Tiga jilid Ensiklopedia Ki Sunda kini dapat diunduh secara bebas. Dengan total 1.500 halaman, karya ini merupakan sebuah ikhtiar untuk membaca kembali pengetahuan Sunda sebagai suatu sistem pemikiran tentang alam, manusia, ruang, teknologi, tata kehidupan, dan masa depan.
Ditulis oleh bersama dengan Dr Aditia Gunawan, Dr Hazmirullah, Dr Luthfi Adam, Dr Munawar Holil, Dr Gani Ahmad Jaelani, Prof. Dr Jajang A. Rohmana, Dr Adilan Mahdiyasa, Tasya Salsabila, serta para peneliti BP2D Pemprov Jabar lainnya, Ensiklopedia Ki Sunda mempertemukan kajian manuskrip, sejarah, ekologi, dan ilmu pengetahuan.
Warisan pengetahuan tidak semestinya berhenti sebagai obyek seremoni. namun dibaca, diperdebatkan, dan dijadikan cara pandang akan dunia
Read for free here: https://t.co/YZUPLdzvFk
Translate liputan ttg pidato Londo Ireng yg ditulis oleh Londo-Ora-Ireng di De Volksrant (arti literal : yapping-nya masyarakat) yg koran besar di Belanda by Grok (Belanda ke Inggris) dgn sedikit polesan:
IS INDONESIA ON THE WAY TO BANCRUPTCY?
The Indonesian economy is threatening to collapse, but President Prabowo Subianto denies it in every possible tone. He calls critics “black Hollanders” (traitors) and for the time being does not appear to plan to stop his enormous, money-devouring projects.
A sample from the Indonesian newspaper headlines of recent times: governor of the central bank Perry Warjiyo steps down; the rupiah is still fluctuating around a historic low; the number of bananas is still more than thirty thousand kilos higher a year later.
But Indonesian President Prabowo Subianto denies that his country, the world’s fourth-largest economy by purchasing power, is heading for a crisis. He emphasises that growth is still a solid 5.6 percent.
In a speech last week he compared critics to londo ireng, Javanese for “black Dutchmen.” The term originally referred to Ghanaian mercenaries in the colonial army, but was later extended to Indonesians who sided with the Dutch during the war of independence.“They still exist, they are now journalists, analysts, NGOs,” according to Prabowo.
In a mocking tone: “They have been claiming for months that Indonesia is going to collapse. First it was going to happen in April, then in May, June, July… But nothing is happening!”
Catatan:
- ini sebagian liputan/berita. Bagian awalnya.
- pilih translate ke Inggris yg serumpun Belanda spy lebih sedikit kesalahan yg perlu dikoreksi.
Gimana ya caranya menamai duka anak-anak yang … gak pernah neko-neko, gak kriminal, tapi ironisnya malah harus ke psikolog karena JUSTRU dia “anak yang baik”.
Mereka berusaha kasih semua karena percaya jadi anak baik akan membuat mereka aman, tapi ternyata enggak.
Artikel liputan investigasi kompas nih banyak juga ngebahas seputar kampus. Yg minggu ini terkait konferensi abal2, seinget ay sebelumnya korup kip, karjimut dosen, joki ilmiah, dll
Ada orang Jerman yang tahu Pela-Gandong lebih dalam dari kebanyakan orang Maluku.
Namanya Dieter Bartels.
Dieter Bartels selesai dari sekolah periklanan di Jerman. Tapi beliau tidak mau menghabiskan sisa hidupnya di kantor percetakan. Jadi Beliau pergi. Keliling dunia. Salah satu tujuannya: Indonesia.
Tahun 1964, pertama kali menginjakkan kaki di sini dengan visa turis 2 minggu.
Namun ternyata tinggal selama 3 bulan.
Visa diperpanjang tiap dua minggu, ceritanya waktu itu masih bisa diurus lewat polisi setempat. Dan rupanya Indonesia terlalu nyaman untuk ditinggalkan begitu saja.
Singkat cerita, beliau sampai di Amerika Serikat. Tidak punya ijazah SMA. Masuk Community College. Dapat nilai tertinggi. Diizinkan lanjut kuliah. Akhirnya sampai di Cornell University, New York dan sedang mengerjakan disertasi untuk gelar Ph.D.
Waktu itu beliau sedang ada di Belanda. Dan di sana beliau menyaksikan sesuatu yang mengubah arah penelitiannya selamanya.
Sekelompok pemuda Maluku melakukan pembunuhan terhadap seorang polisi di depan Kedutaan Besar Jerman di Den Haag(1970an).
Beliau bertanya, Siapa orang-orang ini?
Karena penasaran, beliau kembali ke perpustakaan Cornell. Membaca semua yang bisa ditemukan tentang Maluku, mulai dari zaman Portugis.
Dan tahun 1974, beliau terbang lagi ke Indonesia. Mengajukan izin penelitian. Masuk ke Maluku Tengah. Kebetulan yang tidak pernah beliau rencanakan, tapi tidak pernah beliau sesali.
Penelitiannya berfokus pada satu hal yang dianggap banyak orang sudah cukup diketahui:
Pela-Gandong.
Ikatan persaudaraan lintas agama yang selama berabad-abad menjadi perekat komunitas Muslim dan Kristen di Maluku Tengah.
Salah satu bukunya "Dibawah Naungan Gunung Nunusaku" sudah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia dan menjadi salah satu referensi paling penting tentang budaya Maluku.
Ada dua jilid, Jilid 1 Kebudayaan dan Jilid 2 Sejarah.
Lalu 1999 datang.
Kerusuhan. Konflik. Maluku terbakar.
Dieter Bartels tetap datang.
