Pepatah “ Kerbau punya susu, sapi punya nama”.
Sangat cocok disematkan ke Mendagri Tito Karnavian.
Mendagri mengunjungi “ Pembangunan Jembatan Enang-Enang” di Bener Meriah , Aceh pd 07 Juli 2026.
Jembatan itu dibangun atas swasembada warga.. warga rela mengeluarkan apa yg mereka punya demi bisa menjalankan aktivitas harian mereka.
Warga menjerit minta bantuan ke Pemerintah.. tapi.. ya pokoknya banya tapinya.
Lantas Mendagri Tito mau ngapain… sekali lagi.. mau ngapain..??
Salah satu biang kerok utama mengapa kok rasa-rasanya cari uang makin susah dan perputaran ekonomi kita kayak lagi seret banget ?
Uang hasil korupsi yang nilainya mencapai ribuan triliun rupiah itu ternyata SAMA SEKALI GAK BERPUTAR di masyarakat.
Alih-alih masuk ke sistem perbankan atau digunakan untuk pembangunan yang memicu roda ekonomi, uang-uang ini justru ditumpuk mati di dalam safe house atau safe deposit box milik para koruptor.
Dahsyat memang Bang Dino Patti Djalal, langsung berangkat Menlu ke Teheran. 🤣🤣
Pemerintahan amatir ini memang bisa merusak segalanya kalau tidak dikritik dgn keras.
Amsiong tenan.
Kalian harus tahu....
Direktur utama TVRI sekarang adalah sepupu ipar Raffi Ahmad
Dan juga mantan tim sukses jokowi 2019
Makanya sampai saat ini @KPK_RI dan @KejaksaanRI tidak berani sentuh dugaan skandal DI TVRI
Mau melamar kerja di Indonesia?
Siapkan SKCK , bebas catatan kriminal.
Mau jadi Komisaris Utama PLN?
Rupanya tidak perlu.
Burhanuddin Abdullah:
a. Terpidana korupsi , aliran dana Bank Indonesia Rp100 miliar ke mantan pejabat BI & anggota DPR
b. Vonis: 5 tahun penjara , Pengadilan Tipikor Jakarta, 29 Oktober 2008
c. Juli 2024 , diangkat Komisaris Utama PT PLN (Persero)
d. Agustus 2025 , menerima Bintang Mahaputra Adipradana dari Presiden Prabowo
Rakyat biasa melamar kerja , wajib bersih catatan kriminal.
Terpidana korupsi Rp100 miliar , dapat bintang kehormatan negara, lalu duduk paling atas di perusahaan listrik 280 juta rakyat.
Pemerintah bilang korupsi adalah musuh bersama.
Musuh bersama — yang diberi bintang dan kursi?
🤮
Kebayang, nabung haji puluhan tahun sampe lansia
Uangnya dipinjam negara untuk investasi dan dikembangkan
Hasil pengembangan dibuat modal berangkat plus ngegaji orang-orang ini.
Orang-orang ini nyebut penabung merepotkan padahal mereka berangkat haji saja gratis
Kurang ajar
Ada guru kimia honorer SMA, namanya Pak Wawan Wahid.
Baru saja periksa ke rumah sakit, kanker katanya.
BPJS-nya dinonaktifkan sama Mensos, udah gak miskin kata berita kemarin.
Gaji gak seberapa, 400 ribu sebulan, dia bingung.
Perawatan gimana? Kemo gimana? Keluarga gimana? Sekolah anak gimana?
Dia jalan-jalan keliling kompleks.
Ketemu mantan muridnya si Jajang Jambon.
Abis keluar penjara, bantuin Kapolres ngedarin sabu sekoper.
Jajang dijadiin tumbal masuk penjara sama tuh Kapolres.
Terus cerita.
Pak Wawan kaget, "Gila, Jang, jualan sabu sama tuh segede itu?".
Jajang bilang iya. Apalagi dibantu coklat.
"Paling mereka hukumannya disuruh sholat lima waktu Pak".
Diam-diam dia pake lab kimia sekolah malem-malem.
Besoknya dia datang ke rumah Jajang.
"Nih, cobain."
"Wah, mantab ni Pak. Dari mana? Barang mahal ini?"
"Bisa dijual gak ini?"
"Ya bisa lah, sini saya bantu."
Wawan sama Jajang jadi paling terkenal di kota itu.
Sukses besar.
***
Makin lama makin besar.
Sekolah juga mulai curiga.
Botol sama labu lab kimia banyak yang hilang.
Pak Wawan mikir mindahin produksi.
Dia liat Pak Agus, punya franchise ayam geprek.
Ayam Geprek Basudara.
Cabangnya baru buka deket sekolah.
Tapi mulai sepi karena MBG.
Lantai dua warungnya dikosongin, hemat lahan.
Pak Wawan sama Pak Agus kerja sama, dia minjemin lantai dua buat Pak Wawan.
Ternyata Pak Agus bukan orang sembarangan.
Dia punya koneksi kartel di Manila buat jualan di sana.
Pake kapal nelayan disusupin di sana.
Mereka panggil Pak Agus di Manila "Bos Besar"
***
Mereka untung besar
Tapi mulai bingung, nyembunyiin cash.
Gimana ini?
Gimana biar duitnya bisa masuk ke bank?
Pak Wawan datang ke kantor pengacara terkenal.
Pak Syahrul Pasaribu.
"Jadi gini Pak Syahrul"
"..."
"Transaksi gak bisa QRIS, gak bisa bank, harus cash."
"..."
"Saya mau biar duit saya bisa dimanfaatin"
keheranan hakim MK waktu sidang soal MBG :
- gaji guru masih di bawah UMR, tapi MBG malah didahulukan.
- sekolah masih banyak yang rusak
- sekolah masih banyak yang kurang fasilitas
- Hakim MK Arsul Sani pertanyakan kenapa anggaran MBG masuk pos pendidikan, padahal MBG cuma layanan penunjang.
Kalau jeli melihat dokumennya, anaknya pakai paspor biasa, yang artinya kemungkinan besar biaya sendiri. Tapi yang bikin publik makin curiga itu timing-nya.
Kunjungan dinas selesai tanggal 19 Juli 2026, pas banget sama hari H laga Final Piala Dunia 2026 di MetLife Stadium New York! Kebetulan yang sangat terstruktur, sistematis, dan masif ya. Sambil menyelam minum air, sambil dinas sekalian nonton bola bareng keluarga.😁