Selamat kpd POLRI yg tlh menjebol tembok penyembunyian harta2 yang diduga hasil korupsi di sebuah kafe dan beberapa titik lainnya. Selamat kpd KEJAGUNG yang terus memburu koruptor di BGN dan MBG. Silahkan berlomba utk saling bongkar korupsi. Itu bagus utk pemberantasan korupsi.
YOUR MASCULINE EVOLUTION:
Age 20 – Ego
Age 21 – Chaos
Age 22 – Distraction
Age 23 – Pain
Age 24 – Purpose
Age 25 – Focus
Age 26 – Discipline
Age 27 – Emotional maturity
Age 28 – Vision
Age 29 – Accountability
Age 30 – Leadership
Age 31 – Strength
Age 32 – Control
Age 33 – Direction
Age 34 – Power
Age 35 – Stability
Age 36 – Legacy
Age 37 – Authority
Age 38 – Protection
Age 39 – Wisdom
Age 40 – Peace
⚠️ TRIGGER WARNING ⚠️
Berdasarkan Informasi yang beredar, kejadian bermula saat wanita baju putih sedang berphoto , tanpa sengaja lampu Flash camera hp nyala, wanita di depannya tersinggung lalu terjadi perdebatan hingga pengeroyokan (18/10/2025)
📍 Cengkareng
DISCLAIMER
Informasi diatas sebatas kabar yang beredar, jika ada info lain silahkan komentar.
Pesan Moril
Tidak ada alasan apa pun yang dapat membenarkan tindakan kekerasan, karena ia selalu bertentangan dengan prinsip kemanusiaan
...3 jam nonton full
1st time nonton utuh Ferry Irwandi
Mungkin karna tema'y aksi massa jd dia nampak payah, skor fair 5/10.
Pondasi argumen'y:
-Gas air mata Unisba=polisi bohong -Brimob tangkap TNI=polisi jujur
Inkonsistensi-paradoks yg jd bumerang bikin Ferry gelagapan dan akhirnya harus dia tutupi dengan gestur bluffing-meyakinkan dibalut retorika akrobatik nan absurd:
"2 hal yg saya gak takut adalah mati dan masuk penjara"
Yah jelas aja gak takut mati+penjara lah, kan gak berani nyebut apapun secara lugas-harafiah pas ditodong:
1. Apakah Fufufafa = Gibran? jelas banget dia gak berani lugas jawab
2. Nama2 akun yg dianggap sbg pemicu kerusuhan, lagi2 menghindar, padahal ini ditanya berkali2.
Jadi pake retorika mengklaim tidak TAKUT akan 2 hal tapi di saat bersamaan secara vulgar memperlihatkan 2 momen TAKUT menjawab pertanyaan. Absurd.
Dia hanya tertolong dengan retorika:
"yang salah itu bukan rakyat tapi mereka wakil rakyat yg melukai hati rakyat"
Pada bagian itu yah tentu aja setuju lah, anak lulusan SD aja bisa kalo ngemeng gitu doank hadeuh.
1-1nya kredit baginya adalah memulai dgn menyebutkan 9 nama korban tewas. Respek dan salut.
Meski demikian konsekuensi menyebut 9 nama korban tanpa baca teks tsb juga menyisakan 1 ironi.
Dia tidak menyebut nama warga Papua yg juga tewas yaitu Septinus Sesa.
Mungkin bisa aja ngeles "oh yg di Manokwari kan demo pemindahan 4 tapol".
Andai dia ngeles pake itu yah malah blunder fatal karna "tapol" bagi rakyat Papua adalah simbol/lambang perjuangan tentang keadilan.
Isu ketidakdilan ini kan yg menewaskan 9 korban di luar Papua.
Jadi alih2 membuka diskusi dgn cara simpatik sebut 9 nama korban tewas (di pulau Jawa+Sulawesi) tp tanpa sadar dia juga menambah luka kronik warga Papua yg selalu terlupakan, seolah tak ada.
Sangat disayangkan, kurang riset. Padahal Septinus Sesa sama2 tewas di malam yg sama dengan Affan Kurniawan.
Ini sekali lagi memperlihatkan bahwa Papua adalah "kosmik" yg berbeda dan jauh dari Indonesia walau sering didaulat sbg bagian dr NKRI.
Di TL, fans2 dia pake potongan video seolah sedang "mempermalukan" ex KA Bais. Ya sah2 aja, namanya juga tim pemandu sorak
Tapi jelas banget dia gelagapan gak bisa matahin video dari ex KA Bais, dan lagi2, nutupin pake gestur minta afirmasi penonton lalu nutup pake satir bahwa dia percaya TNI dan Polisi gak mungkin salah. Lagi, gak ada argumen, cuma permainan kata2 retorika belaka+topping bumbu satir.
Padahal dia berapi2 melabeli dirinya sbg "ahlul data" pada diskusi tsb malah tidak berdaya ketika dihadapkan data video dari ex KA Bais tsb.
Untung pada momen itu, Aiman "menyelamatkan" awkward dia dan segera switch ke narsum Pangi.
Pada intinya memang dia sudah memulai dengan pondasi premis standar ganda yg akhirnya melumat dirinya sendiri.
Bahkan ketika dia berusaha membangun ulang momentum ganti pondasi via intermezzo melabeli semua narsum (selain dirinya) sbg pro Prabowo, lagi2 salah data dan, justru Aiman di sini yg menyanggah. Bikin dia yah makin amblas.
1-1nya yg nolong dia yah ex Aktivis yg pernah ditangkap saat tragedi Bawaslu 2019. Aktivis ini bilang bhw baik Ex KA Bais-Ferry-Pangi, ketiganya benar. Begitu Aiman suruh pilih mana yg lebih sreg dari ke-3-nya, aktivis tsb pilih Ferry dan Pangi.
Itulah momen yg mengatrol skor akhir dia dari 3/10 jadi 5/10.
============================
U/ Budiman, dia salah data gak sebut demo Omnibus Law 2020 sbg demo terbesar sebelum demo kali ini. Tp closing dia OKlah soal kategori negara2. 6,5/10
U/ Pangi, hoax ucapan Sri Mulyani malah disertakan sbg data. Hadeuh. Tp selain blunder itu, selebihnya dia paling OK. 8/10.
Ex Ka BAIS walau jadi olok2 netizen (yg mungkin gak nonton 3 jam full) tp dia solid pertahankan argumen walau retorikanya lemah+konyol. 7/10
U/ narsum peneliti yg klaim penelitiannya telah didonlot 2 juta kali jg Ok. 7,5/10
2 narsum lain normatif cari aman. 6/10
Sekian... (``,)
Sikap Partai Keadilan Sejahtera :
1. Tiadakan tunjangan rumah dinas Anggota DPR RI
2. Segera sahkan RUU Perampasan Aset
3. Aparat diharapkan mengedepankan persuasif dan humanis dalam menjaga ketertiban di masyarakat
Muhammad Kholid
Sekjen PKS
At least three people have been killed and five injured in a fire blamed on protesters at a regional parliament building in eastern Indonesia, as widespread anti-government demonstrations rock the Southeast Asian nation https://t.co/xDYBMyfmWU
Protests continue across multiple cities in Indonesia, including Surabaya, Yogyakarta, Medan, and Bandung, after police ran over and killed a motorcycle taxi driver during an anti-gov't demonstration in the capital Jakarta.
@SyaikhuMochtar@CkrRiyan12176@DokterTifa Berarti mulai dari menteri, kepala daerah sampai perangkat desa dianulir dan harus mengembalikan semua. Karena mereka semua yg mengangkat kan dari presiden? (Bertanya dengan nada lembut)