@M_Zulfan_Z@LambeSahamjja Ini yg jadi masalah banyak org indo, tidak rasional dalam berpikir, lebih suka "dramanya" dari pada "faktanya" , sebenernya gk penting yg ngomong itu siapa tapi yg penting itu apa yg diomongin.
@edamamine_@vasir_berpasir@KY11041@Ogaman888 Lagian data anda juga tidak lengkap, kalau kita lihat data 2015, itu ahok baru menjabat kurang dari setahun, pada akhir jabatannya normalisasi belum selesai karena kasusnya, sedangkan pada 2020 anies sudah menjabat hampir 3 tahun, jelas naturalisasi sudah hampir selesai.
@edamamine_@vasir_berpasir@KY11041@Ogaman888 Salah anda, normalisasi lahan dan naturalisasi lahan itu harus berjalan beriringan, normalisasi tanpa naturalisasi akan kurang optimal, sedangkan naturalisasi tanpa normalisasi hanya solusi jangka pendek, silahlan cari pendapat ahli tata kota tentang ini.
@edamamine_@vasir_berpasir@KY11041@Ogaman888 Kalau dilihat dari data tahun tsb, tentu mempercepat surut lebih efektif karena lebih cepat prosesnya, tapi kalau dari sustainibilitynya cara ahok jaih lebih baik, karena memperbaiki fundamental yg salah.
@edamamine_@vasir_berpasir@KY11041@Ogaman888 Betul tetap kurang, karena fokus ahok dan anies dalam nangganin banjir itu beda, anies fokus ke mempercepat surut banjir/mengurangi genangan, sedangkan ahok itu fokus ke infrastruktur banjir seperti normalisasi lahan.
@edamamine_@vasir_berpasir@KY11041@Ogaman888 Ya ada, tapi kalo benchmarknya ahok ya emg kurang bgt anies mah. Jujur ajalah yg berani revolusi pemprov dan disaat bersamaan berinovasi di dki itu cuman ahok.
@Radaimond@LambeSahamjja Ngapain si ngomongin rumah tangganya, gk berbobot bgt komen anda, bayangkan anda lagi debat lawan anda bawa argumen bedasarkan kebijakan dan rekam jejak kepemimpinan anda malah ngomongin rumah tangga orang, komen anda kyk komen tetangga2 yg doyan gosip.
@soeradireza@logikamystika@musonique@LambeSahamjja di pertamina, ahok itu komisaris dia cmn bisa menyarankan dan itu udah dilakukan, dia gk bisa memutuskan, saran kalau gk dieksekusi ya gk akan berefek dan itu bukan slh dia karena dia gk punya wewenang untuk mengeksekusi.
@Farisa_Dh@awldrw@harianTXT Ya kan yg menang anies, yg sering muncul ke media bareng ormas2 yg skrg udh dibubarin juga dari kubu anies. Justru di putaran kedua suara ahy pada lari ke anies efek politik identitas.
@awldrw@harianTXT Jkw dateng wktu itu buat nyelametin pilpresnya, Jkw itu gk secara langsung yg menjarain, waktu itu ahok juga gk banding ya biar gk nyerempet ke pilpres, kenapa yg di goreng anies? Ya karena yg paling merasakan manfaatnya ya anies lah wong dia menang pemilunya.
@Gar_Logan_52@harianTXT Image dia tu dah melekat sama politik identitas sejak 2014, ya mungkin emg dia gk terang2an pas 2014, tapi jelas dia menikmatinya. Konyol sebenernya sih, karena jatohnya senjata makan tuan. Setiap kali mau maju mayoritas selalu inget dia sebagai tokoh politik identitas.
@awldrw@harianTXT Jkw gaet ma'ruf itu buat ngantisipasi serangan agamis dan sekalian nyari suara dari agamis, penyebab harus dianstisipasi ya karena ada yg main politik identitas dan menikmatinya pas pemilu 2014, jadi Jkw itu bukan bawa2 agama tapi lebih ke "mencegah lebih baik dripada mengobati".