"Kami memaksa masuk karena ini adalah hak kami untuk bersuara, hak kami untuk berpendapat, itu diatur dalam Undang-Undang Dasar," kata Koordinator lapangan aksi demo mahasiswa di Bundaran HI, Albani Ilmi pada Jumat (12/06).
💚 motor beat kesayanganku biasa isi pertamax gk sampe 40, tadi isi full 55 woiii 😭 mana antri panjang, pertalite kosong. ngenes amat jd WNI, MANA KEMAREN YG BILANG ORANG DESA GK PAKE DOLLAR HAHH!!! tanggung jawab woii
Lucu rasanya. Pasukan lengkap TNI-Polisi dikerahkan untuk menghadang barisan orang muda tanpa senjata yang hendak menyuarakan haknya. Mengingat berkali-kali menyaksikan negara begitu “softspoken” sama penjahat perang macam Trump dan Netanyahu. Tapi berlaga sangat galak kepada rakyatnya sendiri. Republik anomali
" Seorang pria di Batang jadi tersangka usai mengubah sawahnya menjadi tambak udang. Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Jawa Tengah menyebut pria tersebut diduga melakukan tindak pidana alih fungsi Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan "
Waahhhh bapak ini coba suruh ke Kalimantan dimana hutan di tebang di jadikan IKN. Atau ke Sulawesi, Sumatera dimana hutan di alih fungsikan sebagai kebun sawit ! Kalo seorang pemilik sawah aja bisa di begitukan kenapa tidak berlaku ke orang yg telah membabat sawah untuk mendirikan bangunan kopdes merah putih !?
Giliran sama rakyat kecil aja guwalaknya bukan main, coba kalo sama oligarki udah nunduk2 itu.
Ini dua anak kurir yang meninggal bareng istrinya ditabrak taksi di Gading Serpong, Senin 6 Mei lalu.
Perusahaan taksi kabarnya hanya memberi santunan 50 juta. Sementara kedua anak yg kini yatim piatu ini masih usia 8 dan 6 tahun.
Keluarga menolak, karena jelas tidak memadai untuk kebutuhan kedua anak yang masih kecil.
Mestinya mereka bantu sekolahkan mereka yg tak lagi punya ayah dan ibu ini. Itu juga harapan keluarga almarhum.
Semoga saja ada petinggi perusahaan tsb yang terketuk hatinya. Sebab ini bukan soal laba rugi, tapi juga soal nurani.*
Guys, di tengah semua berita tentang pemimpin yang korup, program yang gagal, dan pejabat yang tidak kompeten ada satu kisah lama yang menurut gue paling relevan dan paling menginspirasi untuk dibaca hari ini.
Ignasius Jonan harus menertibkan lebih dari 20.000 Kepala Keluarga untuk membangun double track kereta lintas utara Cirebon-Surabaya-Pasar Turi sepanjang 500 kilometer.
Di Indonesia proyek sebesar ini biasanya identik dengan satu hal: keributan panjang, ganti rugi yang tidak adil, warga yang melawan, dan proyek yang molor bertahun-tahun.
Jonan menyelesaikannya tanpa satu pun keributan berarti.
Dan ini cara yang dia lakukan yang tidak terpikirkan oleh siapapun sebelumnya:
Kompensasi sesuai aturan sudah pasti diberikan.
Itu standar. Itu kewajiban.
Tapi Jonan menambahkan satu hal yang tidak ada dalam aturan manapun:
"Setiap orang yang terdampak boleh mengusulkan satu anggota keluarganya untuk menjadi pegawai KAI."
Satu kalimat.
Tapi dampaknya luar biasa.
Bapak yang tanahnya tergusur bisa daftarkan anaknya kerja di KAI.
Ibu yang rumahnya dibongkar bisa daftarkan suaminya.
Kakak yang bangunannya ditertibkan
bisa daftarkan adiknya.
Asalkan masih satu Kartu Keluarga bebas.
