Sobat, mari tolak segala bentuk provokasi untuk melakukan kekerasan, khususnya berbasis gender serta kebencian yang mengandung muatan SARA.
Begitu juga untuk saling menjaga fasilitas dan akses publik yang menjadi sarana satu-satunya bagi para perempuan pekerja serta masyarakat.
This kind of opinion will keep people polarized and whatever noble dreams that we have for our nations will forever be dreams.
Embrace differences. Go beyond differences. Unite as a nation.
heloow kira-kira ada yang punya info freelance editor video yang bisa wfh gak yaa, butuh buat tambah pengalaman + porto. Please dm aku atau komen, terima kaasihh😁❤️
"pemerkosaan itu memang terjadi ... kita juga tidak perlu mencari bukti, tetapi bagaimana kita bisa memberikan rasa aman kepada orang yang terkena musibah tersebut" (Menteri Negara Peranan Wanita, Hj Tutty Alawiyah, 1998)
Pernah ngaku setengah jalan, sekarang malah mundur
Deskripsi tentang pemerkosaan massal Mei 98 dalam novel saya "Dari Dalam Kubur" berdasarkan penelitian & wawancara saya dengan berbagai saksi. Nama-nama saya ubah untuk melindungi identitas narasumber karena teror yang masih mengancam.
@fadlizon Anda mestinya malu!
Berlangganan Jurnal Perempuan dari jaman Reformasi ternyata tidak cukup membuat bapak Fadli Zon bisa berpihak pada korban pemerkosaan 1998.
Oya, JP nya cuma dijadikan hiasan di perpustakaan Bapak Fadli Zon yg koleksi bukunya terkenal wah.
Pemerkosan Massal 1998 dan Fadli Zon
Saya berimajinasi membayangkan Bapak Fadli Zon @fadlizon Menteri Kebudayaan RI, menyampaikan hal sebagai berikut
“Sebagai Menteri Kebudayaan, saya mewarisi bukan hanya narasi kebesaran bangsa, tetapi juga fragmen sejarah yang menyayat: tragedi pemerkosaan massal pada masa transisi kekuasaan 1998. Kita boleh berdebat soal jumlah korban atau definisi ‘massal’, namun bagi para penyintas, penderitaan itu nyata. Luka mereka bukan statistik. Mereka adalah jiwa-jiwa yang dilukai oleh diam dan kelengahan kita.
Dalam upaya pemerintah menulis ulang sejarah bangsa, episode kelam ini akan kami hadirkan dengan keberpihakan yang tegas kepada perspektif korban. Menulis sejarah bukan sekadar menyusun kronik kekuasaan, tapi membaca batin bangsa—mengakui luka, menandai pelajaran, dan menciptakan ruang pulih. Sejarah tak boleh menjadi propaganda, tetapi harus menjadi cermin: agar anak-anak kita tahu, bahwa bangsa ini pernah terluka, dan memilih untuk tidak melukai lagi.
Dengan penuh kerendahan hati, saya menyampaikan permohonan maaf kepada para korban atas kegagalan negara melindungi mereka. Kita telah gagal menciptakan ruang publik yang aman bagi perempuan. Atas nama pemerintah, saya meminta maaf.
Saya dan Presiden Prabowo berkomitmen bahwa tragedi ini tidak akan terulang. Kita ingin tumbuh sebagai bangsa yang tak hanya cerdas, tapi juga berbelas kasih. Bangsa yang menjadikan empati sebagai pilar kebudayaan dan keadilan sebagai wujud nyata dari kemanusiaan.”
**
Bisa kan Pak Menteri Fadli Zon? Anda tentu bisa lebih baik lagi dari imajinasi saya. Kami tunggu yahh
Tabik,
Nadirsyah Hosen
Sakit rasanya membaca kata 2 hujatan dari si empunya surga untuk mbak Shuniyya. Saya mengenal mbak Shuniyya lewat karya2 batik tulisnya yg indah. Suatu kehormatan boleh mengadopsi karya2 beliau. Tetap semangat, mbak Shun. Tetap tegak & tegar; berkontribusi & berkarya.
Nama Shuniyya Ruhama mendadak menjadi bahan perbincangan hangat di media sosial setelah sejumlah unggahan menudingnya sebagai waria.
Sosok yang dikenal sebagai ustazah NU sekaligus pengurus Gusdurian Kendal ini sebelumnya kerap tampil dalam video dakwah yang tersebar di berbagai platform digital.
Isu mencuat sejak akun Twitter @gasmedsos pada 30 Mei 2025 mengunggah cuitan yang menyebut Shuniyya Ruhama memiliki nama asli Eko dan merupakan seorang waria.
Dalam unggahan tersebut tertulis, “Waria berkedok ustazah, Shuniyya Ruhama alias Eko, simak faktanya dengan lengkap.”
Kontroversi semakin berkembang setelah muncul video ceramah Shuniyya Ruhama serta pengakuan dari seorang wanita yang mengaku mengenal latar belakang dirinya.
Simak berita selengkapnya hanya di https://t.co/uJpxhDm5RK
#HardNews_Viral #NewsOne #CariBeritaditvOne #UstazahNU #ShuniyyaRuhama #DidugaSeorangWaria #Viral #NO02