kita gak pernah tau seberapa besar usaha seseorang untuk menerima takdir yang sedang dijalani. at least kalau gak bisa bantu apa2, minimal lisannya dijaga supaya gak jadi alasan bertambahnya luka dihidupnya.
semua orang punya waktu, tapi ga semua orang bisa meluangkan waktunya untuk kita, maka ucapkan terimakasih selalu untuk mereka yang bersedia menemani sepanjang sedih dan bahagia, yang tidak membiarkan kita sendirian dan selalu menyediakan telinganya mendengar keluh kesah kita.
tarik napas ya, semua bakal baik-baik aja. ingat dulu kamu pernah ngerasa “gimana ya bisa lewatin ini?”
tapi nyatanya kamu bisa.
yang ini juga pasti lewat kok 🫶
bahkan, untuk percaya bahwa semuanya akan baik-baik saja, aku tak lagi punya sisa tenaga. hal-hal indah yang dulu kuyakini akan segera datang, kini hanya terdengar seperti dongeng yang memuakkan.
sebenernya bukan gamon, tapi ada rasa sakit di hati yang ga bisa disembuhin, karena ini soal rasa ga terima kenapa diperlakukan seperti itu setelah memberikan semua usaha terbaik
bahkan buat bikin seneng diri sendiri aja aku harus mikir berpuluh-puluh kali, rasanya hidup itu cuman muter di tanggung jawab, kewajiban dan maklumin banyak hal.