saking detailnya madzhab syafi’i dlm fiqh, bahkan warna darah aja bisa menentukan apakah darah itu termasuk haidh atau istihadhoh
bener bener jenius jenius banget para ulama. mau gitu loh ngulik segininya demi muslimah pdhl mereka ga mengalami😭🩷
pantes para ulama tuh disebut warisan umat…
rahimahumullah rahmatan waasi’ah.
(sebelum banyak yg nanya, ini materi kelas fiqh haidhku buat anak twitter yg kurangkum dr berbagai kitab fiqh haidh syafii btw)
Di Indonesia, orang tua sering mati-matian nabung buat ninggalin warisan tanah, rumah, atau kos-kosan. Tapi, ada satu warisan antargenerasi (generational wealth) yang paling diremehkan: exposure (paparan dunia luar). Ngajak anak merantau, nyobain makanan daerah yang aneh di lidahnya, ngobrol sama orang beda suku/agama, atau sekadar lihat cara hidup orang di beda kota ⬇️
Dokter spesialis ortopedi pernah bilang satu kalimat ke gue yg susah dilupain.
"Pasien saraf kejepit termuda gue bulan ini umur 24. Baru lulus kuliah, ga pernah angkat beban berat, badannya kurus."
Gue tanya: terus kenapa bisa kena saraf kejepit?
Dia jelasin panjang. Tapi intinya satu hal.
Bukan soal kecelakaan atau cedera olahraga ekstrem. Tapi soal satu kebiasaan yg dianggap biasa dan dilakuin tiap hari selama bertahun-tahun di depan layar.
Duduk 8-10 jam sehari. Posisi tubuh condong ke depan, leher menekuk, tanpa stretching sama sekali. Tiap hari.
Ini yg terjadi di dalam tubuh waktu lo konsisten duduk bungkuk berjam-jam tanpa jeda.
Beban di tulang belakang naik 3x lipat dibanding saat berdiri. Bantalan tulang belakang (diskus) perlahan tertekan, kehilangan elastisitas, dan akhirnya menonjol keluar menekan saraf di sekitarnya.
Bertahun-tahun. Diam-diam. Sampe suatu sore pas dia lagi mau ambil pulpen yg jatuh, pinggangnya mendadak kaku dan kaki kanannya langsung kesemutan hebat sampai mati rasa.
Dokternya bilang: "Duduk bungkuk seharian tanpa jeda itu efek ngerusak struktur tulang belakang setara maksain bawa beban puluhan kilo di punggung lo tiap menit."
Kalimat itu yg bikin pasiennya baru ngeh. Selama ini dia pikir risikonya cuma pegel-pegel biasa atau butuh koyo doang.
Ternyata yg rusak duluan itu bukan cuma kenyamanan kerjanya. Tapi bantalan tulang belakangnya yg udah bergeser.
Yg bikin lebih berbahaya: kerusakannya terjadi pelan-pelan tanpa lo sadari.
Bantalan tulang yg mulai menipis itu ga langsung bikin lumpuh. Lo masih bisa jalan, masih bisa scrolling medsos. Kalo ga di-MRI, lo ga bakal tau ada saraf yg kejepit di area lumbal atau leher.
Baru kerasa waktu tonjolannya udah bener-bener nyentuh jalur saraf utama.
Tanda-tanda tubuh udah mulai kasih sinyal yg sering diabaikan:
Pinggang sering kaku tiap bangun pagi. Paha belakang atau betis kerasa kesemutan/panas kayak ketarik kalo duduk agak lama. Telapak kaki kadang mendadak lemes atau gampang kesandung tanpa sebab.
Itu bukan "pegel encok biasa." Itu saraf yg udah mulai kejepit dan kejebak di dalam.
Dua hal yg bantu ringankan beban tulang belakang dan perbaiki postur secara konsisten:
Korset Lumbal / Back Support, bantu jaga posisi tulang belakang tetep tegak lurus secara mekanis saat kerja di kursi.
cc : pojokpakjiman
Versi gw :
- invest leher ke atas (beli buku 1-2 bln sekali, kursus bhs asing, ikut kegiatan sosial, YT Prem buat nonton channel edu tanpa iklan)
- invest ke badan (olahraga renang, lari, dsb)
- diversifikasi investasi finansial (nabung valas, saham, cicil LM, dsb)
- scaling rutin min. 6 bln sekali+tambal gigi bolong
- threading alis sebulan sekali
- IPL underarm, dsb
- treatment wajah+badan (laser bekas jerawat badan jg masuk!)
- ga sering pake parfum apalagi di leher+nadi tangan (krn bikin gangguan tiroid dan hormon ga seimbang)
- belajar dress-up/grooming (ga seberapa cakep gpp, yg penting rapi+terawat)
- liburan/me time at least sebulan sekali
Nikita Willy: "Sejauh mana batasan keterlibatan mertua dalam rumah tangga anaknya?"
