pagi tadi aku terbangun yang tak seperti biasanya, yang harus mengumpulkan nyawa terlebih dahulu baru beranjak. namun tadi langsung sadar dan tiba-tiba terlintas pikiran, "apalagi yang bisa diharap dari mayat hidup ini"
ternyata jadi si bungsu emang sekeparat ini yak, segala busuk-busuknya kita tau semua. dibilang jangan dipikirin tapi isi kepala sudah keburu tawuran duluan, mau ngomong entar dibilang masih kecillah, apalah, tailah.
apa si bungsu harus ngelewatin hal sebangsat ini ya, njing !
hmmm, seandainya masih punya temen-temen kek dulu. mau mikirin mental yang ancur, yang ada mikir gimana cara balas olokan mereka.
sampai jumpa di titik koordinat yang sama lagi teman.
sudah 3 kali Lebaran ya Pa.
untuk sekarang gak cuman mentalku yang makin hancur, tapi keluarga juga semakin berantakan.
lalu apalagi setelah ini. ?
semoga masih akan baik-baik saja.
weits tahaaan.
saya hanya mengikuti hukum alam.
jika kau di tinggalkan hanya ada dua pilihan, bangkit atau tenggelam.
lalu.. untuk apa saya meratapi orang yang jelas-jelas ingin pergi dari saya, saya hanya mempersilahkan.
lantas kenapa saya yang salah,
anda sehat nona ???
iya, selama pengejaran yang kemudian dia memilih orang lain, saya masih bisa hidup seperti biasa.
dan dalam melepaspun, kemudian mengikhlaskannya saya juga harus hidup seperti biasanya.
jangan terlalu keras pada diri sendiri, terkadang seseorang pergi bukan karena kita tak pantas untuknya, bisa jadi karena ada yang rusak dari otaknya, atau justru memang orang itu yang tak pantas untuk kitanya. maka semesta punya cara untuk memisahkan.
simple aja sih.