Pemkab Kubu Raya bersama Sampan mengembangkan agroforestri sebagai upaya memulihkan hutan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir.
https://t.co/oDKUpSfT9V
Yuk, dukung aksi perlindungan mangrove, pelestarian pesisir, dan suarakan pentingnya #SaveMangrove di Kalbar. Demi bumi yang lestari dan masyarakat yang sejahtera!
Kalimantan Barat punya "benteng hijau" rahasia yang sering kita lupakan: Hutan Mangrove. Bukan sekadar pepohonan di atas lumpur, tapi ini adalah urat nadi penentu masa depan pesisir kita. Kenapa kita harus peduli?
Sayangnya, alih fungsi lahan dan penebangan liar masih jadi ancaman nyata. Kehilangan mangrove artinya kehilangan benteng dan sumber pangan masyarakat pesisir Kalbar.
Alih-alih ditebang jadi arang, mangrove punya potensi ekowisata dan produk turunan yang tinggi (seperti sirup mangid atau kerajinan tangan). Destinasi wisata mangrove yang dikelola dengan baik bisa mendatangkan pemasukan alternatif yang berkelanjutan bagi desa.
Bagi masyarakat pesisir, mangrove adalah tempat mencari nafkah. Hutan ini jadi rumah terbaik bagi kepiting bakau, udang, dan berbagai jenis ikan untuk memijah. Kalau mangrovenya sehat, hasil tangkapan nelayan melimpah, ekonomi warga pun ikut berputar.
Mangrove adalah pelindung garis pantai dari amukan abrasi dan badai air laut. Kerennya lagi, hutan mangrove mampu menyerap & menyimpan karbon hingga 5 kali lebih banyak dibanding hutan hujan daratan. Menyelamatkan mangrove = ikut ngerem krisis iklim global!
Meskipun menjadi penopang ekonomi vital warga pesisir, kepiting bakau masih minim riset dan perhatian kebijakan, sehingga diperlukan tata kelola berkelanjutan demi menjaga kelestarian populasi serta kesejahteraan nelayan.
https://t.co/Au5I9xeggp
Selain masalah sehari-hari, seperti harga bahan bakar minyak, mahalnya biaya perbaikan kapal, hingga hasil melaut yang kadang tidak sebanding dengan pengeluaran, nelayan di kampung ini juga menghadapi ancaman alam, yaitu abrasi. https://t.co/RWf6lbEmWx
Eksploitasi berlebih dan polusi mengancam kelestarian laut, sehingga diperlukan sinkronisasi regulasi serta aksi kolektif untuk memulihkan ekosistem pesisir demi menjaga keseimbangan iklim dan keberlangsungan hidup manusia.
https://t.co/klwSb8FqhT
Ekspansi industri nikel di Konawe memicu kerusakan ekosistem mangrove dan pencemaran limbah yang meruntuhkan produktivitas nelayan kepiting, memaksa mereka beralih profesi menjadi buruh smelter demi bertahan hidup di tengah krisis lingkungan.
https://t.co/zNcGoEXzvv
Ekspansi industri di Teluk Balikpapan memicu degradasi lingkungan yang memaksa perempuan pesisir memikul beban berlapis ekonomi, domestik, dan kesehatan tanpa pelibatan partisipasi politik yang bermakna.
https://t.co/J3sXRDdCZL
Di Indonesia, peningkatan pesat penambangan nikel untuk baterai kendaraan listrik menghasilkan limbah tambang dalam jumlah sangat besar yang mengancam masyarakat setempat dan lingkungan
https://t.co/NHwcOxoFb2
Kebijakan PKKPRL di Lombok menyempitkan wilayah tangkap nelayan tradisional akibat tumpang tindih regulasi dan minimnya keterlibatan masyarakat dalam prosesnya.
https://t.co/8YYNxGQ2J9
Para perempuan nelayan memimpin dan mengorganisasi gerakan perlawanan reklamasi di pesisir Manado Utara. Mereka menempuh jalur litigasi dan non-litigasi untuk memperjuangkan hak-hak hidupnya.
https://t.co/vSJwqtLvfb
#PerempuanPesisir#StopReklamasi