beberapa pengadaan yg dimarkup:
- motor listrik sebanyak 21.801 unit (sekitar 1 triliun)
- sepatu sebanyak 32.000 pasang
- tablet sebanyak 31.000 unit
- televisi 75 inch sebanyak 5.400 unit
semuanya dimark up harganya buset, maruk banget kamu pak dadan
sewajarnya manusia aja plis
"Pak LUHUT mas, bukan luhut "
Sekali lagi gua tekankan, gua gak ngerasa perlu manggil “pak” ke orang-orang politik termasuk PRESIDEN!
Selain bukan atasan langsung gua, rasa hormat juga gak otomatis muncul cuma karena jabatan mereka.
Lucu banget pas kampanye santai banget, dipanggil nama aja senyum-senyum. Tapi begitu udah duduk di kursi, tiba-tiba pengen dipanggil “pak” seolah jabatan otomatis bikin semua orang harus tunduk.
Hormat itu lahir dari sikap dan kerja, bukan dipaksa lewat titel.
SC : thread owoppa
Ada yang lagi meng-“Luhut”-kan diri.
Sayangnya dia lupa, dia bukan Luhut Binsar Pandjaitan.
Luhut membangun pengaruh lewat perjalanan panjang. ABRI, kepartaian, relasi, dan posisi yang dibentuk bertahun-tahun.
Sementara orang itu cuma mengandalkan jilatan selangkangan penguasa, seolah itu cukup untuk terlihat kuat.
Jelas berbeda antara orang yang benar-benar punya power dengan orang yang cuma numpang di sekitar power. ☺