Twitter, do ur magic.
SEMUA ORANG HARUS BACA
Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus.
Roh kudus berkenanlah bekerja melalui utas ini.
Tuhan Yesus, terjadilah menurut kehendakMu.
Darah Yesus, lindungi keluarga semua pihak yang berusaha bersuara.
Your enemy is not Javanese, Tionghua, Sundanese, Dayak, Batak and whatever ethnicity. Your enemy is not Catholicism, Protestant, Muslim, Buddhism, Kong Fu Cu, Hinduism and other religions.
Your enemy is those elites on the top. Unite in diversy - Bhinneka Tunggal Ika.
AM I THE ONLY ONE? who feels weirdly appreciated when people post photo dumps and they actually include you? like, WOW.. I AM A PART OF YOUR DAY??? AWWW THANK YOU🥹
Udah dewasa,
mengatakan cinta itu bukan sekadar,
mau gak jadi pacar aku?
Tapi…
“Kamu siap gak jalan bareng aku, meski ke depan pasti banyak luka?”
“Kamu bisa gak tetap bertahan, bahkan saat kita gak selalu bahagia?”
“Kita bisa saling jaga gak, tanpa harus saling mengekang?”
Lagi jalan santai di drugstore, niatnya cuma mau beli sabun mandi. Tiba-tiba mata gw nyangkut ke rak skincare. Ada cowok berdiri di sana, lagi pilih-pilih toner. Gak ada yang aneh sih… sampai di belakangnya, dua cewek ngelirik—terus bisik-bisik sambil pasang muka “ya ampun, pasti bencong.”
I froze.
Like… sejak kapan merawat diri sendiri itu identik sama orientasi seksual?
Cowok beli sabun cuci muka, bencong.
Cowok beli serum, fix gay.
Cowok pakai sunscreen, ya ampun maskeran juga kali ya?
Padahal kalau cowok datang dengan muka glowing, rapi, wangi; mereka juga yang pertama bilang, “cowok kayak gini nih idaman.” Tapi giliran prosesnya kelihatan, langsung dicap banci.
Kita ini maunya apa sih?
Lucunya, orang-orang kayak gitu juga yang paling getol teriak “toxic masculinity itu harus dilawan.” Tapi giliran ada cowok yang gak malu rawat diri, langsung dipojokin.
Merawat diri itu bukan privilege satu gender. Itu bentuk sayang sama tubuh sendiri. Gak ada hubungannya sama maskulin, feminin, atau preferensi seksual.
Yang harusnya dianggap aneh itu bukan cowok yang beli skincare. Tapi orang-orang yang mikir self-care = salah.
Dah. Gw mau skincare-an.
See, do you think 42 looks this good tanpa moisturizer, lip balm, sama sunscreen?
Think again, darling.
Until then,
Ate ja!
Bis dann.
Barista senyum, padahal capek.
Pengunjung pura-pura sibuk, padahal kesepian.
Seseorang buka laptop, tapi nggak ngetik apa-apa.
Kadang coffee shop bukan tempat ngopi. Tapi tempat ngademin isi kepala.