rasa sedih sebelum haid itu adalah rasa sedih paling tergajelas yang cuma dimiliki sama cewe. serba dramatis, berasa gak disayang sedunia, dikit-dikit nangis, apa aja ditangisin bjir 😩😭🙏🏻
pas aku bilang “aku udah pasrah, sekarang ga nikah juga gapapa.”
i lied, i’ve been always wanted to get married. i’ve been always dreamed of being a mom, a good wife, someone my children would be proud to call their home. i dreamed of a small little family, a quiet life filled with love.
maybe that’s why i still believe in fairytales. because deep down, i’m still hoping my happy ending is out there, making it’s way for me.
Sumpah, aku suka banget sama kata-kata Shin Min-ah tentang hubungan dan pernikahan. Banyak yang bikin mikir dan ngena banget💗😔
Ini dia beberapa kata-katanya yang paling aku suka:
"Menurutku semakin telat menikah, semakin bagus"
"Kenapa?"
"Bukannya lebih baik, kalau mengenal banyak orang (pacaran) dulu? perbanyak waktu untuk melihat dirimu sendiri, waktu untuk bisa introspeksi diri sebelum kamu menikah. Sambil pacaran, saat bersama orang ini, kamu punya cukup waktu untuk memikirkan dirimu."
"Tapi sebenarnya... diri kita sendiri tahu, Iho?"
"Tahu soal apa?"
"Tahu kalau dia bukan orang yang akan menikah denganku tapi kita cuma menyangkalnya saja karena sudah terlalu suka"
"Nggak harus soal pernikahan. Di hubungan pertemanan biasa pun ada teman yang asyik banget, tapi entah kenapa perasaannya seperti... seperti nggak nyaman. Diri kita sendiri sebenarnya tahu, kalau itu hubungan yang nggak sehat. Jadi harus berhati-hati dengan rasa asyiknya tentang hubungan antar manusia"
Kenapa banyak wanita yang akhirnya menyesal setelah menikah?
Dari podcast ini gue belajar
Jangan menikah dengan orang yang tidak bisa bertanggung jawab atas dirinya sendiri.
Apalagi kalau sampai menjadikan pasangan sebagai tempat pelampiasan emosi.
Jangan juga memaksa orang untuk selalu mengerti kamu.
Karena setiap orang punya latar belakang yang berbeda, dengan kapasitas penerimaan yang berbeda juga.
Lebih baik belajar untuk improve diri, memperbaiki ketidakcocokan yang ada.
Menikahlah ketika kamu sudah benar-benar “siap” dari sisi psikologis, spiritual, dan emosional.
kunci hubungan itu adalah saling pengertian, baru kemudian komunikasi.
Respect dan memahami sudut pandang satu sama lain itu penting.
Perempuan juga perlu punya kekuatan untuk berkata “TIDAK”
dan berdaulat atas dirinya sendiri.
Ternyata usia 30++ itu bukan tua.
Justru itu awal dari kehidupan yang sebenarnya dimulai.
Menikah atau tidak menikah bukan jaminan seseorang akan bahagia.
Karena menikah itu adalah pilihan hidup.
Dan pernikahan bukan sesuatu yang cocok untuk semua orang.
Nemu kata-kata cakep di instagram
Katanya :
"Tubuhmu yang kau ajak berjuang setiap hari, tidak pantas untuk disia-siakan orang lain.
Jadi, pilihlah manusia yang memilihmu".
Gw punya temen yang kalau libur panjang atau weekend dia menghilang total.
Bukan pergi ke mana-mana.
Tapi literally tidak kemana-mana.
Di kos.
Sendiri.
Kasur + Netflix+ GoFood Dan jadi combo hibernasi buat dia.
Tidak ada interaksi sama siapa pun.
Tidak ada chat yang dibalas kecuali yang penting. Tidak ada nongkrong.
Tidak ada janjian.
Bahkan untuk makan dia tidak mau kelur GoFood saja supaya tidak perlu ketemu orang.
Gw tanya lu tidak kesepian?
Dia bilang tidak.
Ini justru yang gw tunggu-tunggu seharian kerja.
Dan gw mulai paham.
Dia bukan pendiam.
Di kantor dia normal.
Diajak ngobrol nyambung.
Diajak nongkrong mau.
Tidak ada yang curiga dia tipe yang suka menyendiri.
Tapi ternyata semua interaksi sosial itu buat dia ada harganya.
Setiap meeting.
Setiap small talk di pantry.
Setiap zoom call.
Setiap 'eh lu sudah makan belum' dari rekan kerja itu semua menguras energi dia secara diam-diam.
Dan weekend adalah waktu dia bayar semua utang energi itu kembali.
Kata dia kalau Senin gw belum rebahan cukup di weekend, gw masuk kantor pasti susah fokus.
Ini yang psikologi menyebutnya introvert bukan dalam artian pemalu atau antisosial.
Tapi orang yang recharge energinya bukan dari keramaian tapi justru dari kesendirian.
Dan yang menarik dia tidak merasa ada yang salah dengan dirinya.
Tidak merasa harus diperbaiki.
Tidak merasa harus dipaksa lebih sosial.
Dia tahu persis cara kerjanya sendiri dan dia desain hidupnya sesuai itu.
Gw rasa banyak orang yang sebenarnya sama kayak dia tapi selama ini merasa bersalah karena tidak mau keluar di weekend.
Merasa ada yang aneh karena lebih pilih kasur daripada cafe.
Tidak ada yang aneh.
Lu mungkin cuma belum sadar bahwa diam itu bukan kesepian.
Kadang itu justru cara paling efisien untuk jadi manusia yang berfungsi normal keesokan harinya.
Gak semua nomor WA wajib disimpan.
Gak semua story wajib kita lihat.
Gak semua orang harus punya akses ke ruang pribadi kita.
Inilah seni hidup dewasa.