AMIEN RAIS MENGAKU SEBAGAI TEMAN DEKAT PRABOWO
BLAK-BLAKAN TEGUR PRABOWO!!
POINNYA :
1. Kurangi ber omon-Omon, rakyat sudah bosan
2. Hindari penyakit kaya demam panggung, liat mic sedikit, lidah dan mulut nya gatal pengen berbicara
3. Jangan gebrak-gebrak meja atau podium, kalo masih pangkostrad gpp, ini sudah presiden
4. Jauhkan Tedy dari Istana selama weekdays, kalo pun mau hahahihi di weekend atau sabtu saja.
Btw maksudnya hahahihih ini apa ya?wkwkw
dan kok weekend aja boleh nya Pak Amien?
Guys, ada pernyataan Prabowo yang menurut gue paling berbahaya yang pernah gue dengar dari seorang presiden soal mata uang negaranya sendiri.
Dan dia ngomong ini bukan di forum terbatas.
Bukan slip of the tongue.
Tapi di depan ribuan rakyat dengan penuh keyakinan:
Mau dolar berapa ribu kek
kalian di desa-desa kan enggak pakai dolar.
Yang pusing yang suka ke luar negeri.
Ini bukan candaan.
Ini adalah cara berpikir yang sangat berbahaya.
Gue mau kasih lo contoh nyata negara yang pemimpinnya pernah berpikir persis seperti ini.
Dan apa yang terjadi setelahnya.
Zimbabwe
ketika presiden bilang rakyat desa tidak butuh mata uang yang kuat:
Robert Mugabe selama bertahun-tahun bilang kepada rakyatnya bahwa pelemahan nilai mata uang adalah konspirasi Barat.
Bahwa rakyat desa yang tidak bertransaksi dalam dolar tidak perlu khawatir.
Hasilnya?
Inflasi Zimbabwe mencapai 89,7
sextillion persen per tahun di 2008.
Orang membawa uang keranjang penuh hanya untuk beli roti.
Petani di desa yang "tidak pakai dolar" mendapati hasil panennya tidak bisa dibeli siapapun karena harga berubah setiap jam.
Tabungan seumur hidup hilang dalam semalam.
Mereka akhirnya menyerah dan menggunakan dolar Amerika sebagai mata uang resmi.
Mata uang mereka sendiri sudah tidak ada nilainya sama sekali.
Venezuela
ketika pemerintah melarang rakyat khawatir soal kurs:
Hugo Chavez dan Maduro selama bertahun-tahun meyakinkan rakyat bahwa kurs tidak relevan bagi rakyat kecil.
Yang penting ada subsidi.
Yang penting ada program sosial.
Hasilnya?
Inflasi Venezuela mencapai 1.000.000% di 2018.
Dokter, guru, insinyur semua yang punya pendidikan dan bisa pergi pergi.
Lebih dari 7 juta warga Venezuela meninggalkan negaranya.
Rakyat desa yang "tidak pakai dolar" itu akhirnya mengantri berhari-hari untuk dapat sekarung tepung.
Mereka juga akhirnya terpaksa bertransaksi dalam dolar di pasar gelap karena mata uang mereka sendiri tidak dipercaya siapapun.
Dan sekarang kembali ke Indonesia yang ternyata sangat relevan:
Prabowo bilang rakyat desa tidak pakai dolar.
Tapi benarkah demikian?
Kedelai bahan baku tempe dan tahu yang dimakan rakyat desa setiap hari 90% diimpor dari Amerika Serikat.
Harganya ditentukan dalam dolar.
Ketika rupiah melemah dari Rp13.000 ke Rp17.000 — harga kedelai naik.
Harga tempe naik.
Harga tahu naik.
Penjual tahu dan tempe di desa yang "tidak pakai dolar" itu langsung merasakan dampaknya di meja makan mereka.
Gandum bahan baku roti, mie instan, biskuit yang dikonsumsi rakyat desa 100% diimpor.
Harganya dalam dolar.
Pupuk yang dipakai petani desa untuk bercocok tanam sebagian besar bahan bakunya diimpor.
Harganya dalam dolar.
Obat-obatan generik bahan bakunya sebagian besar diimpor dari China dan India.
Harganya? Dalam dolar.
Rakyat desa tidak pegang dolar secara fisik.
Tapi seluruh kehidupan mereka dari makan pagi sampai obat yang mereka minum harganya ditentukan oleh kurs dolar.
Dan inilah yang paling miris:
Presiden yang seharusnya menjaga kepercayaan pasar terhadap mata uang negaranya justru dengan entengnya bilang kurs dolar tidak relevan bagi rakyat.
Padahal kepercayaan itulah
yang membuat rupiah bisa stabil.
Kepercayaan itulah yang membuat investor mau masuk.
Kepercayaan itulah yang membuat rakyat tidak lari ke dolar dan emas seperti yang sekarang terjadi dan dikhawatirkan oleh ekonom-ekonom kita.
