Cerita dari anakku yg kuliah di KL
🧑🎓 : Mah, td ada kejadian lucu.
🧕 : Apa
🧑🎓 : Td aq sm tmn pulang makan dr kantin kampus, trus mampir bentar ke minimarket.
🧕 : beli apaan
🧑🎓 : Liat es krim lagi diskon. Krn ukuran es krimnya ckp besar, aq sm tmn spakat beli 1 aja buat ber 2. Niatnya cuma mau icip-icip.
🧕 : lagian baru selesai makan.
🧑🎓 : Pas lagi makan es krim, ternyata ada warlok yang dr tadi merhatiin kita.
🧕 : Waduh, ngapain tuh, hati².
🧑🎓 : Hahaha... enggak.
Dia deketin kita terus nanya. 'You pelajar?' 'Ya.' 'asal mana?' 'Jkt' Dia langsung bilang: 'Oh... kesian negara awak, ekomoni tengah susah ya
🧕 : Astaga... terus?
🧑🎓 : Nah, nggak lama kemudian dia balik lagi sambil bawa satu es krim baru.
🧕 : Lho?
🧑🎓 : ini buat awak. Terus dikasihin ke kita.
🧕 : 🤣🤣🤣
🧑🎓 : Kayaknya awalnya dia kasian lihat kita makan 1 es krim ber 2.. Setelah tau dr Indo, rasa kasiannya naik level 🫣
cc:threadViyostini
OMG, child trafficking ke Prancis diduga lewat proses di Kedutaan Besar Prancis di Jakarta? 🤯😭
Jadi ada kasus di Prancis, 2 laki-laki didakwa dalam kasus penyekapan anak di bawah umur, pemerkosaan berat, & perdagangan manusia.
Modus:
- Pelaku lakukan pengakuan paternitas (pernyataan hukum resmi yang menyatakan bahwa ia adalah ayah sah dari seorang anak) terhadap beberapa anak Asia
- Pengakuan paternitas dilakukan di Kedutaan Besar Prancis di Indonesia (Jakarta)
- Setelah diakui secara hukum, anak2 tersebut diberi paspor Prancis sehingga mudah dibawa ke Prancis
- Tujuannya untuk eksploitasi seksual
Habiburokhman Ke Dino Patti Djalal :"Jangan jadi si Paling KEMLU. Saya pikir gak ada ISTIMEWAnya juga Pak Dino"
Gila banget ini rezim, dikasih nasehat baik² bahkan dengan bahasa paling haluspun, kubu wowo serempak kesurupan..
Ini sekelas Pak Dino lho, gimana kalo rakyat, ya udah disiram air keras kalo gak diculik? 🙄
Terlepas ini AI apa enggak, memang hrusnya seperti itu harusnya politik yg sehat. Fight kalo lagi masa pemilu, tapi kalo ketemu pasca pemilu kayak ga terjadi apa-apa. Jangan kayak seseorang yg pas dibilang 11/100, tapi tantrumnya bertahun-tahun.
> be Dr. Dino Patti Djalal
> lahir Jakarta 1964 anak diplomat karir
> lulusan UI lalu kuliah di Amerika dan Kanada
> jadi juru bicara Presiden SBY tahun 2004
> diangkat Duta Besar RI untuk Amerika Serikat 2010
> sukses perkuat hubungan Indonesia-Amerika
> jadi Wakil Menteri Luar Negeri era SBY
> pendiri Foreign Policy Community of Indonesia
> aktif promosikan diplomasi publik Indonesia
> dikenal sebagai diplomat paling fasih dan karismatik
> penulis 11 buku termasuk bestseller Harus Bisa
> pembicara di ratusan forum internasional
the reason why Palestine isn’t being seen anymore because there’s barely any journalists left. 20% of Lebanon is now under Israeli occupation. 12 million people have been displaced in Sudan. Over 25 million people are facing acute hunger in Congo. Don’t stop talking.
Saat masih kuliah di UGM, saya mendengar kabar seorang diplomat muda Indonesia di London berani tampil di BBC World Debate, berhadapan dgn diplomat senior Ramos Horta, di saat atmosfer internasional sedang menyudutkan Indonesia. Diplomat muda Indonesia itu tampil gemilang menjaga nama Indonesia tegak berwibawa. Di situlah pertama kali saya mendengar namanya: @dinopattidjalal.
Beberapa tahun kemudian, saat sedang menempuh progam PhD di Illinois, kami berjumpa langsung. Dino datang ke Chicago menjelaskan keadaan mahasiswa dan diaspora Indonesia pasca-9/11. Yg kami temui adalah diplomat muda yg cerdas, artikulatif, dan mampu menangani persoalan rumit dgn ketenangan diplomatik yg sulit ditiru.
Tahun 2012, sebagai Dubes di AS, Dino menggagas Kongres Diaspora Indonesia pertama di Los Angeles, mempertemukan diaspora dari seluruh dunia. Saya termasuk yg ia undang. Ia lalu mendirikan FPCI, komunitas kebijakan luar negeri terbesar dan berpengaruh, yg ikut melahirkan generasi diplomat baru, ujung tombak kita di panggung global.
Menguasai substansi, rekam jejaknya teruji, dan pengalaman memimpinnya luas. Itulah Dino. Karier diplomatiknya panjang dan ajeg, kecintaannya pada politik luar negeri Indonesia begitu dalam. Dino Patti Djalal, bukan karbitan jadi diplomat, bukan pula karbitan jadi pejabat.