Bu Rani: "Saya kalau mau ke rumah anak saya, saya WA mantu saya dulu."
Mungkin dia lagi capek. Mungkin kulkasnya kosong. Mungkin dia lagi ingin sendiri.
"Anak kita siap menerima kita kapan saja. Tapi menantu kita belum tentu."
Setuju ya bu ibu 🤔
Bu Rani bilang banyak orang tua sebenarnya tidak membenci menantunya.
Mereka hanya tidak siap menerima satu kenyataan:
"Anak kita sudah ada yang punya."
Karena sejak menikah, anak yang selama ini hanya menjadi bagian dari keluarga kita, kini juga menjadi bagian dari keluarga orang lain.
Dan tidak semua orang tua siap dengan perubahan itu.
Menurut Bu Rani, banyak konflik mertua dan menantu bukan karena ada yang jahat.
Tapi karena ekspektasi.
Mertua berharap menantunya punya pandangan hidup, kebiasaan, bahkan nilai yang sama dengan keluarganya.
Padahal menantu dibesarkan oleh orang tua yang berbeda.
"Kalau kita sebagai orang tua sudah memberikan restu kepada anak kita untuk menikah, biarkan mereka menjalani hidup dengan nilai-nilainya sendiri." — Bu Rani
Menurutnya, nilai yang diajarkan orang tua kepada anak belum tentu cocok untuk pasangan hidup anaknya. Karena itu, orang tua perlu siap menerima bahwa anaknya mungkin akan memiliki cara hidup yang berbeda setelah menikah.
cc:threadhallolalalah
Berhubung saya sekarang udah dicap sebagai si paling jurnal, izin berbagi cara "sederhana" untuk membaca jurnal ilmiah. Skill ini sebenarnya penting, tapi sangat jarang diajarkan, bahkan semasa S1, apalagi dengan adanya AI sekarang yang bisa dengan mudah membuat summary-nya agar mudah dipahami.
Kebetulan ada satu paper menarik yang menjelaskan itu dengan membaginya menjadi 3 tahap, agar lebih mudah.
Yuk kita bahas!
1. 𝗧𝗵𝗲 𝗙𝗶𝗿𝘀𝘁 𝗣𝗮𝘀𝘀
Dalam 5-10 menit, lakukan hal ini:
-Baca cepat judul, abstrak, dan pendahuluan,
-Baca sub judul
-Baca kesimpulan dan referensi
Niatkan fase pertama untuk menjawab 5C (Category, Context, Correctness, Contributions, Clarity).
Setelah melalui fase ini, kalian bisa memutuskan apakah jurnal ini menarik atau apakah kalian bisa membaca ini dengan baik. Karena untuk membaca jurnal ilmiah dibutuhkan ekspertise tertentu.
Tentunya saya yang backgroundnya medis, akan kesulitan membaca jurnal ekonomi atau mengenai mesin pesawat.
2. 𝗧𝗵𝗲 𝗦𝗲𝗰𝗼𝗻𝗱 𝗣𝗮𝘀𝘀
Dalam 1 jam, lakukan hal ini:
-Perhatikan gambar, diagram, atau ilustrasi lainnya, terutama grafik. Perhatikan apakah memang hasilnya valid atau "dibuat-buat".
Setelah fase ini, harusnya kita sudah bisa menangkap isi dari jurnalnya, serta mampu membuat summary dari jurnalnya untuk diceritakan ke orang lain.
Bila kalian membaca jurnal yang BUKAN ekpertise kalian, maka membaca sampai second pass itu sudah bagus banget.
3. 𝗧𝗵𝗲 𝗧𝗵𝗶𝗿𝗱 𝗣𝗮𝘀𝘀
Fase ini terutama ditujukan bila kalian adalah reviewer dari jurnalnya, yang artinya mencapai fase ini tidak selalu dibutuhkan. Pada fase ini kita harus mengidentifikasi dan challenge asumsi pada setiap statement penelitian ini. Bahkan kita harus mempertanyakan apakah argumen dan hasilnya valid, apakah bukti ilmiahnya sudah cukup atau belum untuk support kesimpulannya.
Jujur, saya baru belajar fase 3 ini saat pendidikan S3, karena benar-benar dilatih untuk melakukan review pada studi ilmiah yang belum dipublikasikan.
𝗔𝗸𝗵𝗶𝗿 𝗞𝗮𝘁𝗮
Ini adalah tahapan yang sangat disederhanakan dan mungkin sangat berbeda antar bidang ilmiah.
Semoga bermanfaat!
Sumber:
Keshav. How to Read a Paper.
