tadi malam, apinya lagi-lagi masuk ke kawasan rumah warga. kebakarannnya bukan cuma di hutan sekarang, tapi rumah-rumah warga 🙁
tolong, tolong bantu kami yang di kalimantan, tolong sekali beritakan juga hal ini 🙁
Jujur bingung banget
Negara mulai menunjukkan tanda-tanda perbaikan. Rupiah menguat, pasar merespons positif, koruptor mulai ditangkap, reshuffle disiapkan. Tapi masih ada yang ngotot demo 12 Juni.
Jadi sebenarnya yang dicari solusi atau memang ingin bikin gaduh?
Nah ini contoh twit buzzer ya ges, biasanya harganya 1 twit begini 3000-5000 rupiah.
Kalau ditawarin begini, jangan mau ya. Masa bayarannya kalah sama pertamax 1 liter
Guys, ini keren banget.
Akhirnya kita bisa menyaksikan langsung di medsos, kemarahan rakyat kecil terhadap MBG.
Selama ini kita hanya mengetahuinya dari intelektual dan kelas menengah..
Jarang sekali rakyat kecil bersuara terang-lantang di depan media. Mana pakai bahasa aktivis pergerakan lagi. Menentang keras MBG dan bahkan menghujat SPPG.
Ini mematahkan argumen bahwa rakyat kecil sepenuhnya diuntungkan oleh MBG.
Sebagaimana yang disebut-sebut oleh buzzer.
Yang dukung palingan pekerja SPPG doang.
BE READY GUYS!!!!
kemungkinan media akan dibungkam, mari sama-sama kita ramaikan puncak demo besok 12 juni. SIAP WARGA JAGA WARGA!!!! https://t.co/fOZqZGU157
Efek MBG di stop sementara:
1. Harga telur turun jd 24k
2. Harga ayam turun jd 30k
3. Susu uht plain tidak langka
4. Rupiah menguat sedikit
5. IHSG cetak +5%
6. Tidak ada siswa keracunan
7. Para Ka SPPG yg joget2 di bogor, pada gigit jari
8. Guru jadi ga sibuk buang sisa makanan dan ngitung ompreng
Ini baru stop semntara dalam beberapa hari, ekonomi langsung lebih baik.
Apalagi STOP TOTAL?
SETUJU MBG STOP TOTAL?
tuhan melindungi setiap langkah mereka yang turun ke jalan hari ini. terima kasih sudah memperjuangkan kepentingan semua orang. doa baik selalu. ✊🇮🇩 tinju ke atas.
Btw, sadar gak kalian, belakangan ini timeline kita sepi banget dari nama Gibran?
Semua sorotan media tertuju ke Prabowo, kebijakan, gerakannya, semua jadi headline.
Tapi diam-diam, Gibran justru bergerak. Lewat "gerilya" bersama PSI dan Jokowi, ia keliling Indonesia, melakukan blusukan tanpa banyak suara, tanpa banyak kamera.
Metode blusukan yg diambil dari bapaknya, jokowi, ini efektif menjangkau grassroot yg menjadi basis suara politik terbesar di Indonsia. Gue sempat bahas metode BLUSUKAN, dipostingan berikut ini (disarankan membaca utuh):
https://t.co/6ZvQoThk1k
Blusukan Gibran keliling Indonesia, hemat biaya, tapi dampaknya bisa sangat mahal secara politik.
Secara resmi, sbg wapres, beliau bisa berdalih, utk perjalanan dinas kenegaraan. Tercover prosedur.
Tapi sbg publik yang pandai melihat aras politik, justru bertanya dgn asumsi yg besar:
Oke ini murni untuk negara, tapi.. apakah ada kepentingan lain sekedar kunjungan negara?
Karena rumornya..., beliau akan maju dipilres 2029
Kita tidak bisa menghakimi niat. Tapi kita bisa menilai polanya.💀
Cc: @abulmuzaffar10
Source gambar: Kompas Regional
Dear, media.
