dan kebetulan lagi saat itu saya ada didalam rumah mbah, untuk sekedar istirahat karena capek bermain. "Mbahkung badhe ten pundi mbah? kan mpon saking masjid?.( Mbahkung mau kemana? kan sudah dari masjid?. )" Tanyaku.
Karena tidak terlalu bisa didengar, pulanglah saya kerumah saja untuk tidak meneruskan mendengar apa yang mereka bicarakan. Tidak ada sangkut pautnya dengan saya juga yang masih kecil ini.
Sore hari pun akhirnya datang, Selepas adzan Ashar. Karena disini warga perumahan kebanyakan pendatang, jadi kebanyakan sore hari masih sepi karena biasanya pada pulang petang atau malam hari.
Kasian memang, pasti tidak ada orang tua yang tega melihat anak bayinya menangis terus menerus. Manakala orang tuanya juga pasti merasa lebih capek karena kurang istirahat.
Β±1 jam an berlalu, dan kemudian kedua orang tua itu keluar dengan sedikit senyuman, setelah berpamitan mereka masuk kembali kerumahnya untuk mulai menidurkan siang anaknya yang sedari pagi terus menangis.
Pembicaraan mereka tidak terdengar oleh saya yang kebetulan baru bermain dihalaman depan dengan teman-teman saya. Dan saat itupun saya juga tidak terlalu mau ikut campur urusan orang dewasa, dengan asik main tapi saya tau apa tujuan pembicaraan mereka.
" Permisi, mbahkung kami mau tanya sedikit bisa?. " dan dengan senang hati saat itu orang tua bayi tersebut dipersilahkan masuk sama Alm.mbahuti ( nenek ) saya.
Tapi pada akhirnya saat siang itu, orang tuanya berniat sekedar bertanya, atau bahkan sepertinya sampai meminta tolong kepada Alm.Mbahkung ( kakek ) saya.