Pemerintah Akhirnya Bulat Sepakat: Rakyat Butuh ‘Pengorbanan Lebih’ demi Stabilitas Harga. Maka, dengan penuh kebijaksanaan dan keberanian luar biasa, harga Minyakita resmi dinaikkan.
Karena, tentu saja, solusi paling elegan untuk mengatasi beban hidup masyarakat adalah dengan menambah bebannya.
Semoga besok ada kebijakan serupa untuk beras, telur, dan listrik. Biar merata, Pak. 👍”
Michael Sinaga secara resmi mendapatkan dokumen persyaratan capres Jokowi di pilpres 2014 dari partai PDIP sebagai partai utama yg mengusungnya
2 hal yg ditemukan:
1.Potokopy ijazah UGM sama seperti yg didapatkan dari KPU pusat.
2.Potokopy ijazah SMA berbeda dgn ijazah SMA 6 keluaran thn itu.
Objektif aja
Kalau dari kemampuan komunikasi dan berbahasa, yang mana yang terlihat punya kemampuan diplomatik?
Yang ngeritik pak Subi atau yang mbelain pak Subi ini?
Jujur aja. Kelihatan kok bedanya.
Wah… luar biasa!! 😳
Dua tahun lalu, Faisal Basri sudah memprediksi situasi yang akan terjadi hari ini.
Ia meramalkan bahwa Rupiah akan tembus Rp.18.000-Rp. 19.000 dan juga situasi ekonomi saat ini, termasuk konflik Prabowo dan Jokowi serta dampak pada kelas menengah.
Pertanyaannya, apakah Indonesia bisa kembali memulihkan nilai tukar dalam bulan ini?
Sc: totalpolitikcom
🎥: Teater Utan Kayu
Pesan Utama:
Logika Ekonomi: Indonesia menanggung beban biaya (keamanan & lingkungan), tapi tidak mendapat pendapatan langsung.
Geopolitik: Menantang dominasi Singapura sebagai "kasir" utama kawasan.
Visi Nasional: Pergeseran paradigma dari negara defensif menjadi ofensif
PODCAST: BUKA MULUT
Host: Deddy (Bukan Corbuzier)
Tamu: Prof. Anto (Ahli Hubungan Internasional & Pencinta Martabak)
Deddy: (Gebrak meja pelan) Oke, kita live. Prof, lu denger kan? Purbaya br aja lempar granat ke Selat Malaka. Katanya, kpl lwat sna gratis itu bner apa nggak?
Prof. Anto: Bukan. Ini soal Kedaulatan. Indonesia nggak mau lagi cuma jadi penonton yang dadah-dadah di pinggir pantai sementara ekonomi dunia lewat di depan mata. Kita mau naik kelas jadi "Manager Kawasan", bukan cuma tukang jaga gerbang yang dikasih ucapan terima kasih doang
nanggung semua biayanya, Ded. Kita bukan yayasan sosial. Selama ini kita yang "ngepel" teras, mereka yang lewat nggak bayar iuran kebersihan. Menkeu cuma lagi nanya: "Masa kita yang jaga, mereka yang kaya?"
Deddy: Jadi ini bukan soal "premanisme" laut?
itu teras rumah kita, tapi 80.000 kapal setahun lewat situ gratis. Mereka dapet untung triliunan, kita cuma dapet limbah, polusi, sama repotnya patroli keamanan.
Deddy: Tapi kata Singapura itu jalur internasional, harus bebas!
Prof. Anto: "Bebas" bukan berarti kita yang harus
PODCAST: BUKA MULUT
Host: Deddy
Tamu: Prof. Anto (Pakar HI)
Deddy: Prof, Menkeu Purbaya kode-kode mau narik tarif di Selat Malaka. Singapura langsung ngamuk. Kita ini sebenernya punya hak atau cuma lagi "palak" kapal orang?
Prof. Anto: Gini Ded, analoginya simpel. Selat Malaka
*BELAJAR DARI IRAN*
Setelah 47 tahun diembargo oleh AS, Iran bangkit dan mengalahkan AS yang melakukan embargo.
Pertanyaannya, apa modal Iran sehingga bisa bangkit dan mengalahkan AS ?
Ada 7 (tujuh) modal utama Iran sehingga bisa maju :
1) sejarah sebagai bangsa unggul sejak ribuan tahun lalu
2) percaya atas kekuasaan Allah
3) nasionalisme yang kuat
4) patriotisme yang tinggi
5) penguasaan Iptek
6) penegakan keadilan
7) sistem pemilihan pemimpin yang bebas dari Oligarki.
*Jangan malu belajar dan jangan selalu bangga seakan AS adalah contoh yang baik*
#MSD