Kurban itu perorangan. Jika Presiden menggunakan APBN untuk bagi-bagi sapi, maka itu bukan kurban. Itu program politik. Jadi jangan ditulis "kurban Prabowo" karena dananya dari pajak rakyat. Trims...
Guys, gue mau ceritain satu negara
yang dulu kaya raya.
Punya nikel, emas, berlian, batu bara.
Pertanian maju.
Industri sudah jalan.
Pertumbuhan ekonomi 4,3% per tahun.
Salah satu negara paling maju di Afrika.
Namanya Zimbabwe.
Dan sekarang harga sebungkus korek api 50 miliar dolar Zimbabwe.
Uang kertas bernominal 100 triliun dolar Zimbabwe selembar.
Masih tidak cukup untuk beli makan.
Gimana bisa?
Satu jawaban:
pemimpinnya tidak mau mengakui bahwa dia yang salah.
Dan sambil membaca ini gue minta lo perhatikan betapa familiarnya pola ini.
Apa yang Mugabe lakukan langkah demi langkah:
Dia luncurkan program besar-besaran yang kelihatannya pro rakyat.
Tanah diambil dari orang kaya
dan dibagi ke rakyat kecil.
Namanya reformasi agraria.
Kedengarannya bagus. Populis.
Mendapat tepuk tangan.
Tapi eksekusinya nol besar.
Rakyat yang terima tanah tidak dikasih ilmu, tidak dikasih alat, tidak dikasih modal.
Hasilnya: pertanian kolaps.
Pendapatan negara anjlok.
Di saat ekonomi sudah sekarat Mugabe tetap lanjutkan program-program besar.
Kirim militer ke perang Kongo.
Naikkan uang pensiun veteran.
Biaya terus keluar.
Tidak ada yang masuk.
Korupsi merajalela dari atas sampai bawah.
Ibu negara Grace Mugabe dijuluki "Gucci Grace" — menghabiskan uang negara untuk belanja mewah.
Dan karena semua itu tidak ada uang.
Solusi Mugabe?
Cetak uang. Terus. Terus. Terus.
Tanpa produktivitas yang bertambah.
Tanpa investasi yang masuk.
Hanya kertas dengan nominal yang terus dinaikkan sampai inflasi meledak 79,6 miliar persen dalam satu bulan.
Dan ketika semuanya hancur Mugabe bilang apa:
Bukan "saya salah."
Dia bilang:
dunia internasional mau mengkudeta dia.
Barat iri dengan Zimbabwe.
Negara-negara kaya tidak suka Zimbabwe maju.
Pihak asing yang merusak ekonomi mereka.
Rakyatnya percaya.
Karena narasi itu enak didengar.
Karena lebih mudah menyalahkan orang luar daripada mengakui bahwa yang menghancurkan Zimbabwe adalah kebijakan pemimpinnya sendiri.
Sekarang berhenti sejenak dan baca ini:
Indonesia 2026.
Pemerintah punya program besar-besaran yang diklaim pro rakyat.
Namanya MBG Makan Bergizi Gratis.
Menghabiskan Rp335 triliun dari APBN per tahun.
Program terbesar dalam anggaran negara mengalahkan semua pos lainnya.
Menunya?
Kadang satu jeruk keriput, satu roti, satu kotak susu ultra.
Kadang nasi dengan lauk yang dikritik rakyat sendiri. Ada 200 lebih anak keracunan di Surabaya.
Ada laporan menu tidak layak dari berbagai daerah.
Dan guru yang memfoto menu buruk itu dipanggil kepala sekolah.
Diminta diam.
Wartawan yang laporkan kondisi lapangan bosnya ditekan.
Pemrednya mau diganti lewat satu telepon dari istana.
Josepha siswi SMA yang hafal konstitusi berani mempertanyakan ketidakadilan.
Langsung diancam WhatsApp oleh nomor asing.
Ini bukan program makan.
Ini adalah program yang membeli keheningan rakyat dengan uang utang dan menghukum siapapun yang berani jujur.
Dan polanya identik dengan Zimbabwe:
Zimbabwe:
Pendapatan negara turun.
