Indonesia nih ekonominya aneh, iya gw bisa kuliah tapi gw gak akan bisa ngeluar uang gw buat apa-apa selain makan sebulan (itupun 70% makan mie). Adek gw sekolah tapi bayar listrik dan air jadi susah. Rumah banyak yang rusak tapi gak bisa di perbaiki karena nanti gak makan—
This is why travelling IS political and I wish more people would realize it. Wdym an outsider cuma perlu 2/3 minggu untuk menjelajahi setengah negara ini, meanwhile we as a local who was born and raised here, probably won't even have that chance.
Kalau keperawanan menandakan kesetiaan perempuan, harusnya perempuan perawan usia 30+ dihormati dan disembah di dalam masyarakat bukan diolok olok gak laku.
si r*za arab cheated on his ex-wife with her best friend sampai HS, tapi sanksi sosialnya nggak segede j*le, ar*winda, dll. orang-orang masih aja nge-hype dia, even as a joke 😅😅
Karena kamu gatau struggle nya orang yang ditanyai. "Kapan lulus" while they're barely surviving college, "kapan nikah" when they're desperate to find love. You could've asked "gimana kabarnya? Lagi sibuk apa?" Lebih berbobot and shows that you actually CARE about that person.
Sadly bisa ganti pembalut 2-3 jam sekali (heavy flow) itu previllage. Ada beberapa yang cuma bisa beli ngepas,gak ada tempat atau gk sempet. Terus beberapa laki kalo liat pemrempuan di umum mensnya bocor malah bilang "Kok bisa sampe bocor gitu? Jorok amat" kesannya kek dosa bet
Cape banget ya tuhan, kapan ya hubungan pertemanan gw bisa langgeng di masa adulting ini? Cape banget jujur, udah cape ama keadaan finansial, keluarga, di pertemanan juga gini fak
Sorry sorry to say... Bro bukan hanya gagal jadi pemimpin negara tapi juga gagal menjadi manusia.
Seseorang yang empatinya udah mati tuh orang yang paling bahaya, karena jangankan bisa memahami kondisi orang lain, untuk sadar tindakannya menyakiti aja nggak akan mampu.