Gubernur Bank Indonesia Mengundurkan diri
Selama beliau menjabat berhasil meluncurkan:
- QRIS
Kita bisa dengan mudah transaksi antar e-wallet ataupun bank
- BI-FAST
dulu admin transfer antar bank 6,5k tapi karna ada BI-FAST jadi hanya 2,5k
Mundurnya Pak Perry Warjiyo bisa diartikan kalau Ekonomi kita tidak baik-baik saja ๐
Laporan dari Korea di program KLAB, KBS tentang MBG:
Sejak tahun lalu, siswa, balita, ibu hamil -- sebanyak 83 juta orang menerima 1 kali makan siang gratis.
Keliatannya bagus.
Tapi kata Prof. Youngkyung Ko dari Yonsei University:
"Proyek sebesar ini, tapi dijalankan dengan tergesa-gesa. Padahal anggarannya LUAR BIASA, 320 triliun rupiah. Hampir 18% dari total anggaran negara."
"Tapi program ini dijalankan secara nasional, tanpa persiapan yang matang, pengadaan, SOP, dan rantai pasok yang matang. SEMUA BELUM SIAP. SEMUA BERANTAKAN."
Belum lagi, ternyata operasional program ini berbeda dengan yang biasa kita kenal (di Korea, makan siang dimasak di dapur sekolah).
Bukannya dimasak di sekolah, tapi dipesan dari pihak ketiga. Lalu diantar ke masing-masing sekolah.
Indonesia panas, belum lagi dimasak pagi-pagi, membuat kondisi makanan jadi kurang baik. KERACUNAN DI MANA-MANA.
Koresponden KBS di Indonesia:
"Kalau saya tanya warga sekitar, harusnya MBG bukan prioritas, lebih utama kesejahteraan rakyat dan stabilitas harga dibanding menghamburkan uang untuk program ini."
Pemerintah akhirnya menghentikan sementara program ini selama liburan sekolah. Tapi kontroversi terus berlanjut.
Prof. Youngkyung Ko:
"Pemerintah langsung menggelontorkan dana besar-besaran untuk BGN, sampai terus menerus ada dugaan korupsi. Sampai akhirnya petinggi BGN ditangkap Kejaksaan karena korupsi."
"Belum lagi keterlibatan militer di program ini."
"Sejak Prabowo jadi Presiden, tentara boleh menduduki dan menjalankan jabatan sipil."
"Hasilnya, semua koneksi militer berbondong-bondong masuk ke bisnis program MBG ini."
Mahasiswa dan masyarakat pun turun ke jalan khawatir pemerintahan sipil sejak reformasi, akankah kembali ke rezim militer?
Media Askar, Dosen UGM: "DATANGLAH HARI KETIKA..."
Kami, saya pribadi, itu tidak pernah menyangsikan niat program MBG ini.
Hingga akhirnya datanglah hari di mana program itu diluncurkan.
Datanglah hari ketika pimpinan BGN itu dipilih dari ahli serangga.
Datanglah hari ketika pimpinan BGN itu dari polisi dan TNI
Sampai kemudian datanglah hari ketika penunjukan SPPG itu tidak melewati skema pengadaan barang dan jasa yang benar.
Datanglah hari ketika kita kemudian tau SPPG itu dimiliki oleh unsur, entitas yang terafiliasi dengan penguasa.
Datanglah hari kemudian kita tau ada ribuan dapur dimiliki oleh polisi, kemudian TNI, ormas keagamaan, termasuk juga mereka yang terafiliasi dengan partai politik.
Sampai kemudian datanglah hari ketika Pak Prabowo berpidato bahwa polisi dan TNI dilibatkan dalam pemberian Makan Bergizi Gratis.
What's going on here?
Saya menghabiskan belasan tahun meneliti tentang perlindungan sosial di banyak negara.
Saya menyelesaikan S2 dan S3 saya di Inggris.
Tidak ada satu pun negara di seluruh dunia, yang program makan bergizi gratisnya dilakukan oleh aparat keamanan.
Yang belum tau, dia ini dosen Fisipol UGM sekaligus direktur di lembaga riset Celios. Namanya Mas Media. S2 dan S3 dari The University of Manchester. Omongannya tajem, kritis, dan selalu based on data. Tentu tidak disukai kaum-kaum boikot UI dan UGM.
Melihat video bagaimana menstruasi terjadi ini harusnya bisa membuat kita lebih menghargai perempuan.
Menstruasi bukan โcuma keluar darahโ.
Bagi jutaan perempuan di dunia, termasuk di Indonesia, setiap bulan adalah perjuangan dengan berbagai keluhan seperti kram perut, punggung pegal, kepala pusing, payudara nyeri, hingga mood berantakan karena hormon. Bahkan pada perempuan dengan endometriosis, mioma, atau PCOS, nyeri dan perdarahan menstruasinya bisa lebih berat.
Untuk para perempuan, kalian hebat banget!
Kalian tetap bangun pagi, tetap kerja, tetap tersenyum, tetap mengurus keluarga, meski di dalam tubuh sedang โperangโ.
Terima kasih karena telah kuat.
Tapi rasanya beberapa tahun belakangan ini Kampanye Air Susu Ibu (ASI) ini udah semakin kalah telak dengan Kampanye Susu Formula (Sufor). Padahal masih ingat dulu waktu kecil, bahkan ada iklan khusus dari Depkes (skg Kemenkes) di TV Nasional tentang pentingnya ASI bagi bayi. Bahkan gak sedikit, poster-poster kesehatan yang nampilin gambar perempuan yg lagi menyusui anaknya, tanpa sensor pula.
Di suatu desa di wilayah kami, bahkan pernah ada yang nyeletuk
"wah anakmu bagus yah, mau dikasi sufor, kalau anakku gak mau, maunya nyusu terus di ibunya"
Udah kebalikk ๐ญ