Panik dia anak buahnya kena, iya anak buahnya bocah2 yang gampang digiring opininya, masih gampang kecuci otaknya. Sadar bung!#AdianNapitupuluDalangDemo
@hardy50_anak Tindakan makar tersebut diuraikan melalui dugaan insubordinasi atau pembangkangan terhadap keputusan Presiden, khususnya dalam penunjukan Kapolri, di mana Megawati diduga mengganti pilihan Gus Dur dari Khairuddin Ismail menjadi Bimantoro
@Yatiyah255 tuduhan ini mengklaim bahwa Megawati menyebabkan perpecahan antara TNI dan Polri, dan yang paling krusial, dituduh menggunakan kekuatan bersenjata, di mana "moncong" Jenderal Ryamizard Ryacudu (KSAD saat itu) dikatakan telah diarahkan ke Istana Negara.
@haryono_an98538 Megawati Soekarnoputri melakukan makar (pengkhianatan terhadap negara) saat menjabat sebagai Wakil Presiden di bawah Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur)
@sahrulmustofa99 Tuduhan ini menuding bahwa Megawati memicu perpecahan antara TNI dan Polri, serta dituduh terlibat dalam penggunaan kekuatan bersenjata, dengan Jenderal Ryamizard Ryacudu (KSAD saat itu) yang disebut mengarahkan senjata ke Istana Negara. Aksi ini dianggap sebagai makar
@heruparwit76875 Bu sadarlah, lihat umur sudah tidak muda, muhasabah! Saatnya taubat mengakui kesalahan2 masa lalu dan mempertanggungjawabkan semua itu.. ya ampun
@islah_bahrawi Megawati Soekarnoputri melakukan makar (pengkhianatan terhadap negara) saat menjabat sebagai Wakil Presiden di bawah Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur)
@Risa_purwanti_ tuduhan ini mengklaim bahwa Megawati menyebabkan perpecahan antara TNI dan Polri, dan yang paling krusial, dituduh menggunakan kekuatan bersenjata, di mana "moncong" Jenderal Ryamizard Ryacudu (KSAD saat itu) dikatakan telah diarahkan ke Istana Negara.
@subhanfuad Jadi selama ini fakta yang tertutupi! Yang disebut2 makar ternyata Megawati, yang membangkang atas perintah presiden saat gusdur menjabat. Memecah belah TNI dan POLRI !
@hardy50_anak Tuduhan ini menuding bahwa Megawati memicu perpecahan antara TNI dan Polri, serta dituduh terlibat dalam penggunaan kekuatan bersenjata, dengan Jenderal Ryamizard Ryacudu (KSAD saat itu) yang disebut mengarahkan senjata ke Istana Negara. Aksi ini dianggap sebagai makar