Di Amerika, harga buku hanya setara satu jam kerja. Upah minimum di sana sekitar $15/jam, sedangkan harga buku $15-20. Artinya mereka bisa membeli satu buku hanya dengan 1 jam kerja, seperti halnya kita membeli es teh jumbo di pinggir jalan.
Di Jepang, satu buku juga bisa dibeli dengan satu jam kerja. Upah minimum disana sekitar ¥1000-1200/jam. Harga buku ¥900-1300.
Di Jerman, satu buku = satu makan siang. Hanya dengan 2 jam kerja.
Di Inggris, satu buku bisa dibeli hanya dengan setengah jam kerja. Buku bukan jadi barang yang harus ditimbang antara 'beli atau tidak' buku sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari seperti roti.
Di Norwegia, negara ikut menanggung harga buku, negara hadir memberikan subsidi dan distribusi yang merata, karena mereka percaya: bangsa yang cerdas dimulai dari buku yang mudah disentuh.
Di Malaysia. Buku masih bisa dijangkau hanya dengan 2 jam kerja.
Singapura. Satu buku bisa dibeli dari sisa makan siang.
pendidikan itu public goods ya mentemen. kalo ada yg ngamuk biaya pendidikan mahal responsnya jangan "ya brarti targetnya bukan elo". GAK BEGITU YA. udah KEWAJIBAN pemerintah menyediakan aksesibilitas pendidikan buat seluruh LAPISAN MASYARAKATNYA, TANPA TERKECUALI.
1. Gaji hakim naik 300%. Bisa banget!
2. Menteri minta 5T? Saya kasih 10T!
3. Anggaran MBG 1,2T per hari. Bisa!
4. Bangun KOPDES 3M per toko. Bisa!
5. Beli motor listrik buat BGN 1T. Bisa!
6. Nyuap MAHASISWA 300 juta. Bisa!
7. DEMO (100K + Wajan + Jajan) Bisa!
8. Gaji Kabinet Gemuk 103 orang. Bisa!
9. Plesiran terus ke luar negeri??? Bisa!
10. Naikkan gaji guru? Uangnya ga ada!
SAKIT JIWA !!! RIP INDONESIAKU💔💔💔
Guys udah pada tidur belum? Yuk yang belum kebagian aku jajanin lagiii 🙆♀️
Rules :
- RT + Like tweet ini dan tweet yang aku pin
- Reply pengen jajan apa + tag aku
Goodluck...
#giveaway#zonajajan#zonauangㅤ
Pdhl waktu pilpres yg pendukungnya suka pake branding ala Idol kpop tu anies karena waktu itu rame anies bubble.. Tp ternyata yg lebih niat jd Idol kpop itu si wowo ya, setahun bisa world tour brp kali bjir dia?? Mana fansnya jg move like a kpopers yg suka babying their Idol
Giveaway spesial dari sahabat sepaket buku buat satu orang beruntung. ketik reg spasi weton wkwk canda. follow, like, rt, ketik apa aja dah buat nandain. sampai hari rabu ya pukul 19.27 WIB. jangan lupa Bismillah…
sehat bahagia selalu semua. terus baca, baca terus 🌻
Ga berasa udah baca, rating & review 1500++ buku 🎉. Buat ngerayain, gue mau kabulin BOOK wishlist buat 5 orang yg beruntung dg nominal max 150ribu rupiah. Caranya:
1. RT & likes post ini
2. Reply dg judul buku yg dimau
Ditunggu sampai Minggu, 7 Juni 2026. Good luck! 😁
Jawaban buat pertanyaan zee sebenernya udah jelas, namanya Telkomsel. Operator paling gede, paling kaya, paling banyak pelanggan di negeri ini, yang paling pertama maju dan paling lantang soal masa aktif 28 hari, lalu dengan entengnya bilang ini semua demi kebiasaan pelanggan. Seakan-akan jutaan orang Indonesia ngantri minta jatah internetnya dipotong dua hari tiap bulan.
Indosat ikut nimbrung, XL katanya ikut di sebagian paket walau katanya mayoritas paketnya masih 30 hari. Tapi yang ngebuka pintunya Telkomsel, dan mereka ngebungkusnya pakai kata manis soal customer behaviour. Padahal lo ga butuh gelar ekonomi buat ngerti, ga ada satu pun pelanggan yang behaviour-nya pengen bayar lebih sering buat barang yang sama.