Ketika presiden sendiri tidak menganggap serius pelemahan mata uangnya sinyal apa yang dikirim ke pasar?
Sinyal apa yang dikirim ke investor asing?
Sinyal apa yang dikirim ke rakyat yang tabungannya dalam rupiah?
Bandingkan dengan pemimpin yang serius:
Lee Kuan Yew dari Singapura negara tanpa sumber daya alam apapun menjadikan kestabilan mata uang sebagai prioritas utama pemerintahannya.
Dia tahu bahwa kepercayaan terhadap mata uang adalah kepercayaan terhadap negaranya secara keseluruhan.
Hasilnya?
Singapura hari ini punya GDP per kapita lebih dari 80.000 dolar.
Rakyat Singapura yang "cuma pedagang kecil" pun hidupnya jauh lebih sejahtera dari rakyat kita yang punya sumber daya alam berlimpah.
Bukan karena Singapura kaya alam.
Tapi karena pemimpinnya tidak pernah menganggap remeh nilai mata uangnya.
Pernyataan "mau dolar berapa ribu kek, di desa kan tidak pakai dolar" bukan pernyataan yang menunjukkan ketenangan seorang pemimpin.
Itu adalah pernyataan yang menunjukkan ketidakpahaman atau lebih buruk lagi, ketidakpedulian terhadap bagaimana ekonomi nyata bekerja di tingkat paling bawah.
Rakyat desa tidak pegang dolar.
Tapi rakyat desa makan tempe dari kedelai impor yang harganya dalam dolar.
Rakyat desa bertani dengan pupuk yang bahan bakunya dalam dolar.
Rakyat desa berobat dengan obat yang bahan bakunya dalam dolar.
Ketika presiden tidak peduli dengan kurs yang tidak peduli bukan hanya presidennya.
Tapi seluruh sistem di bawahnya ikut tidak peduli.
Dan ketika seluruh sistem tidak peduli dengan nilai mata uangnya sendiri kita tinggal menunggu giliran menjadi Zimbabwe atau Venezuela berikutnya.
Semoga kita tidak sampai di sana.
Tapi pernyataan seperti ini tidak membuat gue yakin bahwa kita sedang bergerak menjauhi arah itu.
SBY buruk, Jokowi buruk. Tapi mereka sama sekali gapernah ngomong kayak gini dalam forum resmi. Seorang presiden, pemimpin negara bicara dengan kapabilitas yang cuma seperti ini.
Orang-orang yang memilih dia karena kasihan atau karena apapun, kalian berdosa sekali untuk seluruh manusia di negeri ini. Bajingan kalian dan pilihan kalian. Bedebah.
Clear ya, Ndut, siapa yang ngebunuh tengtaramu di Lebanon. Jadi kalo ditanya mereka gugur karena apa, jawabnya apa, Ndut @prabowo?
"DIBUNUH ISRAEL, SESAMA ANGGOTA BOARD OF PEACE!" 🫵🏻
KENTUT DAN KOTORANMU DIAM-DIAM “BERBICARA ” KEPADAMU .
1. Kentut keras tanpa bau → Biasanya tanda kamu makan cukup serat.
2. Kentut tidak bersuara tapi sangat bau → Bisa jadi bakteri usus sedang tidak seimbang.
3. Sering kentut → Kemungkinan kamu terlalu banyak menelan udara saat makan/minum.
4. Bau sangat menyengat → Bisa menandakan pencernaan lemak kurang optimal.
5. Bau seperti bawang → Tubuh mungkin sedang memproses senyawa sulfur dari makanan.
6. Bau seperti susu basi → Bisa jadi tanda intoleransi laktosa.
7. Kotoran berwarna hijau → Biasanya karena banyak makan sayuran hijau atau makanan tertentu.
8. Kotoran sangat gelap → Bisa dari zat besi, tapi kadang juga perlu diwaspadai.
9. Kotoran pucat → Bisa berkaitan dengan empedu atau fungsi hati.
10. Kotoran cair → Bisa disebabkan infeksi ringan atau stres.
11. Kotoran keras → Tanda kurang minum air atau kurang serat.
12. Bau sangat amis → Bisa menandakan ketidakseimbangan bakteri usus.
13. Warna kotoran berubah-ubah → Biasanya dipengaruhi makanan yang kamu makan.
14. Bau sangat busuk → Bisa jadi tanda penyerapan nutrisi kurang optimal.
15. Kotoran terasa lengket → Bisa karena terlalu banyak konsumsi lemak.
16. Kotoran mengapung → Biasanya karena gas atau makanan belum tercerna sempurna.
SOLIDARITI PAHLAWAN MALAYSIA KEPADA INDONESIA
Pasukan Batalion Malaysia MALBATT 850-13 mengadakan Solat Jenazah Ghaib ke atas 3 anggota Pasukan Pengaman PBB Indonesia yang gugur dalam serangan Israel di Selatan Lubnan
Solat ini diadakan di Kem Marakah Selatan Lubnan
Pantesan tabungan gak pernah nambah. Ternyata Aku sering melakukan dosa kecil yang dianggap sepele.
