Ternyata selama ini yang menghalangi pintu rejeki di masa depan adalah perkara ke-tidak ikhlas-an atas masa lalu.
At one point, I discovered a fact about that situation yg malah membantu jadi mendadak ikhlas plong aja gitu.
Then right after that, slowly, rejeki mengalir masuk…
besok besok gaboleh
excited sama siapapun ya, harus ingat manusia punya titik mengecewakan nya, excited boleh tapi harus jadi kaya cermin, cukup. lakuin seperti yang mereka lakuin ke kamu :)
Ditelaah dulu. Bosan sama orangnya, atau situasinya? Yang perlu diganti orangnya, atau suasananya? Yang bermasalah orangnya, atau komunikasinya? Kadang kita terlalu emosi sampai lupa, cuma perlu membetulkan, bukan membuang
Tapi emang benar, curhat ngeluarin semua unek-unek di twitter kadang enak aja gitu rasanya. Gapapa nggak ada yang peduli, justru emang itu yang dicari.
saat kamu bersama pasangan yg tepat, kamu akan tetap menjadi dirimu sendiri, tetap melakukan hal-hal yg kamu suka tanpa harus takut dia marah, dan dia ga akan merubahmu, karena cinta yg baik ga akan merebut kebahagiaan yg sejak awal udah ada, tapi makin menambah kebahagiaanmu.
final chapter kali ini jangan berlebihan ke siapapun, people come and go. that’s life beneran nyata adanya dan selalu berjalan berdampingan dengan kita. seasik apapun kita dengan seseorang, endingnya pasti akan asing karena setiap orang ada masanya dan setiap masa ada orangnya.
Dulu gaji 2-3 umr jkt mutusin resign & milih jadi freelancer karna mikirnya
“kalo aku dagang bisa ngejar dapet gaji segitu”
Trus td ketemu mantan managerku, aku nylethuk
“Kalo aku diposisimu mba, aku ngga akan resign dan dagang. Karna sudah terlalu besar angka yg dikorbanin”
Ga semua cewek jatuh cinta karena fisik apalagi harta, mereka akan lebih memilih jatuh cinta dengan cowok yang pola pikirnya dewasa, attitudenya bagus, ngetreat ceweknya dengan baik, cara cowoknya respect ke orang, dan effortnya ga main-main.
Batal nikah is okay.
Getting a divorce is okay.
Memilih nggak punya anak is okay.
Memilih cuma punya satu anak is okay.
Lanjutin S2 keluar negeri is okay.
Pivot jadi entrepreneur is okay.
Balik kerja kantoran is okay.
Mulai dari awal is okay.
Hidup ini bukan kompetisi. Nggak ada yang harus dulu-duluan—nggak selalu harus jadi yang paling baik, paling kaya, paling cepat menikah, paling duluan punya anak, dan lainnya, karena semua orang punya waktunya masing-masing.
Mungkin sekarang kita lagi di bawah, tapi percayalah, pada waktunya nanti, semuanya akan baik-baik saja.
This, too, shall pass.