@UmbieNeraka@a___warasto7111@Roebanie Karna duluan aja biasanya. Kalo posisinya keduluan org dia berada diposisi bodoh bahkan idiot.
Ketololan pengguna jalan raya itu menular karna tidak ada yg tegas.
Org yg taat aturan di jalan raya itu minoritas.
@Hw_Yewon@syazz124@GoodRecom Ga ada tuntutan, org tua jg biasanya ga mau repotin anak.
Tapi naluri seorang anak manusia ya seperti itu beda sama hewan.
@imo_kondo@mhedwrd@librasinting Liat dulu pendapatan mereka dr RANS. Gw yakin biaya makan karyawannya jg masuk ke perusahaannya supaya ngurangin pajak.
Andre pure pendapatan dari ngartis di TV dan sosial media doang.
Bayaran endorse mereka jg beda jauh.
Perbandingannya ga apple to apple.
@Lampung__01@elenarenoa Belajar dari mba nunung yg sempat jatuh miskin gara2 ga bisa management uangnya. Walau uang banyak tp gaya hidup jg harus terkontrol karna artis itu ga selamanya eksis dapet kerjaan.
Istri seperti itu udah durhaka jatuhnya karna sebagian besar uangnya dipakai buat foya2.
@Farisa_Dh@gangsterrandom@Roebanie Ga ngerti ekonomi jd asbun. Justru ekonomi mengalir disana. Bayangin aja mayoritas disana penduduknya pejabat dan ASN yg digaji tetap tiap bulan. Pasti banyak buka peluang usaha dan tenaga kerja . Yg jadi tantangan ya kalo pembangunannya mangkrak karna kurang dana dan sponsor.
@ptrckstrsss Menkeu Purbaya perubahannya sangat radikal.
Soalnya tidak ada kepentingan dengan siapa2.
Yg angkat Presiden Prabowo ketua partai. Jadi bener2 tunduk hanya dengan Presiden.
@LelyW1f3@AliRozali17@erwin_apandi @majelislucutwt Ya kan obyektif.
Kalo guru tau tapi melakukan pembiaran pasti salah guru.
Bisa jg anak memang bermasalah udah di tegur atau di kasih sanksi seberat apapapun jg tetap melakukan dan bisa mengancam korban diluar sekolah.
Macam2 faktor, ga melulu guru.
@erwin_apandi@ooooooooooykh @majelislucutwt Guru dan pemuka agama pasti udah mengajarkan adab, etika dan norma yg baik dan benar. Kalo dia membully temannya kan kembali lg ke individunya yg bermasalah.
@erwin_apandi@ooooooooooykh @majelislucutwt Harus obyektif menilai sesuatu.
Hanya karna terjadi di sekolah yg salah guru.
Kalo terjadi pembullyan di tempat ibadah lalu yg salah pemuka agamanya ?
Kan belum tentu.
Kalo guru tau ada pembullyan lalu dilakukan pembiaran baru salah guru.
@LelyW1f3@AliRozali17@erwin_apandi @majelislucutwt Analogi yg keliru. Kalo kejadian di parkiran trus kang parkir yg salah ?
Harus obyektif, kalo guru tau ada pembullyan dan dilakukan pembiaran tentu salah guru.
Tp seringnya pembullyan kan guru ga tau kejadiannya.