Weits, abangnya bener protesnya seharusnya ga ada itu bollard di pedestrian. Ga perlu susah susah naikin stroller.
Bollard itu ada karena pasti ada alasannya dan pasti gara gara org tolol yang menyalahgunakan pedestrian.
Gua kangen bgt era twitter tanpa cenblu.
Banyak twit twit bagus ketutup sama twit twit sampah para cenblu. Ketolong sama fitur following aja buat bikin nyaman.
Main thread juga baru seminggu udah pusing bener. Kayak dengerin orang ngobrol di kondangan
Youri Tielemans has always been a player that always gave a nightmare whenever he played against united. And the player I always wish to play with United shirt. Thanks God he’s ours now.
Couldnt agree more.
Ngerasa semua ‘aktivisme’, ‘hal hal berbau kritis’ ketika itu keluar dari cenblu jadi sesuatu yabg ga genuine.
Ada beberapa akun yang gua mute disini. Salah satunya ‘dosen (??) yang foto dari belakang’ (gua lupa namanya tapi depannya A)
Khusus bagi X, era "cenblue" dan "gajian lewat Elon" adalah periode paling kelam platform ini. Sebelum Elon, interaksi terasa genuine. Sekarang motivasi banyak orang (tentu ga semua) follow seseorang atau nimpalin pendapat mereka tergerak oleh motivasi ekonomi. Sad to see really.
Khusus bagi X, era "cenblue" dan "gajian lewat Elon" adalah periode paling kelam platform ini. Sebelum Elon, interaksi terasa genuine. Sekarang motivasi banyak orang (tentu ga semua) follow seseorang atau nimpalin pendapat mereka tergerak oleh motivasi ekonomi. Sad to see really.
This is why I'm okay with that Germany goal being ruled a foul on the goalkeeper. Because we've gone through the most egregious season of these kinds of scenes and it's been dreadful.
I will take the overcorrection.
Saya tidak pernah cita-cita jadi presenter bola. Karena bola cuma satu dari sekian banyak interest kami. Bung Pejalan Jauh yang mendorong saya untuk menjajal karena kami penat sama commentary di TV nasional yang gitu-gitu aja.
"Jawaban yang bagus cuma bisa muncul dari pertanyaan yang bagus", ujar si bung.
Selang beberapa tahun kemudian, saya yang gantian bilang ke dia, "Bung, commentary bung ini layak dapat audiens yang lebih luas di TV".
Saya doronglah dia ke salah satu TV. Waktu itu bung ini, layaknya pertapa di gunung, orangnya sering ilang-ilangan. Khawatir waktu showtime dia no-show, saya tungguin sampe dia udah rapi pake jas dan mengudara, baru saya cabut dari studio.
Belakangan dia berdebat hebat di udara dengan seseorang yang dianggap mahaguru sampai si mahaguru ini jengkel setengah mati. Konon itu membuat si Bung tidak diundang lagi 😂
alasan gw dulu berusaha banget buat kuliah di tempat terbaik adalah karena gw pengen living with the giants, ketemu, terbiasa, dan belajar dari orang-orang kayak mba fatimah ini.
cara ngomongnya ga tergesa-gesa, ga gampang kepancing emosi, dan tetap on the track ke substansi pembahasan. padahal lawan bicaranya jelas berusaha mainin psikologis dengan menunjukkan superioritas, terutama pas bilang, “jadi dek... saya pernah mahasiswa yang merasa paling benar.”
kalimat itu seolah-olah mau menempatkan lawan bicara sebagai orang yang harus tunduk, nurut, dan dianggap belum paham apa-apa hanya karena berhadapan dengan orang yang lebih tua.
Lah iya juga ya, di web FIFA centangnya lengkap dari TV sampai internet. Tapi kenapa pas prakteknya di lapangan, hak internet/mobile nya malah dialihin ke platform berbayar? Ada yang bisa bantu jelasin regulasi sub-lisensi LPP TVRI kayak gimana? Biar kita sebagai penonton gak salah paham🤔
When Russia hosted the World Cup in 2018, it had to suspend normal visa rules for the tournament. Foreigners with tickets could enter visa-free, using a scheme called ‘Fan ID.’
Russia also had to do weird stuff to keep FIFA’s sponsors happy. For example, small shops near Fan Zones and stadiums could only sell Budweiser beer on match days.
So yes, FIFA absolutely does dictate conditions to host governments when it suits FIFA. Infantino pretending otherwise is nonsense.
This is utter bullshit. When Indonesia refused to grant the Israeli under 17 team visa’s for the 2023 U-20 World Cup, FIFA stripped Indonesia’s hosting rights and moved it to Argentina. So @FIFAcom can stop with the lies.