Privilege anak orang kaya? Kalo mau bilang contoh nyata anak orang kaya beneran tuh City/PSG yang disuntik duit negara minyak.
Madrid sama Barca itu sama-sama milik socios/member, bukan milik papi billionaire. Bedanya cuma Madrid lebih pinter belanja, makanya mostly free transfer/low cost buat depth squad.
Kalo ‘backup papih’ ya revenue sendiri dari Bernabeu, sponsor & matchday, bukan bailout unlimited.
@tempodotco Ada kasus kereta tabrakan saya diam
Ada kasus daycare bermasalah saya juga diam
Tetapi disini soal prabowo-teddy saya sampaikan SAYA AKAN LAWAN!!!
AKUN KASKUS FUFUFAFA Tidak hanya menghina Prabowo tapi juga menghina anak kandung Prabowo
Tapi Tidak ada Langkah Hukum apapun yang diambil Relawan Prabowo
Tapi saat Seskab Teddy dihina Amien Rais mereka langsung marah dan ancam ambil langkah hukum
INI LUCU BANGET 😭😭
Saya sih nggak terlalu kaget soal isu sensitif istana yang lagi beredar. Yang justru bikin saya kaget adalah fakta bahwa ternyata Komdigi bisa secanggih itu.
Bisa gerak cepat. Bisa responsif. Bisa menekan platform besar. Bisa bikin akses media sekelas YouTube/Google ikut kena tindakan (walaupun masih bisa diakses lewat VPN h3h3). Bisa bikin pernyataan resmi (padahal target subyek pembahasan di video bukan Komdigi, tapi Komdigi rela nyebokin).
Bahkan bisa sigap ambil langkah hukum dan bisa bypass aturan MK soal pedoman UU ITE yang nggak bisa digugat oleh badan/instansi.
Berarti kemampuan teknisnya ada.
Dan kalau kemampuan itu memang ada, harusnya ruang digital kita bisa jauh lebih bersih dari sekarang.
Harusnya iklan penipuan nggak semudah itu lewat. Harusnya nomor pribadi masyarakat nggak seenaknya dipakai SMS promosi.
Harusnya data kita nggak gampang bocor lalu dipakai buat nawarin pinjaman, j*dol, investasi bodong, sampai lowongan kerja palsu. Harusnya platform-platform digital yang merugikan masyarakat juga bisa ditindak dengan kecepatan yang sama.
Karena ternyata masalahnya bukan karena negara ini nggak punya alat. Alatnya ada. Jalurnya ada. Kapasitasnya ada.
Cuma selama ini kita terlalu sering melihat teknologi negara bekerja cepat ketika yang terganggu adalah kekuasaan, bukan ketika yang dirugikan adalah masyarakat.
Karena ternyata tombolnya memang ada.
Cuma rakyat sering kebagian tulisan:
“mohon menunggu”.
Tapi yaa kita sama-sama paham lah ya, kenapa isu-isu krusial yang lain terkesan sulit diberantas.
Sekelas warung remang-remang saja mesti "koordinasi" dulu biar bisnisnya tetap jalan.
Paham kan ya..
cc:cakraadinegara
Apa yang kami takutkan sejak 24 Februari silam ternyata benar-benar terjadi. Yang lebih mengagetkannya lagi, pelakunya bukan driver / pegawe biasa. Tetapi KEPALA SPPG. Korbannya? Anak SD dan baru berusia 9 tahun. Hukuman bagi pelaku? Cuma terancam dipenjara 5 TAHUN.
Masih setia kah kalian untuk bekerja di kubangan lumpur? Sementara dampak buruk dan daya rusaknya pada kehidupan sosial sudah amat sangat begitu terasa. Semoga segera pergi jauh dan dapat kesempatan akan pekerjaan yang jauh lebih layak. 🙏🏻
*Himbauan: jaga anak-anak di sekitar lingkungan kita dari pengaruh buruk pegawe SPPG amoral! ⚠️🚨
'What is the ONE PIECE?' Special Project PV.
Eiichiro Oda has written the secret behind the ONE PIECE Treasure and Monkey D. Luffy in a piece of paper sunk in the bottom of the ocean. Once the series ends, the truth will be revealed.
https://t.co/54qtLlyiWa