Bahkan setelah aku sisakan ruang ikhlas. Diri ini tak terima tak diakui dan diabaikan begitu saja. Effortku lebih besar, aku lebih bisa segalanya, tapi aku tak kaya, karirku tak sebagus dia. Tapi pantaskah aku dicampakkan setelah diberi harapan berdua
Banyak ngeluh karena banyak keinginan.. menyiksa diri untuk ambisi-ambisi yang melekat pada diri. Aku terlatih seperti ini sampai cape menjalani. Semakin aku kejar keinginanku semakin Kau tunjukkan keburukannya. Apakah ini cinta atau obsesi semata. Tapi dadaku terasa sempit
gue setuju dengan statement :
“perempuan kalau ga disibukkan dengan kegiatan positif, dia bakalan sibuk dengan pikiran dan perasaannya.”
perempuan itu perasa banget, mudah ke distract, kalo ada waktu kosong dikit langsung overthinking.
Dulu kamu sebaik itu, seperhatian itu, bahkan segala detail kecil dalam diri aku kamu tau. Meskipun banyak redflag, tapi aku lihat masih dalam batas wajar. Aku masih melihat kebaikan hati kamu. Apa yg aku mau apa yang aku butuhkan kamu penuhi sebisanya. Kamu effort saat itu.
Kangen kamu.. entah kita akan bertemu lagi atau tidak. Apakah kita jadi asing atau bertegur sapa.
Aku hanya ingin kamu tapi dengan sikap yg baik. Aku ingin mengagumimu seperti dulu, memilikimu seperti dulu, dicintai sehebat dulu atau lebih dari itu. Aku ingin menua bersama.
Aku menangis mengemis kasih. Dadaku sesak terasa sempit. Kemarin kau bawa terbang tinggi, kini kau lepas sampai jatuh ke bumi. Kukira tulus mencintai, tapi hanya nafsu sesaat mengelabui.
Ya tuhan aku masih berbaik sangka kepada-Mu. Mungkin harus sakit sebelum temu cinta sejati.
Salah satu wist list aku di 2026 adalah buang semua yang toxic. Tapi ternyata setelah aku buang, aku merasa kehilangan. Saat ada penggantinya aku merasa cemburu. Apakah aku salah? Atau aku hanya egois dan tidak bersyukur