Mulai nerapin untuk nggak boleh terlalu excited sama apapun ya.
Harus ingat bahwa setiap manusia punya titik mengecewakannya.
Excited boleh, tapi harus seperti cermin, cukup lakuin apa yang mereka lakuin ke kamu. 🪞
Kenyataan yang paling menyedihkan yaitu ketika seseorang yang kamu sukai sekarang ternyata sudah punya seseorang yang istimewa,
tapi tidak pernah di-publish, dan parahnya lagi dia bersikap seolah-olah mengharapkan dirimu. 🙂↕️
Prinsipku, aku gak akan malu kalau pakai barang murah asal itu cocok buat aku. Justru rasanya seneng banget rasanya nemu barang murah yang cocok kayak nemu hidden gem malah. 😃
Salah satu bentuk manipulasi paling kejam adalah ketika seseorang membuat orang lain membencimu sebelum mereka benar-benar mengenalmu.
Mereka menyebarkan cerita, memutarbalikkan fakta, dan membangun citra buruk tentangmu secara diam-diam.
Saat kamu menyadarinya, reputasimu sudah rusak.
Jangan berharap dibahagiakan oleh teman, pasangan, atau orang terdekat lain. Nyatanya jika tidak sesuai ekspetasi malah menyakiti hati.
Bahagia adalah tanggung jawab sendiri, diciptain sendiri. Bergantung kebahagiaan dengan orang lain justru membuat sakit hati.
Kalau kamu ngerasa down, sedih, merasa tidak berguna,
Yuk ingat betapa banyaknya orang yang sudah bahagia karena kamu, tertawa karena leluconmu, berterimakasih atas bantuan kecilmu, mengingat berbagai macam kebaikanmu.
Kadang kita tidak sadar,
kalau dunia sangat menghargai kita.
Nggak semua cerita harus dibagi.
Ada cerita yang terlalu rumit, terlalu personal, atau terlalu menyakitkan untuk diungkapkan.
Jadi, kalau seseorang memilih diam, hargai pilihan itu. 🙂↔️
Boleh berjuang/effort,
tapi jangan berlebihan.
Boleh bertahan,
tapi tahu dan sadar batas waktu.
Boleh mencintai,
tapi sewajarnya saja.
Dalam hal apapun,
jangan berlebihan,
karena sekuat apapun kamu berusaha, jika bukan kamu orangnya, yang ada hanyalah sakit.
Dan jangan pernah menaruh ekspektasi tinggi sama manusia,
karena sebaik apapun seseorang
dia punya potensi untuk mengecewakan.
Jadi sewajarnya,
agar kamu nggak terlalu kecewa/sakit.
Kita nggak pernah tahu
seberapa besar usaha seseorang
menerima takdir yang dijalaninya.
Kalau nggak bisa bantu apa-apa,
minimal lisan kita nggak berpotensi menyakiti hatinya.
Titik tertinggi trust issue seseorang, yaitu :
"aku tahu kamu sayang sama aku, tapi aku nggak percaya kamu sayang sama aku beneran atau cuma main-main."
Dia sengaja cuekin kamu,
biar kamu nyerah.
Jangan dipaksa,
kalo dia gak ada rasa sama kamu.
Dia sudah menghindar,
seharusnya kamu sadar,
bukan mengejar.
Gak boleh ngemis,
nyari yang sama² butuh,
jangan mengejar kalo udah gak dicari.
Pada akhirnya,
bukan tentang
“if he/she wants, he/she would.”
Tapi tentang percaya:
Jika Tuhan sudah menuliskannya untukmu,
Ia akan datang
di waktu dan cara terbaik.
Yang memang untukmu,
tak akan pernah tertukar.
Yang bukan untukmu,
tak akan pernah bisa dipaksa.
Aku memilih melepaskan yang
membingungkan, karena aku tidak sekurang itu untuk diragukan.
Aku layak dicintai dengan jelas, sepenuh hati dan tanpa ragu.
Kadang melepaskan bukan karena kalah, tapi karena sadar nilai diri.