Tetangga gue. Bapaknya meninggal ninggalin rumah 800 juta. 2 bulan kemudian,
ibunya jual rumah itu diam diam.
Pas anaknya nanya, ibunya jawab:
"Kan rumah punya ibu. Ibu yg jaga bapak pas sakit."
Anaknya nggak berkata apa².
Tapi 3 bulan kemudian dia gugat ke PA.
Ibunya kaget. "Lho kok anak gugat ibu sendiri?"
Gue tanya pengacara PA.
Dia bilang: "Banyak yg gak tau. Pas bapak meninggal, rumah itu langsung jadi harta warisan."
Statusnya milik bersama semua ahli waris.
Siapa ahli waris? Istri dapet 1/8. Anak dapet sisanya.
Jadi ibu itu cuma punya hak 1/8 doang. Sisanya 7/8 punya anak anaknya.
Jual tanpa TTD anak = jual barang orang.
Ini dalilnya jelas banget.
Allah bilang di QS An Nisa ayat 7: "Bagi laki laki ada hak bagian dari harta peninggalan... dan bagi perempuan ada hak bagian pula."
Terus di KHI Pasal 174: "Harta warisan belum dibagi = milik bersama ahli waris."
Jadi sebelum dibagi lewat PA, gak ada yg boleh jual seenaknya. Mau itu ibu kandung sekalipun.
Kenapa banyak ibu nekat jual?
1. Butuh uang cepet buat biaya hidup
2. Ngiranya "kan aku istrinya, pasti hak aku semua"
3. Gak tau hukum. Dikira anak nurut aja
Padahal secara syariat itu haram. Ngambil hak orang lain. Secara hukum negara = perbuatan melawan hukum.
Bisa dibatalin jual belinya.
Temen gue cerita kasus nyata di PA Jakarta.
Ibu jual rumah 1,2 M tanpa TTD 3 anaknya. Pembeli udah bayar lunas, udah balik nama.
Anak gugat. Pengadilan mutusin: Jual beli BATAL. Sertifikat dibalikin ke nama almarhum bapak.
Pembeli rugi 1,2 M. Nuntut ibu itu. Ibu itu jual sawah buat balikin duit.
Nyesel seumur hidup.
Terus gimana biar aman?
Kalo bapak meninggal, langsung urus 3 ini:
1. Surat Keterangan Waris di Kelurahan
2. Penetapan Ahli Waris di Pengadilan Agama
3. Balik nama sertifikat ke semua ahli waris
Baru setelah itu boleh dijual. Dan uangnya dibagi sesuai faraidh.
Ini prosesnya makan 2-3 bulan. Tapi lebih baik daripada sengketa 5 tahun.
cc:threadbongkarsistem
Kalo sama manusia kita perlu effort jungkir balik buat dapetin perhatian dan validasinya.
Kalo sama Allah kebalik.
Kita mendekati-Nya sejengkal,
Allah mendekati kita sehasta.
Kalau sehasta?
Allah balas sedepa.
Dan kalau kita PDKT sama Allah dengan berjalan, maka Allah akan mendatangi kita dengan berlari.
Yes, mendekati Allah itu udah paling worth it.
Gak bakalan kecewa.
Gak akan.
Hari ini baca ini. Bukunya cuma 160 halaman. So far aku suka banget. Karena dia bercerita gimana decluttering, menata barang kita sama aja menata lagi pikiran kita. Kayak yg WOW FREEESSHHHH..... Fast pace juga ini buku. Animasi di buku ini jg cantik cantik lucu.
Seorang ahli saraf ngabisin waktu 20 tahun buat ngebuktiin kalau nulis pakai tangan ternyata bisa ngubah cara kerja otak dengan cara yang nggak bakal bisa ditiru sama ngetik.
Tapi lucunya, hampir nggak ada yang pernah baca hasil penelitiannya.