Bukan untuk meneliti. Tapi karena dia perlu tahu sendiri apa yang sedang terjadi dan kenapa sesuatu yang seharusnya menjadi perekat, justru gagal menahan perpecahan.
"Kerusuhan seharusnya tidak terjadi jika semua elemen masyarakat mengerti betul apa itu Pela-Gandong," katanya.
Sekarang usianya sudah tidak lagi muda.
Tapi hampir setiap tahun, dia masih kembali ke Maluku. Masih meneliti. Masih bertanya.
Di pengantar bukunya, ada satu kalimat dari penulisnya yang sulit saya lupakan:
"Prof. Bartels adalah orang Maluku — lebih dari orang Maluku itu sendiri."
Dan di ujung obrolan kami, dia menitipkan satu harapan yang sederhana tapi berat:
Semoga ada orang-orang Maluku yang mau melanjutkan penelitiannya.
Bukan karena dia menyerah. Tapi karena beliau tahu cerita tentang tanah ini seharusnya diteruskan oleh mereka yang lahir dan besar di sini.
Saya coba lacak jejak leluhur Presiden kita lima generasi ke atas berdasar kliping berita, iklan, arsip dan buku-buku lawas. Banyak data-data detail dan informasi baru yg mungkin keluarganya pun enggak tahu.
Jadi alih-alih marah, presiden harusnya berterima kasih pada kami para "londo Ireng" ini yg menyusun historiografi keluarganya selengkap mungkin. 🫰
Bisa dibaca di sini:
https://t.co/ad7V9gb6wa
*Maaf kalau gak sempurna, saya developed microsite-nya sendirian 😵💫
Bisa Gak Sih Ngitung Valuasi di Olahraga secara Realtime?
Kita sering lihat sponsor logo tersiar di TV.
Tapi pernah gak pemasaran, berapa sih nilai dari satu logo yang muncul di layar selama beberapa detik saja?
Kebetulan ada contoh dari report sebuah tim Moto2 yang pernah saya pegang. Nama tim dan brand sengaja saya samarkan karena biar penasaran.
Setiap detik logo brand yg terlihat di motor, di rider suit, di crew, di garage, di media lain dicatat dan dikonversi jadi nilai Euro.
Satu brand di sini: 134 detik total exposure sepanjang balapan → €90.785, atau 28,5% Share of Voice dari total nilai sponsorship tim.
Brand lain yang cuma dapat 5 detik exposure di rider suit → nilainya jauh di bawah, €2.033.
Total tim ini: 471 detik exposure gabungan seluruh sponsor = €319.103 dalam satu race weekend.
Makanya, makin sering rider ada di depan, exposure realtime nya makin tinggi.
Makanya juga tiap race valuenya bisa berbeda-beda. Dan, tiap tim Moto2 udh pasti dpt report ini dr Dorna, utk mereka bisa laporan ke sponsor masing-masing.
Ini metodologi yang dipakai Dorna lewat Clearsight, hitung waktu tayang logo secara salam presisi, lalu dikonversi pakai biaya iklan rata-rata dan jumlah penonton TV.
Perhitungan hanya utk pas live race, ya.
Sekarang coba kita sambungkan dengan konteks live streaming @yourbae semalam.
Semalam, live streaming Reza Arap untuk Indonesia vs Kamboja di Piala AFF 2026 tembus 1.218.566 penonton bersamaan, sepertinya ini salah satu pencapaian terbesar untuk siaran olahraga di YouTube Indonesia, via https://t.co/0RGwgWPPS9 dan https://t.co/3OUGlseHUw.
Kalau exposure logo di jersey Timnas atau LED board dihitung dengan metodologi yang sama seperti Moto2, berapa detik, berapa Euro (atau Rupiah) nilainya di channel non-TV seperti ini?
Sepengetahuan saya belum ada satupun agency atau federasi Indonesia yang secara terbuka mempublikasikan data sedetail ini untuk streaming platform.
Padahal Reza Arap baru saja membuktikan: audiens sebesar itu sekarang ada di YouTube, bukan di TV.
Motorsport sudah 20+ tahun lebih dulu menghitung ini sampai ke detik. Sepak bola Indonesia baru mulai punya datanya.
Ada sih petinggi kompetisi sepak bola yg pas saya tunjukin metode Moto2 ini jawabannya, "Kita jg bisa, kok"
Dan itu 3-4 tahun lalu ☺️☺️
Gue baru aja bikin tools buat ngumpulin tweet template X 😭😭
Asliii ini bantu banget buat kalian yang sering kena gocek template wkwk
FREE. NO LOGIN pastinya...
Coba reply disini apa template yang bisa gue masukin.
Kalian bisa juga partisipasi loh 😭🙏
@asbunizmee Mahal sih gak juga. Kalo dia koret tapi kebelet keliatan tajir bisa pilih wall moulding (frame kotak-kotak itu) dari bahan gypsum, gak sampe 20k/meter cmiiw.
Tapi orang pake wall moulding tuh biasa buat ngejar estetika rumah eropa. Nah umumnya koruptor terobsesi sama style gitu.
Hi warga pengguna transum. Aku baru aja buat app untuk melacak transum di Indonesia 🚌
🔗 https://t.co/hvnKdCs9s7
Selama ini kita harus install app beda-beda dari tiap provider (TJ, Mitra Darat, dll). Ribet kan? Makanya aku ngumpulin semuanya jadi satu.
Pernyataan Sikap FH UGM terhadap tindakan kepada Mbak @nabiylarisfa .
Siap membantu mengawal dan melaporkan tindakan tersebut, biar ditelusuri ke akar akarnya siapa yg memerintahkan ancaman tersebut..
Harus dilawan!
Kalau perlu wajib PTUN sesuai dgn postingan awal mbak Nabiyla!