Saat masih kuliah di UGM, saya mendengar kabar seorang diplomat muda Indonesia di London berani tampil di BBC World Debate, berhadapan dgn diplomat senior Ramos Horta, di saat atmosfer internasional sedang menyudutkan Indonesia. Diplomat muda Indonesia itu tampil gemilang menjaga nama Indonesia tegak berwibawa. Di situlah pertama kali saya mendengar namanya: @dinopattidjalal.
Beberapa tahun kemudian, saat sedang menempuh progam PhD di Illinois, kami berjumpa langsung. Dino datang ke Chicago menjelaskan keadaan mahasiswa dan diaspora Indonesia pasca-9/11. Yg kami temui adalah diplomat muda yg cerdas, artikulatif, dan mampu menangani persoalan rumit dgn ketenangan diplomatik yg sulit ditiru.
Tahun 2012, sebagai Dubes di AS, Dino menggagas Kongres Diaspora Indonesia pertama di Los Angeles, mempertemukan diaspora dari seluruh dunia. Saya termasuk yg ia undang. Ia lalu mendirikan FPCI, komunitas kebijakan luar negeri terbesar dan berpengaruh, yg ikut melahirkan generasi diplomat baru, ujung tombak kita di panggung global.
Menguasai substansi, rekam jejaknya teruji, dan pengalaman memimpinnya luas. Itulah Dino. Karier diplomatiknya panjang dan ajeg, kecintaannya pada politik luar negeri Indonesia begitu dalam. Dino Patti Djalal, bukan karbitan jadi diplomat, bukan pula karbitan jadi pejabat.
Btw Thanks ya teman² yg udh mengucapkan belasungkawa. Jadi alm udah wafat pada 14 Januari 2026 krn mengalami perdarahan pada otak, sempat dirawat di ICU pada 10 Januari tapi tgl 14 Januari alm menghembuskan nafas terakhirnya. Alm bekerja sbg CASN disalah satu instansi kementerian
This was after the massive flash flood in Sibolga, Central Tapanuli in North Sumatra, Indonesia yesterday.
Thankfully these people seem OK. Look at the size of the boulders that the floodwater moved!!
Gubernur Aceh Muzakir Manaf (Mualem ⭐️⭐️⭐️⭐️) tetapkan status Darurat Bencana Hidrometeorologi 2025 selama 14 hari (28 Nov–11 Des) setelah banjir dan longsor besar melanda hampir seluruh Aceh. Ribuan warga terdampak, puluhan desa terisolasi, dan infrastruktur vital rusak, termasuk jembatan di jalur nasional Banda Aceh–Medan. Pemerintah Aceh mengaku kewalahan dan meminta dukungan lintas lembaga, termasuk helikopter untuk menjangkau wilayah terisolasi. Status darurat diharapkan mempercepat evakuasi, distribusi logistik, dan koordinasi penanganan bencana.