Karena udah beberapa kali mengalami cerita yang menggantung endingnya, aku kira udah terbiasa dan enggak apa-apa. Ternyata setelah ada waktu senggang kemarin itu bukan terbiasa tapi belum terproses
secara data dia bener, tapi pendapat ini juga bisa menyesatkan kalo dipakai sebagai justifikasi kebijakan.
70% oksigen di dunia memang diproduksi oleh fitoplankton, hutan memang bukan paru-paru utama dunia.
narasi yang sering muncul sebab dari pendapat di atas adalah "kalo laut yang bikin oksigen, kenapa kita ribut soal hutan?"
nah, di titik inilah false dichotomy muncul. dipertentangkan seolah harus memilih salah satunya.
padahal ekosistem itu sepaket, gabisa cangcingcup pilih salah satu.
di bukuku, Arcana Oceanis, ada salah satu bagian di mana aku bahas gimana hubungan laut dan darat.
teman-teman, kalo hutan rusak, efek kerusakannya itu bukan hanya dirasakan darat, tapi juga sampai ke laut.
kalo hutan rusak, sedimentasi meningkat. akibatnya, terumbu karang bisa mati.
hutan rusak juga bisa menyebabkan ledakan alga yang menghasilkan racun bagi kehidupan laut serta manusia.
suhu laut yang naik juga disebabkan oleh daratan yang rusak, khususnya hutan.
jadi gabisa kita ambil salah satu, sementara lainnya kita abaikan. semua udah dalam satu harmoni, saling terhubung.
memang paling benar, ayola semua pemangku kebijakan, kita taubat ekologis.
memanglah secara ekonomi atau pertumbuhan ga secepat apa-apa yang ada di atas kertas modern, tapi para pendahulu kita, hidup dengan nyaman, mati dengan tenang, tanpa merusak apapun.
Pernah ada jurnalis Kompas nulis artikel serupa tentang konsesi tambang dan perkebunan di Kalimantan. Dapat satu halaman depan penuh.
Ngga lama kemudian jurnalis itu ditemukan mati.
Penelitian terakhir terhadap 3000 orang Madagaskar yang dipilih secara acak menunjukkan kalau semuanya punya DNA dari Kalimantan Selatan, tepatnya suku Dayak Manya'an.
Nenek moyangku yang seorang pelaut itu ternyata mainnya jauh betul.
Gue udah ada di tahap yg capek banget tiap liat berita soal Indonesia pejabatnya pada goblok semua, ga ada berita bagus sama sekali dari gue bangun tidur - kerja - mau tidur lagi
Semacem PTSD kali ya sesotoy istilahnya, udah engga sehat jujur buat diri gue sendiri
Ini bener. Sehari sebelum kejadian longsor sibolga sodara update status WA bukit belakang perumahannya ada muncul beberapa air terjun kaya gini dari atas bukitnya. Bener aja besoknya kejadian longsor disana 😔
Presiden megalomaniak. 12 hari kami mati lampu, gak ada jaringan internet, hidup dalam ketidakpedulian negara. Di kampung saya bahkan bantuan medis Malaysia datang jauh lebih cepat dari paket sembako berisi mi instan yang dikirimkan oleh negara ini.
ALERTA!!!
Deforestasi & Kriminalisasi berlanjut!
Kali ini di Kalimantan Barat.
Pejuang lingkungan Dayak Kualan tengah dijemput paksa oleh Polda Kalbar!
Masyarakat adat Kualan Hilir memperjuangkan tanah adat melawan perusahaan HTI yg mendeforestasi ±35 ribu hektare hutan.
Tapi yang paling blo’on menurut gue adalah nyuruh gajah bebersih kayu di area bencana.
Udalah rumah mereka dihancurin, mereka pula yang disuruh rapiin. Emang udah ga ada obatnya.
Seandainya pemerintah serius menanggapi peringatan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), dampak banjir di tiga provinsi di Sumatera—termasuk jumlah korban—mungkin tidak sebesar ini.
#Tempodotco#TempoPlus