Untuk warga X kami dari org Kalimantan minta tolong di up di setiap pemberitaan yg kami posting karna itulah yg terjadi sekarang ini.
KAMI CAPEKKKK kasian petugas pemadam sampai bbrp org yg meninggal 😭🏳️
And even more sad, kemaren adalah HARI 'ULANG TAHUN' ORANGUTAN sedunia 🦧
Dan para Orang Utan di Indonesia itu diberikan 'hadiah' ulang tahun dengan cara yang paling tidak pernah dibayangkan oleh mereka, kita dan semuanya.
================
Kemarin dunia sibuk merayakan Hari Orang Utan Sedunia, bikin unggahan manis, dan saling mengingatkan betapa berharganya primata yang satu ini.
Tapi kalau diliat apa yang terjadi di lapangan, kado yang diterima orang utan di Kalimantan jujur bikin semwa orang geleng-geleng kepala.
Rumah mereka bukan cuma dipangkas, tapi benar-benar dibumihanguskan oleh bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terus berulang tanpa solusi tuntas 🔥
Bayangkan, di saat mereka harusnya dilindungi, udara yang mereka hirup justru penuh asap pekat dan habitatnya hangus jadi abu. Sementara itu, pemerintah seolah-olah cuma bisa sibuk bagi-bagi imbauan dan rapat koordinasi yang hasilnya itu-itu saja, seakan kabut asap dan jeritan satwa liar cuman takdir tahunan yang wajib diterima 🙃
Lucu rasanya melihat bagaimana narasi "penanganan karhutla" selalu digaungkan, tapi setiap tahun apinya tetap saja melahap rimba terakhir kita 😂
Di panggung global, kita bangga mengaku sebagai paru-paru dunia dan rumah bagi spesies langka. Tapi di tanah sendiri, pembiaran dan lemahnya penegakan hukum terhadap pemicu karhutla membuat orang utan Kalimantan harus meregang nyawa, terkepung api tanpa punya tempat untuk lari.
Mungkin buat para pembuat kebijakan, asap tebal ini cuma gangguan jarak pandang sementara, dan orang utan yang mati cuma sekadar 'kerugian ekologis' di atas kertas. Toh, mereka nggak bisa ikut nyoblos atau protes ke kantor gubernur apalagi menteri dan presiden, kan? 🤷♂️
Kalau setiap Hari Orang Utan Sedunia hadiahnya selalu kabut asap dan hutan yang membara, jangan kaget kalau sebentar lagi kita cuma bisa pamer orang utan dalam bentuk patung (dan emoji 🦧) — karena yang aslinya sudah habis oleh kelalaian kita sendiri.
Aku sendiri sudah sejak 2025 lalu menjadi orang tua asuh untuk salah 1 bayi Orang Utan jantan bernama Galaksi (you can read full story of Galaksi and adopt one for you too at https://t.co/wKp2OHeuZD )
Kalo Galaksi kenapa-kenapa I swear I will mentioning your name in every prayer of mine, Mr Prabowo and Co.
God, please forgive us.
https://t.co/aK17fs4Bkb
kalau manusia bisa mengerti bahasa orang utan, mungkin manusia enggan membakar hutan. sebab hangusnya pepohonan bisa membuat orang utan murka hingga mengisi dunia dengan jeritan
tadi malam, apinya lagi-lagi masuk ke kawasan rumah warga. kebakarannnya bukan cuma di hutan sekarang, tapi rumah-rumah warga 🙁
tolong, tolong bantu kami yang di kalimantan, tolong sekali beritakan juga hal ini 🙁
Why we should aware about them too?
1. Bekantan.
Monyet berhidung panjang ini memiliki sistem pencernaan khusus yang hanya bisa mengolah daun-daun mangrove dan gambut.
Kalo habitatnya abis, mereka gak cuma kehilangan tempat tinggal, tapi juga perlahan mati kelaparan karna gak bisa memakan buah manis atau makanan lain.
2. Orangutan.
Sang Petani Hutan: Sebagai penyebar biji utama, hilangnya satu ekor orangutan akibat karhutla sama saja dengan mematikan masa depan regenerasi ribuan pohon hutan tropis.
3. Pohon Tualang (Koompassia excelsa).
Pohon raksasa yang tingginya bisa melebihi 80 meter ini rumah utama bagi lebah madu hutan. Sekali terbakar, butuh waktu ratusan tahun untuk menumbuhkannya kembali.
Belom lagi kita bahas Gajah, Burung-burung besar, Reptile dan lain-lainnyaa.
Sementara itu, mungkin bagi pembuat kebijakan, bekantan dan orangutan yang mengungsi ke pemukiman warga itu dianggap lagi melakukan kunjungan kerja atau studi banding kali yaa,
Lalu lagi-lagi alam yg disalahkan atas kemarau panjang, pdahal yang ngasih izin pembukaan lahan gambut — rumah bagi para fauna ini — bukan angin El Niño~ 😗
Shame on them.
Doanya masih sama:
May all governance and enablers rot in deepest hell.
Orang pd bilang political views ga harusnya jadi penghalang, but if my partner supports genocide, pelanggar ham, a big ass corruptor, a racist, gue gapaham gimana gw bakal ngejalanin seluruh hidup gw sama orang kaya gitu 🙏🏼 so yes, political views DOES matter to me.