NKRI Tulen, gak neko-neko apalagi halu. Gak bedain orang dari suku, agama, warna kulit, kita semua sama yang membedakan cuma amalan kita
Pendukung setia Jokowi
JKW di mata Rakyat
Seperti ini,
Matanya
Melihat jauh disana derita rakyat
Telinga nya
Peka Isak d jerit rakyat
Bahunya
Kuat untuk disandar rakyat yg papah
Kakinya
Melangkah jauh hampiri rakyat.
Tangannya
Tiap waktu terbuka tuk rakyat
ORANG BAIK
Dicintai Rakyat
Kalau sudah begini artinya Roy Suryo sudah Game Over 🎮❌
Jokowi ngga perlu hadir di persidangan, beliau nonton sambil bermain sama cucu-cucu kesayangan.
Kalau dalam sepak bola, Roy Suryo ini gol bunuh diri 😭
Wakil Presiden Gibran Rakabuming langsung bertolak ke Kabupaten Karo, Sumatera Utara, pada Jumat (11/9/2026), demi menjenguk anak-anak yang tengah dirawat akibat dugaan keracunan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Wapres Gibran tetap memprioritaskan kunjungannya ke RS Efarina Etaham dan RSU Amanda Berastagi untuk memastikan para korban mendapatkan penanganan medis secara maksimal. Gibran secara tulus menyampaikan permohonan maaf atas nama pemerintah dan berjanji akan segera mengevaluasi pelaksanaan program MBG bersama Kepala Badan Gizi Nasional (BGN).
Simak berita selengkapnya di https://t.co/12KzHzegth, BeritaSatu TV, YouTube BeritaSatu dan unduh aplikasi BeritaSatu di iOS dan Apps Store!
#BeritaSatu #SaatnyaMajuBersama #Wapres #Gibran #MakanBergiziGratis #InfoSumut #MBG #BGN #Viral #Pemerintah
Kita tetap Mas Gibran! ❤️🇮🇩
Melihat Mas Gibran, saya teringat Pak Jokowi tdk banyak kata, tdk sibuk pencitraan. Cukup diam, tersenyum, lalu bekerja & membuktikan dengan hasil.
Ijin bertanya @dennyindrayana ✍️
Pertanyaan saya bunyinya kira-kira begini :
Apa dasar hukum baru yang membuat persoalan yang telah berada dalam konteks PHPU 2024 dapat dibuka kembali pada 2026 melalui forum yang sama, setelah putusan PHPU 2024 dan setelah pelantikan?
Terimakasih 🤸♂️
Wahai @abu_waras kader PKS pendukung garis keras Anies Baswedan yg sekrng “main dua kaki”, tetap dendam ke Jokowi & keluarganya
Baca pelan 👇🏼 pelan nih!!
Pernyataan Jokowi saat itu bahwa ijazah tidak penting, yg lebih penting adalah skill & keterampilan sejalan dgn pandangan byk orang terkaya di dunia. Mereka secara konsisten menekankan kemampuan nyata, bukti prestasi, dan kemampuan menyelesaikan masalah daripada selembar kertas ijazah.
Elon Musk (orang terkaya dunia saat ini)
Elon Musk, yg saat ini memimpin daftar orang terkaya dunia dgn kekayaan ratusan miliar dolar, sudah lama vokal soal ini. Ia pernah berkata:
⏺️ “College is overrated.”
⏺️ “You don’t need a college degree to work at Tesla.”
⏺️ Kuliah lebih untuk bersosialisasi & membuktikan seseorang bisa menyelesaikan tugas-tugas, bukan untuk belajar. Ilmu sudah tersedia gratis di internet.
⏺️ Tesla mencari evidence of exceptional ability (bukti kemampuan luar biasa). Ia bahkan bilang lebih baik seseorang dropout lalu melakukan sesuatu yg nyata. Ia mencontohkan Bill Gates, Steve Jobs, dan Larry Ellison.
Bill Gates, Mark Zuckerberg, dan Steve Jobs
Tiga nama besar ini semuanya dropout dari Harvard atau kampus bergengsi:
▶️ Bill Gates keluar dari Harvard untuk membangun Microsoft.
▶️ Mark Zuckerberg keluar dari Harvard untuk membangun Facebook (sekarang Meta). Baru-baru ini ia juga mengatakan bahwa tidak semua orang perlu kuliah.
▶️ Steve Jobs keluar dari Reed College. Dalam pidato terkenalnya di Stanford, ia menekankan mengikuti rasa ingin tahu & belajar dari pengalaman, bukan mengikuti jalur formal.
Bnyk orang kaya lain juga menempuh jalur serupa, seperti Michael Dell (Dell Technologies) dan Larry Ellison (Oracle).
Warren Buffett
Warren Buffett secara terbuka menyatakan bahwa ia tidak pernah melihat dari sekolah mana seseorang lulus ketika merekrut CEO untuk perusahaan-perusahaan Berkshire Hathaway. Yang ia cari adalah bakat bisnis alami & karakter, bukan pedigree akademik. Bahkan ketiga anaknya sendiri tdk menyelesaikan kuliah.
Tren di perusahaan besar
Perusahaan teknologi raksasa seperti Tesla, Google, dan Apple sudah lama TIDAK LAGI MEWAJIBKAN gelar sarjana sbg syarat utama. Mereka lebih melihat portofolio, kemampuan teknis, dan bukti kerja nyata.
Orang-orang terkaya ini tidak meremehkan belajar. Mereka justru sangat menghargai pembelajaran seumur hidup. Yang mereka kritik adalah anggapan bahwa ijazah = jaminan kemampuan. Di dunia nyata, terutama di bidang bisnis, teknologi, dan kewirausahaan, skill yg terbukti jauh lebih menentukan daripada gelar.
Jadi pernyataan Jokowi itu bukan pandangan aneh. Bnyk orang yg sudah “sukses tingkat dewa” sudah mengatakan hal yg sama sejak lama.
Senang bisa bertemu dan berbincang dengan Duta Besar Selandia Baru untuk Indonesia, Philip Nathan Taula, di Solo.
Terima kasih atas waktu dan perbincangan hangatnya. Semoga persahabatan dan silaturahmi ini terus terjaga, serta membawa manfaat bagi masyarakat kedua negara. 🇮🇩🤝🇳🇿