https://t.co/781KnhEzw2
Negara harus kembalikan kedaulatan di wilayah-wilayah tambang, hutan, perkebunan, dan laut yg sempat “diserahkan” oleh rezim Jokowi ke Asing dan Oligarki.
( kendari.hariini )
Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra) bakal membangun rumah pribadi di depan kawasan perumahan Citra Land, Jl Malaka, Kelurahan Kambu, Kecamatan Kambu Kota Kendari. Lokasi tersebut merupakan kawasan hutan mangrove yang hijau.
Untuk memuluskan pembangunan rumah pribadinya, Andi Sumangerukka membabat habis hutan mangrove seluas tiga hektare. Saat ini, lokasi pembangunan rumah Gubernur itu tengah proses perataan.
Puluhan truk keluar masuk membawa material timbunan galian C. Proses penimbunan dan perataan itu telah berlangsung kurang lebih 3 bulan. Kawasan pembangunan itu kini ditutup pagar seng.
#RevolusiMoral#IndonesiaNot4Sale#SisHanLing@prabowo@SBYudhoyono@sjafriesjams@setkabgoid@mohmahfudmd@Yusrilihza_Mhd@JimlyAs@ReflyHZ@NajwaShihab@kompascom@tempodotco@IDNTimes@CNNIndonesia
TUMPAS PARA KOMPRADOR
Impor ilegal dari RRC,
Ekspor ilegal ke RRC,
Korupsi gila"an Whoosh, dengan RRC,
Tambang Ilegal, Warga RRC,
Pekerja ilegal dari RRC,
Landasan 'gelap' Tambang RRC,
Markas polisi gadungan pun Warga RRC.
Apa Presiden kita masih ORI? Jangan" Duplikat RRC.
Sekarang saja bumi dirusak, hasil dirampok, utang sudah harus nyicil 60 tahun. Lanjut tanpa transparansi & akuntabilitas apa mau semua pulau kita raib dan kita berutang sepanjang usia bumi?
REVIEW TERBUKA semua kesepakatan dengan RRC, B to B mau pun G to G!! BARU LANJUTKAN KERJASAMA juga dengan kesepakatan" yang terbuka ke publik💪
Bukan salah RRC tapi SALAH PEJABAT / APARAT & WARGA KITA YANG RELA KHIANATI BUMI, BANGSA, & NEGARAnya sendiri!!
1. Presiden segera DEKLARASI BELA NEGARA!
TUMPAS PARA KOMPRADOR!!
2. RAKYAT GELAR SISHANLING (SIStem pertaHANan LINGkungan)!! Dibantu TNI & Polisi Prawira Satria Nagara!!
Jaga wilayah RW & Kelurahan / Desa masing"! Ruang gerak mereka akan sangat menyempit! Banyak Pengkhianatan akan terungkap!
Cukup SISIHKAN WAKTU 1X sebulan @12 jam. Lakukan bergilir selama 12 bulan. Pasti tuntas✊
PERNYATAAN PERS dr. TIFA
“Tudingan Faisal Assegaf sungguh keji dan saya pertimbangkan untuk melaporkan pencemaran nama baik”
Bismillahirrahmanirrahiim.
Atas nama Allah saya bersumpah
1.
Tiga hari lalu saya mencermati adanya pernyataan dari Faisal Assegaf bahwa “rekening kami, Roy Suryo, Rismon Sianipar, dan DOKTER TIFA harus diperiksa karena menerima sejumlah uang”; dan menyebut bahwa perjuangan saya terkait kajian ilmiah perilaku kebohongan mantan Presiden Jokowi dibiayai atau diarahkan oleh pihak tertentu.
Dengan tenang dan penuh tanggung jawab moral saya nyatakan: klaim tersebut tidak benar!
Tidak ada satu rupiah pun dana dari siapa pun yang saya terima untuk penelitian, sikap, maupun langkah saya. Jika saya melangkah, itu karena saya memegang prinsip bahwa akademisi memiliki kewajiban moral untuk mencari dan menyampaikan kebenaran, bukan menjalankan agenda siapa pun.
Kepada Allah saya berserah diri, menyerahkan langkah, risiko, dan konsekuensi atas apa yang saya jalankan.
2.
Penelitian yang saya lakukan berangkat dari disiplin ilmu yang saya tekuni: Epidemiologi, Ilmu Perilaku dan Neurosains, yang menjadi Ilmu pengetahuan baru bernama Neuropolitika.
Kajian saya bukan berbasis kepentingan politik, kelompok, apalagi dengan pembiayaan eksternal, melainkan berbasis metode ilmiah, literatur, analisis data, dan komitmen akademik.
Bagi saya, kebenaran intelektual tidak dapat dibeli, dinegosiasikan, atau dititipkan. Kebenaran harus ditemukan dengan kerja, diuji dengan data, dan dipertanggungjawabkan dengan integritas, bukan didikte oleh kekuasaan atau narasi.
3.
Saya menghormati hak siapa pun untuk memiliki pandangan atau interpretasi, tetapi saya berharap pernyataan publik tentang saya atau perjuangan yang saya jalankan, dilakukan dengan tanggung jawab etis, faktual, dan tidak mendistorsi realitas.
Sejak awal saya memilih jalan ini bukan untuk mencari posisi, sensasi, atau dukungan materi, tetapi untuk mengingatkan bahwa bangsa ini hanya akan tumbuh kuat jika kejujuran, bukti, dan akal sehat ditempatkan di atas kepentingan pribadi atau kekuasaan. Dengan keyakinan itu saya berjalan, dan insyaAllah akan tetap saya jalani dengan tenang, terhormat, dan konsisten.
Hasbunallah wani'mal wakil, ni'mal maula wani'man nashiir.
Laa haula wala quwwata ila billah.
Salam Takzim
dr.Tifauzia Tyassuma, https://t.co/IDuIvQSub4.