Pengeluaran terus naik.
Defisit ditutup dengan cetak uang.
Investasi kabur.
Mata uang hancur.
Indonesia 2026:
Pendapatan naik 10% tapi belanja naik 31,8%.
Defisit Q1 sudah Rp240 triliun ditutup dengan utang Rp258 triliun.
Rupiah di Rp17.700.
IHSG ambruk 3-4% dalam satu sesi.
Investor Swiss, Prancis, UEA semua kabur.
Rp800 triliun investasi gagal masuk.
Zimbabwe:
Mugabe bilang ekonomi kuat.
Menyalahkan sanksi Barat.
Indonesia 2026:
Prabowo bilang "mau dolar berapa ribu kek kalian di desa kan enggak pakai dolar."
Purbaya bilang "fundamental kita kuat."
Gubernur BI mengganti definisi stabilitas supaya rupiah yang hancur bisa disebut stabil.
Zimbabwe:
Pengkritik dituduh antek asing.
Agen Barat.
Tidak nasionalis.
Indonesia 2026:
Ferry Latuhihin yang prediksinya terbukti tiga kali dituduh agen Soros.
Amien Rais yang memperingatkan soal Teddy videonya di-takedown Komdigi.
Ekonom yang mengkritik MBG diserang warganet terorganisir.
Dan ini yang paling mematikan dari seluruh pola ini:
Zimbabwe pernah punya kesempatan untuk diselamatkan.
IMF datang menawarkan bantuan dengan dua syarat sederhana:
jangan cetak uang baru dan jangan tambah utang dulu.
Zimbabwe setuju.
Menandatangani perjanjian.
Lalu langsung melanggarnya karena program-program populis tidak bisa dihentikan.
Karena menghentikan program yang sudah diumumkan ke rakyat terasa seperti mengakui kegagalan.
Bantuan batal.
Kepercayaan investor hilang.
Zimbabwe tenggelam.
Sekarang bayangkan skenario yang sama di Indonesia:
kalau suatu saat rating Indonesia di-downgrade menjadi non-investment grade oleh SNP dolar bisa ke Rp25.000. Itu proyeksi Prof.
Ferry Latuhihin ekonom yang tiga prediksi sebelumnya semua terbukti.
Dan Prabowo masih bisa berdiri di podium sambil bilang: "Jangan percaya yang bilang Indonesia akan collapse."
Dan ini yang paling mengerikan:
Mugabe dikudeta oleh militernya sendiri setelah puluhan tahun berkuasa.
Sampai akhir hayatnya tidak pernah mengakui kesalahannya.
Narasinya tetap sama:
ini salah Barat, ini salah orang-orang yang iri.
Sementara rakyatnya membawa uang sekarung ke pasar hanya untuk beli satu butir telur.
100 triliun dolar Zimbabwe.
Selembar.
Tidak cukup untuk beli sarapan.
Zimbabwe tidak hancur karena tidak punya sumber daya alam.
Zimbabwe hancur karena kombinasi yang sangat spesifik dan sangat mematikan:
Program populis yang dibiayai dengan uang yang tidak ada.
Pemimpin yang tidak mau mendengar kritik.
Sistem yang menghukum siapapun yang berani jujur. Dan narasi yang selalu menyalahkan pihak luar ketika semuanya mulai runtuh.
Pola itu tidak eksklusif milik Zimbabwe.
Indonesia punya nikel terbesar di dunia.
Punya batu bara.
Punya emas di Papua.
Punya posisi geografis paling strategis di Asia Tenggara.
Punya 280 juta manusia yang harusnya jadi kekuatan terbesar.
Tapi semua itu tidak akan berarti apa-apa kalau sistemnya membiarkan kombinasi yang sama berlangsung terlalu lama.
Satu-satunya yang membedakan negara yang selamat dari yang tidak:
apakah masih ada cukup orang yang berani bicara jujur dan apakah pemimpinnya mau mendengar sebelum terlambat.
Mugabe tidak mau mendengar.
Sampai militernya sendiri yang akhirnya bicara.