Mengapa Pers [lokal] tumbuh bak 'jamur' wajar karena 32 tahun demokrasi dipasung. Lantas kenapa wartawan lokal kerab jadi sasaran tembak UU ITE ? Karena itu teknik ampuh membunuh idealisme wartawan!
Wajah Ajun Komisaris Besar Roland Ronaldy mendadak berubah masam ketika tim IndonesiaLeaks menyodorkan delapan lembar salinan dokumen pemeriksaan berkop Komisi Pemberantasan Korupsi. #IndonesiaLeaks
Sesuai keterangan di BAP, Kumala mengklaim bosnya mengirim uang ke Tito Karnavian dalam rentang waktu Januari 2016 hingga September 2016 secara rutin hampir setiap bulan. Ketika dimintai jawaban mengenai informasi aliran dana tersebut, Tito menolak berkomentar. #IndonesiaLeaks
Muara dari proses dalam #IndonesiaLeaks adalah kolaborasi media. Dengan bekerja bersama, diharapkan dampak dari pemberitaan mengenai suatu topik akan lebih luas dan menyeluruh. Tujuan akhirnya: informasi dari Anda membantu mendorong perubahan ke arah yang lebih baik.
Saat itu, di dalam ruangan, ada enam orang. Mereka adalah Ardian Rahayudi, Harun, Hendry Sianipar, Mujiharja, Roland Ronaldy, dan Rufriyanto Maulana Yusuf. Berikut aktivitas mereka yang terekam CCTV. #IndonesiaLeaks
@DamarJuniarto @safenetvoice @GeeksInside_ Terima kasih pak @DamarJuniarto sukses selalu dalam mengawal hak-hak publik atas penggunaan internet🙏 God Bless
@safenetvoice @DamarJuniarto @GeeksInside_ Selamat siang @safenetvoice dan pak @DamarJuniarto mohon info hasil seleksi volunteer SAFENet yg kirim lamaran akhir Agustus 2019, kapan diumumukan ya ?🙏
Salam SAFENet
Tahun 2016, Presiden @jokowi mengatakan “PR kita adalah pelanggaran HAM masa lalu, termasuk kasus Mas Munir. Ini juga perlu di selesaikan.” Apa kabar pernyataan tersebut?
KontraS akan menjelaskan lebih jauh dalam siaran pers yang akan dilaksanakan hari ini, pukul 14.00.
"Presiden Abdurahman Wahid merancang KPK, Presiden Megawati Soekarno Putri melahirkan KPK, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melindungi KPK. Jangan sampai sejarah mencatat KPK mati pada masa Presiden Joko Widodo."
https://t.co/wIqMlqtoRy