Indonesia dan Belarus sepakati kerja sama bidang kesehatan, budaya, akreditasi nasional, pelaporan transaksi keuangan, industri, sains dan teknologi, jasa keuangan, serta pertahanan https://t.co/VOwqSXpkB9
Komunikasi yang terjalin secara rutin antartokoh agama dapat menjadi langkah preventif untuk mencegah munculnya kesalahpahaman maupun potensi konflik di tengah masyarakat https://t.co/ThpkkZSTgp
Pangdam IX/Udayana menjelaskan wilayah kerja Kodam IX/Udayana yang meliputi Bali, NTB dan NTT memiliki karakteristik geografis serta dinamika keamanan beragam. Kondisi tersebut menuntut kesiapsiagaan tinggi dalam menghadapi berbagai ancaman kontemporer https://t.co/e3Y2scHFPD
Hasil Survei Indeks Potensi Radikalisme (IPR) 2025 di Kalimantan Barat oleh @BNPTRI turun dari 11,6 pada 2024 menjadi 10,7 pada 2025, menandakan meningkatnya ketahanan masyarakat terhadap pengaruh paham ekstrem https://t.co/GeOQlgMZrA
Menghadapi dinamika global dan ancaman laten dari kelompok intoleran serta sel radikalisme yang berusaha memecah belah bangsa, Presiden @prabowo menekankan pentingnya merawat harmoni sosio-religius sebagai benteng pertahanan nasional yang mutlak https://t.co/60C0Fz7kwk
Presiden menilai capaian nol insiden terorisme selama beberapa tahun terakhir merupakan prestasi yang patut diapresiasi. Menurutnya, keberhasilan tersebut menunjukkan kerja keras aparat keamanan dalam menjaga stabilitas nasional https://t.co/R1c5nmWRMj
.@BNPTRI mendorong Pemerintah Provinsi Sumatera Utara memberikan dukungan nyata, termasuk melalui alokasi anggaran daerah agar berbagai program pencegahan dapat berjalan secara berkelanjutan
https://t.co/66j5DOzyAN
Densus 88 Antiteror Polri menggandeng Kantor Wilayah Kementerian Hukum Riau untuk memperluas edukasi kebangsaan dan meningkatkan kesadaran hukum masyarakat sebagai langkah preventif menghadapi ancaman radikalisme https://t.co/Tei4EMw8mx
Ustaz Sofian Sauri, mengatakan transformasi teknologi telah mengubah hampir seluruh metode rekrutmen jaringan terorisme. Menurutnya, kelompok radikal kini tidak lagi membutuhkan kontak fisik untuk memengaruhi calon anggotanya https://t.co/BdVK0RXUK1
Kepala DP3AP2KB NTT, Iien Adriany, mengatakan seluruh anak yang teridentifikasi bukan berasal dari kelompok yang memiliki catatan kenakalan, melainkan anak-anak yang aktif menggunakan aplikasi gim https://t.co/7focIH8CNy
Menurut Wali Kota Cilegon Robinsar, penyebaran paham radikal dapat terjadi di berbagai lingkungan tanpa memandang latar belakang, termasuk di pemerintahan. Karena itu dibutuhkan kolaborasi lintas sektor untuk memperkuat sistem pencegahan sejak dini https://t.co/cSk6koW3R1