Mainnya halus, makanya jarang ada yang ngeh. Setahun ada 365 hari. Masa aktif 30 hari berarti lo beli 12 kali. Begitu jadi 28 hari, lo dipaksa beli 13 kali buat nutup tahun yang sama. Satu belanja ekstra, tiap tahun, dikali puluhan juta pelanggan. Simulasi IDN Times nyebut selisihnya bisa sekitar Rp100 ribu per orang per tahun, walau angkanya tergantung ke paket dan pola pakai, jadi cek lagi sesuai kasus lo. Kecil di kantong lo, tapi jadi gunung everest di laporan keuangan mereka.
Belum kelar di situ. Sisa kuota yang udah lo bayar bakal hangus begitu masa aktif lewat. Operator ngotot istilah hangus itu ga tepat, katanya yang lo beli cuma hak akses jaringan buat periode tertentu, dianalogiin kayak obat yang ada tanggal kadaluarsa. Tapi pas PLN diseret ke sidang, mereka jelasin token listrik ga pernah hangus, karena yang ngurangin saldo itu pemakaian, bukan jam dinding. Pertanyaannya, kenapa listrik bisa, internet enggak?
Soal hukum gw ga mau lebay, sampe detik ini belum ada putusan yang nyatain operator bersalah, karena perkaranya emang masih jalan. Yang nggugat bukan orang gede, cuman pengemudi ojol Didi Supandi dan kawan-kawan, plus sekelompok mahasiswa hukum, yang nilai kuota dihapus sepihak tanpa kompensasi adil itu nabrak hak atas harta benda di UUD 1945. Dan lo tau siapa yang pasang badan belain operator? Pemerintah sendiri, lewat Komdigi, yang bilang rollover atau refund bakal nambah beban biaya.
Jalannya berdarah-darah. Satu gugatan emang udah dipentalin MK pertengahan Mei 2026, tapi gugurnya gara-gara berkasnya dianggap kabur, bukan karena isunya kalah. Ibarat lamaran ditolak gara-gara formulirnya nggak lengkap, bukan gara-gara orangnya nggak layak, hakim bahkan belum sempet nimbang inti perkaranya. Tiga gugatan lain masih bertahan dan lagi diperiksa isinya. Di sidang, ada hakim yang nanya tajem ke operator, "kok kuota belum habis tapi udah hilang". Dari luar, YLKI ikut ndorong. Jadi tekanannya datang dari dua arah sekaligus.
Tapi apakah bisa menang?
Di Afrika Selatan, rakyatnya ngeluh soal hal yang sama persis bertahun-tahun, kalah terus, sampe akhirnya regulatornya nyerah dan maksa operator ngerollover otomatis kuota yang belum kepake mulai 2027. Bedanya, di sana yang ngalah duluan itu lembaga pengawasnya yang bikin aturan baru, bukan hakim lewat pengadilan. Di kita malah sebaliknya, lagi diperjuangkan lewat gugatan ke MK. Beda pintu masuk, jadi belum tentu hasilnya bakal sama.
Sejarah udah berkali-kali ngebuktiin, raksasa kayak gini tunduk bukan gara-gara digoyang orang gede. Tapi karena orang-orang biasa yang capek haknya dirampok diam-diam, lalu mutusin buat ga diem. Pertanyaannya tinggal satu, dia bakal menang, atau jadi tumbal yang namanya kita lupain begitu palu diketok?
Guys ada yg mau jajan lagi? Yuk buat satu orang ya 🤗
Syaratnya :
- RT + LIKE tweet ini dan tweet yang aku pin 📌
- Reply lagi pengen jajan apa + tag aku
Goodluck...
#giveaway#zonajajan#zonauangㅤ
Fenomena daging kurban dijual warga tuh sebenernya sinyal buruk negara loh.
Kesampingkan dulu soal etika di sini, aku jadi mikir, "Kenapa mereka bisa sampe ngejual dagingnya?"
Ternyata justru yang mereka butuh tuh hal yang lebih mendasar daripada daging. Beras, minyak, telur, dan kebutuhan pokok lain harganya sekarang makin naik. Kan ga mungkin mereka ngegadoin daging doang tapi ga ada beras atau minyak.
Seharusnya ini yang dipikirin sama pemerintah sih, gimana caranya supaya mereka bisa afford kebutuhan dasar. Bukannya malah jadi sosok performative dengan qurban 1000 ekor sapi, pake APBN lagi~
khutbah ied:
“selain berkorban, idul adha juga membunuh sifat kebinatangan yang melekat pada diri yang berkurban. seperti rakus, ingin menang sendiri,dan melanggar konstitusi”
bro chill😭😭😭