Dan ini yang paling mengagumkan syaratnya sangat manusiawi:
Jonan tidak membuat syarat yang mempersulit.
Ijazah minimal SLTA.
Usia maksimal 40 tahun. Tes kesehatan. Selesai.
Dan kalau anggota keluarga pertama tidak lulus tes kesehatan boleh ganti dengan anggota keluarga lain dari KK yang sama sampai ada yang lulus.
Tidak ada birokrasi yang rumit.
Tidak ada uang pelicin.
Tidak ada koneksi yang diperlukan.
Dan ketika ada yang bilang ke Jonan bahwa dulu daftar kerja di KAI harus nyuap jawabannya langsung dan keras:
"Kalau ada yang nyuap laporkan ke saya."
20.000 lebih KK pindah.
Tanpa keributan.
Tanpa demo.
Tanpa protes panjang yang menghambat proyek.
Bahkan bukan hanya mau pindah mereka pindah dengan perasaan diuntungkan.
Karena sekarang ada anggota keluarga mereka yang punya pekerjaan tetap, penghasilan stabil, dan masa depan yang lebih jelas dari sebelumnya.
"Saya bilang:
saya tidak mengusir Anda.
Anda pergi tapi akhirnya keluarga Anda jadi pegawai di kami."
Dan ini konteks yang lebih besar yang perlu diingat:
Jonan mengambil alih KAI ketika perusahaan itu sedang merugi Rp83 miliar di tahun 2009.
Bobrok dari dalam.
Budaya suap merajalela.
Pelayanan buruk.
Aset tidak terurus.
Cara dia membangun double track ini mencerminkan cara dia memimpin secara keseluruhan:
fokus pada solusi nyata bukan prosedur kosong, hormati rakyat kecil sebagai manusia bukan sebagai hambatan proyek, dan bersihkan sistem dari dalam tanpa kompromi.
Hasilnya KAI berubah dari perusahaan yang merugi menjadi perusahaan yang sehat dan menguntungkan.
Jonan membuktikan satu hal yang menurut gue paling langka di Indonesia:
pemimpin yang cerdas tidak perlu memilih antara kepentingan proyek dan kepentingan rakyat.
Dengan sedikit kreativitas dan banyak empati keduanya bisa berjalan bersamaan.
20.000 KK ditertibkan.
500 kilometer jalur dibangun.
Dan ribuan keluarga yang terdampak justru mendapat pekerjaan yang tidak mereka bayangkan sebelumnya.
Bukan sulap.
Bukan keajaiban.
Hanya kepemimpinan yang benar-benar memikirkan manusianya bukan hanya angka proyeknya.
Dan yang paling menyedihkan: kisah seperti ini seharusnya jadi standar bukan pengecualian yang kita kagumi karena begitu jarang terjadi.
Lo pernah dengar kisah pengusaha muda yang bisa kumpulkan Rp 621 miliar sebelum usia 31 tahun , murni dari kerja keras sendiri?
Gue juga belum pernah dengar.
Sampai nama Kaisar Kiasa Kasih Said Putra muncul di LHKPN KPK.
Mari kita baca datanya pelan-pelan.
مخطوطة للقران الكريم في جامعة برمنغام تم فحصها بالكاربون المشع عام ٢٠١٥ و وجد عمرها 1370 سنة اي في عهد النبي محمد(ص) و هي نفس الحروف و لم يتغير كلمة واحدة.
"2024 Prabowo dipaksa ambil Gibran sebagai wapres. Dikabulkan ternyata dipaksa ambil menteri2 oligarki Jokowi kualitas rongsokan seperti itu.
2029 mau Jokowi ingin Prabowo Gibran lagi.
Eneg!" (Gatot Nurmantyo)
#MBGBubarPrabowoSelamat#MBGBubarPrabowoSelamat
Dari BEM UI:
Halo, UI dan Indonesia!
Ekonomi makin terpuruk. Rupiah ambruk, harga kebutuhan melambung, lapangan kerja hilang, utang negara membengkak, sementara rakyat makin menderita.
