Media Askar, Dosen UGM: "DATANGLAH HARI KETIKA..."
Kami, saya pribadi, itu tidak pernah menyangsikan niat program MBG ini.
Hingga akhirnya datanglah hari di mana program itu diluncurkan.
Datanglah hari ketika pimpinan BGN itu dipilih dari ahli serangga.
Datanglah hari ketika pimpinan BGN itu dari polisi dan TNI
Sampai kemudian datanglah hari ketika penunjukan SPPG itu tidak melewati skema pengadaan barang dan jasa yang benar.
Datanglah hari ketika kita kemudian tau SPPG itu dimiliki oleh unsur, entitas yang terafiliasi dengan penguasa.
Datanglah hari kemudian kita tau ada ribuan dapur dimiliki oleh polisi, kemudian TNI, ormas keagamaan, termasuk juga mereka yang terafiliasi dengan partai politik.
Sampai kemudian datanglah hari ketika Pak Prabowo berpidato bahwa polisi dan TNI dilibatkan dalam pemberian Makan Bergizi Gratis.
What's going on here?
Saya menghabiskan belasan tahun meneliti tentang perlindungan sosial di banyak negara.
Saya menyelesaikan S2 dan S3 saya di Inggris.
Tidak ada satu pun negara di seluruh dunia, yang program makan bergizi gratisnya dilakukan oleh aparat keamanan.
gila ternyata akar masalah KDMP banyak yang bermasalah dan lokasi ngawur berawal dari peraturan ini yang berisi :
- surat kemenkeu no.s-9/mk/pk/2025 (14 mei 2025)
- syaratkan pencairan dana desa tahap ii pada pembentukan kdmp
- desa wajib kirim akta pendirian kdmp (atau minimal bukti sudah diajukan ke notaris) sebelum dana cair
- penyaluran dana desa tahap ii akan dilakukan setelah dokumen tersebut diterima
- artinya dana desa jadi disandera
- kalau tidak segera bentuk kdmp,
- dana pembangunan desa ikut tertahan
- desa dipaksa buru-buru gelar musdesus & dirikan kdmp demi kejar syarat pencairan dana
- kemungkinan besar inilah yang bikin banyak desa asal pilih lokasi tanpa pertimbangan matang (di tepi jurang, lereng gunung, dll)
- demi kejar tenggat administratif
Dengan hormat, saya sungguh heran kenapa Pemerintah 🇮🇩 tidak memenuhi undangan Iran utk mengirim delegasi resmi ke pemakaman almarhum Ayatollah Khamenei yg terbunuh dlm serangan militer ilegal.
Yg saya dengar, berbagai upaya gigih Iran utk mengundang Pemerintah 🇮🇩 tidak mendapat tanggapan. (Mereka kan juga punya harga diri - tidak mungkin mengemis-emis kehadiran kita.) Akhirnya, yg hadir hanya Dubes RI di Teheran - yg dianggap oleh Teheran sbg sikap menyepelekan undangan ini, bahkan dianggap sbg tamparan. Sementara Arab Saudi, Qatar, Turki, Oman, Kazakhtan, Mesir, Pakistan, Rusia, Tiongkok, India, Malaysia, Bangladesh dll (lihat daftar dibawah) sama sekali tidak ragu mengirim delegasi resmi pada tingkat Menteri, bahkan Pakistan pada tingkat Presiden. 🇮🇩 sbg negara berpenduduk muslim terbesar di dunia satu-satunya yg ABSEN mengirim delegasi. Bahkan Malaysia nampak lebih bebas aktif dari Indonesia.
Apakah ini berarti polugri "bebas aktif" kita mulai LUNTUR krn 🇮🇩 takut/sungkan thdp Amerika ? Has “FEAR” become a factor in Indonesian foreign policy ? Ataukah kekhilafan ini lebih mencerminkan MANAJEMEN sistem politik luar negeri yang penuh masalah - sebagaimana biasanya, surat undangan macet di berbagai meja dan tidak ada yg berani mengambil keputusan. Paling tidak 🇮🇩 bisa mengirim Wamenlu urusan dunia Islam Anis Matta - tapi beliau justru keliling Asia Tengah utk kunjungan yg sifatnya rutin.
Kita seakan melupakan bhw Iran adalah sahabat lama Indonesia, hubungan selalu terjaga dgn hangat dan saling menghormati, dan tidak pernah ada konflik antara kedua negara. Kehadiran delegasi resmi 🇮🇩 dlm acara penghormatan terakhir Ayatollah Khamenei (yg sayangnya tidak terjadi) seharusnya menjadi momen pembuktian diplomasi bebas aktif Indonesia, momen persahabatan RI-Iran sekaligus sinyal tegas dari Jakarta bhw adalah aksi pembunuhan Ayatollah Khamenei adalah aksi ilegal yg melanggar hukum dan norma internasional.
Jangan sampai kita selalu lantang bicara bebas aktif, tapi begitu diminta menentukan sikap dlm situasi yg sensitif, kita bersembunyi.
Please remember : bebas aktif adalah #diplomasiberprinsip, bukan #diplomasisungkan
Boleh dikutip.