Ada satu kalimat cantik yang barusan lewat:
"Ketika kamu menginginkan sesuatu, Tuhan dan seluruh alam semesta akan bersatu membantumu mendapatkannya."
Tugas kita mungkin hanya satu: tetap berjalan. Karena tidak ada pintu yang terbuka untuk orang yang berhenti mengetuk.
“Ya Allah, jangan biarkan lagi hatiku mengagumi siapapun yang bukan takdirku, dan jangan biarkan siapapun yang bukan takdirku mengagumiku.”
Ya Allah… If it’s not meant for me, please gently turn my heart away from it.
Aku pernah nanya sama ustadz, gimana cara dpet jodoh??
Jawaban beliau :
"Kamu-nya dulu harus pulih, selesai bersih, maafin semua orang yang nyakitin kamu, kamu harus happy, penuhi dulu tangki bahagia-mu, kalo tangki bahagia-mu udah bisa kamu penuhi, itu bisa menarik jodoh, dapat jodoh harus makin-makin lebih tambah happy, tambah bahagia lagi".
ternyata, mencari pasangan yang tepat, itu dimulai dari yang setara. bukan setara dalam hal financial atau status sosial, bukan. tapi setara dari sisi cinta, cara berpikir, wawasan, kedewasaan, selera, prinsip, bahkan cara memandang Tuhan pun selaras. simpelnya, sefrekuensi.
Ikhlas itu gak datang langsung🌹
Fase tersiksa🥀
sakit banget, nangis diam-diam, overthinking sampe ga bisa tidur.
Fase terpaksa🥀
lo pura-pura kuat, bilang "udah lah gapapa" padahal hati masih perih.
Fase terbiasa����
suatu hari lo bangun, ga lagi sakit, ga lagi mikirin, dan beneran ikhlas.
Makin dewasa, aku makin percaya kalau setiap orang yang datang ke hidup kita itu punya masanya masing-masing.
Ada yang hadir untuk menemani proses bertumbuh. Ada yang datang cuma untuk mengajarkan luka. Ada juga yang awalnya terasa seperti “rumah”, tapi ternyata hanya tempat singgah sebelum kita melanjutkan perjalanan sendiri-sendiri.
Dan anehnya, saat masanya sudah selesai, hidup seperti punya caranya sendiri untuk menjauhkan dua orang.