WOMEN'S CRISIS CENTER (WCC)
Jika ada perempuan & anak (kamu, keluarga, teman, orang lain) jadi korban kekerasan, segera hubungi lembaga2 berikut untuk dapatkan pertolongan & pendampingan:
1. @kpp_pa : Hotline 129 atau https://t.co/FkfvTcDt9S
2. @KomnasPerempuan : https://t.co/vHzef7B9IE
3. Cari WCC sesuai domisili di web @carilayanan : https://t.co/4l9xyvSnbQ
Daftar WCC se-Indonesia kami tulis di utas ini secara bertahap. Bantu RT ya, makasih 🙏💜
gua ga pernah jd kpopers sebelum stan stray kids, dan satu satunya yg bikin gua bertahan jadi kpopers ya stray kids, pernah coba stan group lain tp ga bertahan sampe setaun. standart gua tinggi banget pas sm skz, musik, dance, rap, vocals, and their relationship.
Si mba penjaga pas ngelarang bilangnya gini: cowo emang ga boleh masuk pak, emang istrinya mana? Hih emang bini doang yang boleh ganti popok? Akhirnya anak gue berakhir ganti popok di toilet cowok. JELEK bgt sop lu @BXchangeMall
Gue rasa si mba penjaga itu lakinya ga pernah ganti popok anaknya kali ya, makanya ga ngasih akses pas suami gue mau melakukan itu. Tapi situasi kayak gini yg melanggengkan konsepsi patriari “urus anak tugasnya cewe” lah ada cowo yang mau urus domestik malah diribetin kan anzay
Suami gue mau ganti popok anak di family room-nya BXC Bintaro ga boleh, alesannya ada ibu2 lagi nyusuin. Terus suami minta mereka masuk ke bilik menyusui ke penjaganya tp dia ga mau, alasannya emang laki ga boleh masuk family room. Ya pantesan orang indo banyak yg fatherless
@lethologist Buat calon ibu, pls kejar mimpi kalian. Jgn banyak berkorban demi tuntutan sosial. Spy mimpi kalian ga diterusin ke anak. Supaya penyesalan kalian ga dilampiasin ke anak
Aku makin kesini makin yaudahlah maklum aja karena ortu pas muda dulu akses dan resourcenya ga semudah skrg
🎻 all four of us have shaved our heads
🐱 and the four of us are going to do hiphop
🐰 we’re a hip-hop group
🦌 believe it or not
🎻 please wrap it up
the group dynamic is already so cute🥺
#AND2BLE#앤더블
@matisuwi penasaran, anak yang di rantau pernah ga ya kepikiran : "ini saudaraku yang emang rejekinya tinggal bareng orang tua mentalnya gimana ya? mereka ga punya rantau sebagai tempat kabur"
pernah baca kalo hubungan ibu dan anak perempuan tuh emg complicated.
mereka saling ngerti sebagai perempuan, saling cinta sebagai anak ortu tapi entah bagaimana, juga saling menyakiti tanpa disadari.
kemarin denger sepupu yg lg ngobrol sama nyokap bilang “kita nih naluriahnya kalo cinta sama seseorg, pasti selalu ada rasa ingin memiliki. entah cinta ke pasangan maupun ke anak.
tapi yg banyak org gatau dan belum mampu, kalo rasa cinta itu ga cuma soal ingin memiliki, tapi tau kapan saatnya ‘melepaskan’
orang tua tuh mesti belajar ‘melepaskan’ anak dengan dunia mereka. kasih mereka kepercayaan. kasih mereka lepas.
betul, kita sebagai orang tua pasti ada rasa khawatir anak kita bakal kenapa napa. tapi coba biarin mereka belajar buat ngadepin masalahnya sendiri. apalagi kalo anaknya udah nikah”
disitu gue tertegun. iya ya. banyak org cinta yg tau rasanya ngejer utk ngedapetin hal tsb. tapi gatau kapan saatnya utk ‘ngelepas’ ketika waktunya dateng.
sebagai perantau, i could say cocok buat kerja, despite all kekurangannya. tapi untuk menetap/settle, berkeluarga, dan membesarkan anak, belum tentu cocok. kualitas pendidikan emang bagus, tapi environmentnya gak sehat. udara buruk, air jelek, pergaulan beragam. tp kl u tajir maybe you could afford better environment.
jakarta itu emang kuat untuk growth dan karier,
tapi untuk hidup jangka panjang, banyak faktor yang harus dipikirin, bukan cuma soal income ygy
sebenernya merantau is actually really enjoyable (minusnya if you struggle mentally it could be really hard atau malah sebaliknya????) imagine your daily routine tuh kerja, belajar, kajian, nongkrong di perpus/taman literasi, pilates, treatment, kulineran. terus pulang ke rumah 2-3 bulan sekali naik kereta, and when you do, you just focus on making your parents happy. makan-makan, berkebun, wkwkw lately orang tua saya into tanam menanam.
tapi risiko burnout-nya tinggi krn ritmenya cepat.
hiburannya itu-itu aja, everything feels capitalized.
kerja angka, waktu target. everything has a price, jadi yasudah alhamdulillah ala kulli hal🐿️
tempat terbaik untuk merantau, alias produk gagal dari ketimpangan yang dipelihara. fresh grad bisa dapat 2-4 kali UMR daerah lain (lowongan lebih banyak, exposure lebih luas, growth lebih cepat), transport publik terintegrasi (dari ujung ke ujung bayar dibawah 10 rebu), akses kesehatan lebih lengkap dan profesional, akses agama juga kuat
(kajian mudah ditemukan, komunitas banyak, masjid aktif), fleksibel (habis kerja bisa pilates, kajian, lanjut treatment, kulineran, semua bisa naik transport umum dan mudah), literasi masyarakat relatif lebih tinggi krn jakarta punya ekosistem yang mendukung hal tersebut.
fast paced city. either you grow, or you get left behind