Ini 5 dosa kecil yang diam-diam bikin rezeki seret. Nomor 3 sering diabaikan.
Israel killed 3 Indonesian UN peacekeepers in South Lebanon.
They were wearing blue helmets.
They were in UN uniforms.
They were peacekeepers.
Israel bombed them anyway.
Not a peep in Western media.
Not a word from the international community.
Kick Israel out of the UN.
Nyawa 3 prajurit TNI cuma diposting di instastory, hilang dalam 24 jam, dan move on kayak gak ada kejadian apa-apa. Gak ada kecaman. Gak ada gebrak-gebrak meja.
Ini orang bahkan lebih marah dibilang Anies 11/100 sampe diungkit terus dibanding 3 personel TNI yg dibunuh Israel.
Presiden Prabowo telah memberikan ucapan duka cita terhadap prajurit TNI yang gugur di INSTAGRAM STORY, tentu tanpa adanya pernyataan tambahan yang mencerminkan perasaan marah masyarakat Indonesia, atas KEKEJIAN MILITER ISRAEL yang sudah merenggut nyawa prajurit kebanggaan kita.
Duka cita mendalam atas gugurnya tiga prajurit terbaik TNI dalam misi United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di Lebanon Selatan: Kapten Inf Zulmi Aditya, Sertu Ikhwan dan Praka Farizal Rhomadhon, yang gugur dalam dua insiden pada 29–30 Maret dalam agresi Israel ke Lebanon Selatan.
Sebagai bagian dari Kontingen Garuda di UNIFIL 2006, kami memahami risiko dan kehormatan misi ini. Gugurnya tiga prajurit TNI adalah kehilangan besar bagi bangsa Indonesia. Mereka gugur dalam tugas mulia menjaga perdamaian dunia.
Serangan terhadap pasukan penjaga perdamaian merupakan pelanggaran serius terhadap hukum humaniter internasional & tidak dapat ditoleransi. Kami mendesak PBB & UNIFIL untuk segera melakukan investigasi yang menyeluruh, transparan & akuntabel guna mengungkap sumber serangan secara jelas.
Doa kami untuk para prajurit & keluarga yang ditinggalkan. Pengorbanan para prajurit akan selalu terkenang, sebagai garda terdepan Indonesia menjaga perdamaian dunia.
Telat ngucapin selamat Ramadan itu sepele, tapi ini 3 personil TNI gugur di Lebanon dan Prabowok belum keluar statement apapun? Bahkan untuk sekedar formalitas pura-pura berduka cita aja belum?
Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.
We are outraged. An Indonesian peacekeeper is murdered. Another is fighting for his life. Israel bombed the base where they served.
This is clearly not an accident, nor a collateral damage. This is Netanyahu’s regime showing, once again, that they don’t care about international law, about UN personnel, and about the lives of those who dedicate themselves to peace.
Indonesia has gone above and beyond. We have sent over 1,200 of our troops to serve under the UN flag. The Indonesian government also joined the Board of Peace to push for a just and lasting resolution in the Middle East. We extended our hand in good faith. Yet the answer to that good faith is a bomb dropped on our soldiers’ base. They spat on every effort Indonesia has made for peace.
But let us be honest, this is not surprising. Netanyahu’s regime has shown time and again that they are indifferent to the world’s calls for restraint. They ignore UN resolutions. They strike UN facilities. They kill civilians, journalists, aid workers, and now peacekeepers. No one is off-limits. No one is safe. Sadly, it keeps going because the world keeps allowing it.
To the UN Secretary-General, we appreciate your condemnation and your condolences. But words are not enough anymore. The UN must move beyond statements. Concrete, enforceable, and urgent action is what this moment demands. The credibility of the UN is on the line. If the world body cannot protect its own peacekeepers, what exactly is it protecting?
To the nations of the world, now is the time to act together. Push for accountability. Refer those responsible to international courts. Enforce the rules that you all signed up to uphold. International law is only as strong as the willingness of nations to defend it. That willingness has been tested over and over again by Netanyahu’s regime. For countless of times, the world has failed the test.
Do not let this death be forgotten in a news cycle. Do not let this become just another statistic in a long list of violations. Demand justice. Demand accountability. Make clear that those who attack UN peacekeepers will face real consequences.
Kepada prajurit TNI yang gugur, selamat jalan, Pahlawan. Doa kami menyertai, juga bagi keluarga yang ditinggalkan. Kepada yang terluka, semoga lekas pulih. Indonesia berduka, tapi kita yakin, Indonesia tidak akan diam.