tbh, punya trauma itu scary banget. once you've been hurt, u get scared to get attached again karna bakal terus kepikiran kalo every1 u love will eventually hurt u
some traumas aren't visible, but they're still alive in someone's head
today’s reminder:
jangan ragu buat melepaskan seseorang yang membingungkan, karena kita tidak sekurang itu untuk diragukan, kita layak dicintai dengan jelas, sepenuh hati dan tanpa rasa ragu.
ada tulisan cantik bgt, kira-kira isinya begini:
“semoga kamu selalu dipertemukan dengan seseorang yg dapat berbicara bahasa mu, sehingga kamu ga perlu menghabiskan waktu seumur hidup untuk menerjemahkan jiwamu..”
Gue belajar sesuatu dari psikiatris:
Kalau kita tipe yang gampang baper, suka menyendiri pas lagi stress, terus punya sifat perfectionist, tapi di saat yang sama suka nunda-nunda kerja, artinya kemungkinan besar kita punya ‘inner child’ yang terluka dan trauma dari masa kecil. Biasanya muncul karena perasaan ditinggalin, ditolak, atau merasa gak dihargai. ❤️🩹
Ternyata menurut psikologi
kalau cewek tiba-tiba hilang motivasi, cuma pengen tidur terus, udah ga happy ngelakuin hal yang dulu dia suka
rasa lost spark, gampang meledak atau sensitif banget triggered sama hal kecil yang dulunya biasa aja, mulai cuekin diri sendiri, makan ga dijaga tidur kurang
bukan karena dia males ya, tapi mungkin mentalnya udah totally burnout, dia sendiri juga udah ga kenal diri sendiri
jadi please istirahat dulu guys, kalau capek istirahat jangan sampe burnout. ga worth it.
DR. Jiemi (psikiater) pernah bilang:
Kalau ada paparan terus-menerus di mana kita merasa aman, trauma bisa hilang dengan sendirinya. Punya lingkungan yang aman, support yang baik, atau realita saat ini yang jauh lebih ramah, trauma akan mereda seiring waktu.
Intinya, otak kita belajar dari pengalaman. Kalau dulu suatu hal terasa berbahaya, tapi sekarang berulang kali kita alami versi yang aman dari hal itu, lambat laun otak akan update datanya. Rasa takut yang dulu kuat, pelan-pelan jadi berkurang karena bukti barunya lebih banyak.
Sadly, ini ada benernya 🥺
Peringatan keras buat temen2 yg suka mendem emosi/perasaan secara kronis, alias berlama2 mendem, ga diungkapin, dst.
Ada penelitian yg ngehubungin semua itu dg risiko kematian dini yg lebih tinggi dibanding mereka yg mampu nyalurin emosinya dg baik :(
ada anak perempuan yang sedang sibuk meyakinkan dirinya bahwa "i can handle everything" but honestly sebenernya dia butuh at least someone to talk, tapi lagi-lagi dia tidak bisa mengungkapkan perasaannya. dalam hatinya tersirat "please hug me" anak perempuanmu sedang tidak baik-baik saja.
baru tau ternyata sikap ga mau “ngerepotin” orang lain itu bukan karena kita baik, tapi karena kita takut, kita tumbuh dengan keyakinan kalo kebutuhan kita itu beban, makanya kita belajar menghilang, bukan bersandar.
Baru males-malesan, tiba-tiba nemu kalimat ini :) :
“Kematianmu, akan datang di hari-hari biasa, disaat rencana-rencanamu yg blm selesai, dan dunia akan tetap berjalan tanpamu. Jadi, hiduplah lebih berani”