Ini yang dia temuin:
Tips mengolah daging qurban biar makin nikmat 🐂🐐
1. Iris daging berlawanan arah seratnya. Searah = alot waktu dikunyah. Satu langkah, beda hasil
2. Mau bikin sate? Marinasi minimal 2-3 jam sebelum dibakar. Ini kuncinya biar bumbu meresap dan daging lebih wangi
3. Ada berbagai bahan yg bisa dipakai buat bikin daging lebih empuk yaitu pemecah protein (nanas, daun pepaya, pepaya muda, jahe, dst) dan zat asam (asam jawa, belimbing wuluh, yogurt, dst)
3. Gulai, kari, rendang? Ga perlu iris tipis dan ga perlu marinasi. Masak dalam waktu lama akan menyelesaikan semua masalah
4. Kambing ada prengusnya? Masak bareng serai, daun jeruk, jahe, lengkuas. Rempah-rempah ini akan menghilangkan bau prengusnya
5. Has dalam/loin = bagian paling empuk, cocok buat tumisan atau oseng
6. Paha, sandung lamur, iga = lebih alot tapi lebih gurih. Ini yang pas buat rendang, gulai, atau sop
7. Daging baru disembelih masih kaku karena rigor mortis. Simpan di kulkas minimal semalam. Hasilnya lebih empuk dan lebih mudah diolah
8. Bagi daging per porsi sebelum masuk friser. Thawing/defrost sekali, jangan dibekukan ulang. Kualitas bakal turun tiap kali suhu naik-turun
9. Mau tumis atau searing atau bikin steak? Keringkan dulu permukaan dagingnya. Daging basah menghasilkan uap, ujung-ujungnya malah jadi daging kukus
10. Pakai pisau tajam. Pisau tumpul merobek serat, hasil irisan berantakan, tekstur daging ga karuan
Ada yang mau nambahin?
Di Indonesia ada suku yang tubuhnya mulai berevolusi jadi “manusia laut”. Mereka adalah Suku Bajau/Suku Bajo.
Sejak kecil, anak-anak Bajau lebih akrab dengan laut daripada daratan, sampai ada kiasan banyak yang bisa berenang sebelum lancar berjalan.
Rumahnya di Atas Ombak
Suku Bajau ini aslinya adalah sea nomads atau pengembara laut. Sebagian besar hidup mereka dihabiskan di atas air. Dulu, mereka tinggal berpindah-pindah pakai perahu kayu kecil yang namanya lepa-lepa. Bayangin aja, mulai dari lahir, tumbuh besar, sampai cari makan, semuanya dilakukan di laut. Di Indonesia sendiri, mereka banyak tersebar di Sulawesi (terutama Wakatobi), Kalimantan, sampai wilayah Timur.
Skill Nyelam yang “Gak Masuk Akal”
Yang bikin ilmuwan dunia melongo adalah kemampuan fisik mereka. Orang Bajau bisa nyelam dalam waktu yang lama banget tanpa bantuan tabung oksigen. Cuma modal tombak kayu sama kacamata selam sederhana, mereka bisa berburu ikan di dasar laut. Bahkan, biar bisa meluncur cepat ke kedalaman puluhan meter, mereka sering pakai pemberat batu.
Rahasia Biologis (Bukan Cuma Latihan!)
Awalnya dikira cuma karena sering latihan dari kecil, tapi ternyata ada faktor adaptasi genetik. Penelitian nemuin kalau limpa orang Bajau rata-rata lebih besar dibanding kita manusia biasa. Limpa ini fungsinya kayak cadangan oksigen saat mereka nyelam, organ ini ngelepasin sel darah merah tambahan ke aliran darah. Mekanisme ini mirip banget sama yang dimiliki anjing laut. Ini bukti kalau tubuh mereka sudah beradaptasi selama ratusan tahun dengan laut.
Pengorbanan yang Ekstrem
Biar bisa menahan tekanan air yang kuat saat nyelam dalam, ada praktik ekstrem yang dilakukan sebagian penyelam, mereka sengaja memecahkan gendang telinga mereka. Memang jadi nggak sakit lagi pas nyelam, tapi risikonya ngeri, banyak dari mereka yang akhirnya tuli atau mengalami gangguan pendengaran permanen saat tua.
Realita yang Keras
Meski sering disebut “manusia air”, hidup mereka sebenarnya penuh tantangan. Mereka bukan manusia super yang kebal segalanya. Suku Bajau justru jadi yang paling pertama kena dampak kalau laut rusak, ikan berkurang, atau pesisir mulai berubah karena industri dan modernisasi.
Suku Bajau adalah bukti nyata kalau tubuh manusia itu hebat banget karena bisa berubah dan menyesuaikan diri dengan lingkungan tempat kita tinggal selama ratusan tahun.
Bapak bayar BPJS tiap bulan. Rp 100.000.
4 tahun. Total hampir Rp 5 juta.
Bapak mungkin mikir: "Ya kan buat jaga-jaga. Kalau sakit baru dipakai."
Justru itu. Gak perlu nunggu sakit.
Kacamata? Bisa diklaim. Bersihin karang gigi? Ditanggung. Tambal gigi? Gratis. Dan jutaan orang GAK TAU. Termasuk mungkin Bapak
izin qrt kakk, aku ada tambahan🙏🏻
kalau bisa, setelah do'a sholat dhuha, lanjut do'a kebaikan dunia & akhirat, terus selipkan doa ini guys, ada di surat al-maidah ayat 114. Lanjut baca al-fatihah, dan hajat2 kalian. Thank you, semoga bermanfaat😉💗