@awaaannnn__ lucu bgt lg kemaren ada yg ngomong
“kaya ITB dong sibuk bikin penelitian bla bla bukan sibuk demo”
trs hari ini ITB demo, GONG BGT WKWKWK😭😭😭
Kelas 5 SD, mendiang bapakku nanya kenapa aku bisa ranking satu.
Kujawab, karena rajin belajar.
Lalu bapak cerita panjang kalo aku bisa rajin karena gak perlu bantu ortu kerja, makan bergizi, listrik ada, sekolah dekat (gak harus jalan sekian km).
Masih kuingat sampai kini.
tau gak sih kenapa LAKI-LAKI/SUAMI tuh banyak yg kyk PRINCES? bbrp ada yg mikir kalo udah ngasi NAFKAH= TANGGUNG JAWABnya udah beres. pdhl egk se-simple itu.
aku pernah denger podcast seorang pakar keluarga, dan nemu jawaban dr pertanyaan diatas.
karena KETIMPANGAN POLA ASUH orang tua. di mn anak perempuan dipersiapkan untuk "melayani" sementara anak laki-laki dipersiapkan untuk "dilayani" alias anak laki-laki sering kali tidak disiapkan untuk mjd suami yg terlibat secara emosional dan domestik
see? gmn budaya dan pola asuh orang tua membentuk ekspektasi yg egk seimbang sejak kecil, yg kemudian menjadi akar konflik atau penyesalan setelah pasangan tsb menikah.
gelex ngundang SO7 plis... kalo ngga nikki ya, sekalian dia prambanan jazz mampir dikit, kalo ngga TULUS ya.. atau hindia deh gpp, sekalian sama lomba sihir ama .Feast, ini aku udah downgrade requestku soalnya aslinya aku maunya BTS blackpink collab 💜🖤🩷
gunting titit, gunting bibir, gunting hidung, butain semua mata nya, badannya pukulin dan sundutin rokok disemua badannya. lakuin apa yang dia lakuin ke korban
Unpopular opinion: mungkin kita nilai "bjir UKT segitu aja ngeluh" karena pake kacamata ekonomi kita. Nah kita ga tau cerita di balik sendernya gimana. Kalo prinsip ane sih don't judge a situation you've never been in. Semoga semua urusan kita dilancarkan
alasan gw dulu berusaha banget buat kuliah di tempat terbaik adalah karena gw pengen living with the giants, ketemu, terbiasa, dan belajar dari orang-orang kayak mba fatimah ini.
cara ngomongnya ga tergesa-gesa, ga gampang kepancing emosi, dan tetap on the track ke substansi pembahasan. padahal lawan bicaranya jelas berusaha mainin psikologis dengan menunjukkan superioritas, terutama pas bilang, “jadi dek... saya pernah mahasiswa yang merasa paling benar.”
kalimat itu seolah-olah mau menempatkan lawan bicara sebagai orang yang harus tunduk, nurut, dan dianggap belum paham apa-apa hanya karena berhadapan dengan orang yang lebih tua.
guys please jangan pernah berhenti doain Palestina dan negara islam lainnya yang lagi dijajah Israel ya
semoga zionis biadab itu segera dihancurkan oleh Allah aamiin
yang keterima tapi terhalang ekonomi, yang ekonomi cukup tapi belum diloloskan, yang sudah berusaha mati matian tapi belum dijodohkan dengan rezekinya, tetap kuat ya… God is teaching us something we never knew we needed…
jurnal ini memakai gagasan Pierre Bourdieu tentang elective affinities. penjelasan singkatnya orang cenderung dekat dengan orang yg sefrekuensi. bukan cuma sefrekuensi soal musik atau hobi, tapi juga soal cara hidup, selera, kelas sosial, pendidikan, dan cara melihat masa depan