada Allah, Zat yang menciptakan angin.โ
Betapa sering manusia begitu sibuk menjaga urusan dunia, namun lalai menjaga hubungannya dengan Sang Pencipta. Kita rela menunda makan, menunda istirahat, bahkan mengorbankan waktu bersama keluarga demi pekerjaan atau kesenangan. Namun ketika panggilan Allah berkumandang, tidak sedikit yang mencari alasan untuk menunda.
Padahal pertandingan sebesar apa pun suatu hari akan berakhir. Trofi akan berdebu. Gelar akan dilupakan. Nama besar akan tergantikan oleh generasi berikutnya. Tetapi satu sujud yang ikhlas di hadapan Allah akan tetap bernilai hingga hari ketika seluruh manusia berdiri di hadapan-Nya.
Pape Thiaw seakan ingin mengingatkan bahwa manusia tidak diciptakan untuk mengejar dunia semata. Kemenangan terbesar bukanlah mengangkat piala, melainkan tetap taat ketika dunia menawarkan seribu alasan untuk lalai.
Karena pada akhirnya, kita tidak akan ditanya berapa banyak pertandingan yang kita menangkan, berapa banyak harta yang kita kumpulkan, atau seberapa terkenal nama kita. Yang akan ditanya adalah: bagaimana kita memenuhi tujuan penciptaan kita.
Dunia adalah tempat singgah. Prestasi adalah bonus. Sedangkan ibadah adalah alasan utama mengapa kita ada.
โDan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan agar mereka beribadah kepada-Ku.โ (QS. Adz-Dzariyat: 56)
Semoga kita tidak pernah menukar panggilan Allah dengan tepuk tangan manusia.
Lagu ini ditulis dan dinyanyikan dengan sangat baik, cukup untuk membuat beberapa presiden dan banyak pemimpin dunia yang agresif merasa malu.
Silakan dengarkan dan bagikan setidaknya sekali sebelum menghapusnya..
Tingkat kesadaran kenyamanan dan kesejahteraan mereka jauh banget bedanya dengan disini
di sana Tarok diluar aman tapi Kalo disini yang ada didalam rumah aja bisa ilang