Jim Carrey had it all:
• Golden Globe winner
• $20 million per movie
• Highest-paid actor by 32
Then he said: 'Jim Carrey doesn't exist.'
People said he lost it. But he actually found the truth.
9 profound lessons from Hollywood icon turned spiritual sage: 🧵
Mengapa Amerika Serikat Gagal ?
Untuk pertama kalinya dalam sejarah AS, para petinggi Washington kehilangan akal karena menemui lawan yang sulit ditundukkan dan serius mengancam hegemoninya. Mengapa AS yang begitu digdaya membabat Toshiba dan Alstom. Kini melempem saat berhadapan dengan Huawei? Mengapa AS gagal menghentikan China?
Jawaban umum atas pertanyaan tsb sering kali diletakan pada kecerdikan (ingenuity) dari pola pikir lateral China. Memang benar kecerdikan pola pikir lateral China ini seringkali membuat dunia terkejut karena solusi China seringkali terobosan baru yang mengejutkan. Namun kecerdikan atau kecerdasan belaka tidak mungkin menyebabkan China berhasil mengatasi tekanan AS.
Pasti ada sesuatu yang lebih dari itu yaitu pada sistem sosial politik yang efektif mendukung pengembangan potensi rakyatnya dan memanifestasikannya bagi kemajuan bangsa. Dengan menciptakan iklim yang kondusif yaitu memberikan dorongan, insentif dan fasilitas, dsb. Hal semacam ini dimanifestasikan dalam bentuk," China has a superior government. It’s very strong, capable and intelligent. It produces better policies, especially long-term policies, and it can execute these policies much more efficiently." Inilah yang disebut Meritocratic Government, sebuah pemerintah yang terdiri dari para pakar yang kompeten dan profesional.
Seleksi Pejabat di Masa China Kuno
Mereka ini berpikir jangka panjang dan jika ada ancaman tidak segan untuk mati-matian bekerja fokus membereskan ancaman tsb. Karena jika gagal dia akan dipecat dengan tidak hormat. Dengan demikian, apapun serangan AS dihadapi oleh sebuah tim pakar profesional yang tangguh dan solusinya rasional dan jitu serta diluar dugaan.
Sebagai contoh, pada saat Huawei diserang. Rakyat China bereaksi dengan menuntut pemerintah melalui para wakilnya di Parlemen untuk membalas dengan menutup Apple. Jika saja para China ini demokrasi model Barat dan dipimpin para politisi. Pasti desakan rakyat ini akan didukung demi popularitas dan sekaligus untuk menunjukkan bahwa diri sang politisi adalah seorang nasionalis, sang pembela negara.
Namun Meritokrasi China menempuh jalan yang sangat berbeda. Presiden Xi meminta tim pakar untuk menganalisis dan memberikan rekomendasi serangan balasan apa yang dapat diambil. Kemudian para pakar dalam presentasinya menjelaskan bahwa jika Apple ditutup maka China akan kehilangan penerimaan pajak sekian juta Yuan, akan ada sekian ratus ribu orang kehilangan pekerjaan, jalur alih teknologi Barat akan tertutup dan nama baik China sebagai pusat manufaktur dunia akan tercoreng, akhirnya opsi ini diabaikan. Tim pakarpun menyarankan agar China membalas dengan cara menghentikan pembelian seluruh produk-produk pertanian AS. Langkah inilah yang paling aman dan tidak beresiko karena China dengan mudah mengalihkan pembelian produk pertanian ke Russia dan Brazil.
Memang benar bagi kaum awam dan para politisi di AS serta negara-negara vassalnya langkah China ini hanyalah bukti bahwa China itu lemah, tidak berani membalas, China itu banci, dsb. dsb dan menjadi bahan tertawaan belaka.
Namun bagi para pakar ekonomi, langkah China ini sebuah langkah yang rasional, jitu serta mematikan. Mengapa demikian? Karena jika anda ingin menghancurkan ekonomi sebuah negara. Cukup buatlah negara tsb tidak memiliki sektor manufaktur dan pertanian yang kuat serta ekonominya hanya bertumpu pada sektor finansial dan jasa. Negara tsb pasti akan rontok dan menjadi sebuah negara yang sangat tergantung secara ekonomi.
Hari terakhir Bajak Laut Legendaris BlackBeard
Pada musim dingin yang cerah sekitar tiga abad yang lalu, para pelaut Inggris menembakkan senapan mereka dalam perayaan ketika Letnan Robert Maynard berlayar menyusuri Sungai James sekembalinya ke Virginia. Setiap pertanyaan mengenai keberhasilan misinya untuk memburu salah satu perompak paling terkenal dalam sejarah dijawab saat orang-orang melihat ‘piala’ yang menggantung di depan kapal Maynard. Piala itu tidak lain dan tidak bukan adalah kepala Bajak Laut paling terkenal, Edward Teach yang terpenggal dan membusuk.