Hai Sobat!
Diakronik merupakan media nirlaba yang saat ini akan terus berkembang. Donasi dari kalian dapat membantu kami menyajikan berita berkualitas dan menjaga independensi ruang redaksi.
Dukung kami melalui tautan berikut:
https://t.co/4c6iUqj26B
Ini jelas bukan pesta, pula bukan suatu hajat yang dirayakan dengan bersenang-senang. Hari Buruh adalah napas buruh itu sendiri dalam memperjuangkan perbaikan kondisi kerja.
Baca selengkapnya melalui tautan berikut: https://t.co/Tq6jLAebX8
#MayDay#HariBuruh#1Mei
“May Day is a Day of Strike, Not a Fun Day” adalah statement tegas untuk kembali pada makna sesungguhnya Hari Buruh Sedunia, sebagaimana termaktub dalam poster gerakan 1 Mei di Indonesia.
Temuan riset dr. Anna Suraya ini juga memberikan gambaran jelas bahwa penyakit yang ditimbulkan dari paparan asbes berbeda dengan penyakit abnormalitas paru pada umumnya.
Naiknya Soeharto ke tampuk kekuasaan membuatnya melakukan tindakan-tindakan luar biasa, seperti merekayasa cerita terkait peristiwa G30S melalui film atau narasi di pendidikan.
Lutfiati kehilangan suami dan dua anaknya pada Tragedi Kanjuruhan yang merenggut 135 nyawa itu. Dalam orasinya, ia menyebut keadilan di Indonesia itu bobrok. “Saya kesini mencari keadilan, tapi keadilannya di Indonesia ini, maaf seribu maaf, melempem mbak, bobrok.” tegasnya.
Sejumlah keluarga korban Tragedi Kanjuruhan mendatangi kantor Komnas HAM, Jakarta Pusat, pada Rabu, 1 Oktober 2025. Mereka menuntut Komnas HAM untuk menetapkan kasus Kanjuruhan sebagai pelanggaran berat HAM.
Salah satu keluarga korban, Lutfiati, mengatakan bahwa dirinya kecewa dengan pemerintah Indonesia. Hal itu lantaran dirinya tak kunjung mendapatkan keadilan atas kematian anggota keluarganya.
“Suami dan anak saya melihat sepak bola itu membawa harapan. Tapi mereka, yang biadab-biadab itu, membunuh anak saya, suami saya. Apa mereka tidak punya hati?” ucap Lutfiati sambil menunjuk barisan polisi di depan gerbang Komnas HAM.
Perjalanan 16 jam dari Malang ke Jakarta bukanlah waktu yang lama bagi enam keluarga korban Tragedi Kanjuruhan. Namun, waktu tempuh itu tidak pernah sebanding dengan tiga tahun keadilan yang tak kunjung datang sejak peristiwa berdarah pada malam 1 Oktober 2022 silam.
Tangis Lutfiati pecah kala meluapkan kemarahannya saat Aksi Peringatan 3 Tahun Tragedi Kanjuruhan di depan Kantor Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM), Jalan Latuharhary, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (1/10/2025).