Pemerintah terlalu sibuk memperkuat kekuasaan dan melindungi oligarki hingga lupa, atau memang tidak peduli terhadap penderitaan rakyat kecil.
Sekarang saatnya bersuara!
* Saya tautkan link video-nya setelah post ini jika ingin menyebarkannya
BUKAN CUMA PRABOWO
Berikut adalah rincian tokoh yang disebut beserta hubungan mereka dengan pusaran kasus ini:
1. Perwira Tinggi Militer
* Letjen TNI Widi Prasetijono (Mantan Pangdam IV/Diponegoro)
Hubungannya: Gus Yazid dalam kesaksiannya mengakui bahwa ia menerima aliran dana dari mantan Pangdam ini dan keluarganya. Total dana yang diterima mencapai Rp20 miliar (tahap pertama sebesar Rp2 miliar, disusul 6 kali penyerahan dengan total Rp18 miliar) yang diklaim sebagai dana hibah untuk Yayasan Silmi Kaffah miliknya. Gus Yazid juga mengaku menerima uang tunai Rp1 miliar hingga Rp2 miliar secara langsung dari istri Widi yang bernama Novita. Selain aliran dana, Widi Prasetijono disebut sebagai sosok yang mengenalkan Gus Yazid kepada tersangka utama, Andi Nurul Huda (Dirut PT RSA), via telepon.
* Letjen TNI Dedy Suryadi (Pangdam Jaya)
Hubungannya: Nama Letjen Dedy diseret secara emosional oleh Gus Yazid saat meluapkan protesnya di koridor pengadilan pada 8 Juni 2026. Gus Yazid mendesak Kejaksaan untuk memanggil Letjen Dedy guna mempertanyakan legal standing (dasar hukum) atas pemblokiran sertifikat Hak Guna Usaha (HGU) lahan Carui milik Andi Nurul Huda. Gus Yazid menilai tindakan pemblokiran tersebut merupakan salah satu akar masalah sengketa lahan ini.
2. Pejabat Publik dan Tokoh Politik
* Taufik Nurhidayat (Ketua DPRD Cilacap)
Hubungannya: Nama Ketua DPRD Cilacap ini muncul dalam sidang pembuktian tanggal 10 Juni 2026 ketika kuasa hukum Gus Yazid membedah catatan keuangan internal PT Rumpun Sari Antan (PT RSA) yang dicatat oleh Komisaris PT RSA, Andina Putri. Di dalam pembukuan tersebut, tercantum rencana alokasi dana sebesar Rp1 miliar untuk Ketua DPRD Cilacap. Namun, seusai persidangan, Taufik Nurhidayat membantah keras hal tersebut dan menyatakan tidak menerima uang sepeser pun serta tidak mengenal pihak PT RSA.
* Presiden Prabowo Subianto dan Mantan Presiden Joko Widodo (Jokowi)
Hubungannya: Gus Yazid menyeret nama kedua tokoh nasional ini dalam pernyataan protesnya di hadapan media. Ia menantang Presiden Prabowo Subianto dan aparat hukum untuk bersikap adil dan berani memeriksa seluruh pihak atas yang terlibat. Hal ini ia suarakan agar proses hukum tidak terkesan "tajam ke bawah dan tumpul ke atas."
* Sri Mulyani (Menteri Keuangan)
Hubungannya: Serupa dengan penyebutan nama Presiden, Gus Yazid menantang jaksa penuntut umum untuk turut memeriksa Sri Mulyani demi transparansi aliran keuangan negara dan kejelasan asal-usul anggaran pengadaan lahan BUMD Cilacap yang bermasalah tersebut.
Strategi Hukum Terdakwa:
Kuasa hukumnya berusaha membuktikan bahwa tanah seluas 700 hektare tersebut secara hukum (sertifikat BPN) mutlak milik PT RSA dan bukan milik Kodam IV/Diponegoro, meskipun di lapangan terdapat keterlibatan penguasaan fisik oleh unsur militer.