mulai normalisasi;
"dicintai/mencintai dengan tenang"
jadi ga perlu sibuk masalah effort & feedback, kurangi curiga & tanamkan mindset saling percaya, serta tumbuh bersama jadi lebih baik lagi.
makin dewasa, makin sadar kalo cinta juga perlu tumbuh dg situasi & orang yg tepat.
lagi scroll sosmed nemu quotes yg nampar banget:
"kamu itu butuh istirahat, ga semua hal jadi tanggung jawabmu untuk memperbaiki yg rusak, bukan tugasmu membuat semua orang bahagia. untuk saat ini, luangkan waktu untuk dirimu sendiri. cape kan? sudah waktunya untuk mengisi ulang"
Hidup lagi capek capeknya Alhamdulillah nemu tulisan yang kayak gini,
“Dan salah satu episode terbaik dalam hidup adalah ketika kita mampu bersyukur atas setiap takdir yang kita jalani.”
katanya; "hubungan dewasa" jadi komunikasi ngga harus tiap hari & kalo mau pergi kemanapun ngga harus pamitan.
katanya; "hubungan dewasa" siangnya sibuk, malamnya ngantuk cape mau istirahat.
jadi, sebenernya hubungan tersebut yg dewasa atau kamu yg ngga terlalu penting buat dia?
semakin dewasa, hubungan yg serius ngga perlu diumbar, ngga marah kalau ngga pernah dipamerin di story atau post bareng do'i, itu semua ngga terlalu penting. tapi, semakin dewasa hanya perlu pengakuan dari individu masing-masing, bahwa mampu untuk saling menjaga sebuah komitmen.
@pesanbunda Dendam ini masih ada, luka ini masih terasa. Sampai jumpa di titik pembalasan, sakit dibalas sakit, sakit dibalas maaf itu curang.
Tuhan memang pemaaf, tapi ingat saya bukan Tuhan.