THE PRINCE WHO NEVER BECAME KING
Air mata Neymar yang tumpah setelah disingkirkan Norwegia menandai akhir tragis bagi babak penutup karir internasionalnya. Sepakan penaltinya malam itu hanyalah sebuah gol semu, sebuah goresan magis terakhir yang nilainya berujung pada kehampaan.
Lemari trofinya memang dihiasi Medali Emas Olimpiade 2016 dan Piala Konfederasi 2013, namun ia tetap gagal mempersembahkan gelar mayor utama. Sang pangeran harus pamit tanpa pernah mengangkat trofi Copa Amรฉrica maupun Piala Dunia untuk publik Brasil yang terlanjur menggantungkan harapan besar padanya.
Rakyat Brasil begitu mencintainya karena hanya di kaki Neymar-lah esensi sepak bola murni, kegembiraan, dan tarian jalanan tetap hidup. Kini sang maestro resmi turun takhta dari panggung internasional dengan meninggalkan warisan sejarah yang belum tuntas.
The last Jogo Bonito is out ๐๐
https://t.co/mhVLUIh1B1
Better masukin Igor Thiago dulu nggak sih tadi tuh babak pertama? Crossing ke dia semua. Kalo mandeg baru Cunha. Sayap kanannya sekalian ganti sama Endrick.
Gw sampe di kesimpulan kalau ada orang yg living abroad terus bilang lebih enak tinggal di Indonesia, fix dia kaya. Soalnya tinggal di indo sama tinggal di jepang as kelas pekerja atau masyarakat menengah jelas kualitas hidupnya lebih enak di jepang.
Inituh sama kayak pas bulan ramadhan kemarin banyak yg bikin konten ramadhan taun ini nggak kayak tahun bla bla bla. Vibesnya kurang. Ya kurang kalo lu nggak puasa, tarawih, tadarus dll.
Udah banyak video beredar di NY atau Canada baik warlok atau Fans negara lain pestapora dijalan kayak di Mexico ini.
Anehnya disini bilangnya vibes Pildun kali ini kureng.
Menurut gue, salahin stasiun tv negara itu karena ngirit buat promo tayangan๐
@Jerseyforum beli name set yg ori dimana sih min buat negara sama pemain yg agak kurang terkenal? Misal gue pengen portugal tapi name set-nya rafael leao. Adanya cuma ronaldo