Mas Roy, @KRMTRoySuryo2
Tinggal kita berdua sekarang berdiri di garis ini.
Bukan karena yang lain tidak peduli, tapi karena tidak semua kuat menahan beban yang sama.
Ancaman semakin nyata.
Tekanan datang dari segala arah.
Menghimpit hingga terasa habis nafas.
Kadang bukan hanya tentang apa yang kita hadapi di luar, tapi juga pergulatan di dalam diri, lelah, ragu, bahkan rasa sepi yang tak terjelaskan.
Tapi kita tahu satu hal yang tidak boleh runtuh:
kebenaran itu sendiri.
Perjalanan ini tidak pernah mudah.
Dan mungkin memang bukan untuk semua orang.
Hanya untuk mereka yang bersedia tetap berdiri, bahkan ketika banyak orang memilih berpaling dan meninggalkan medan ini.
Kalau hari ini terasa semakin berat, itu bukan tanda kita harus berhenti.
Itu tanda bahwa apa yang kita buka, semakin dekat ke inti.
Mas Roy,
kalau suatu saat langkah terasa goyah, ingatlah,
kita tidak pernah benar-benar berdua.
Ada sejarah yang mencatat,
ada nurani yang menyaksikan,
dan Gusti Allah boten nate sare.
Selama niat ini lurus,
selama kita tidak menjual kebenaran,
maka kita tidak sedang dibuat kalah,
kita sedang ditempa.
Dan bila harus berjalan sampai ujung,
maka biarlah kita dikenal bukan karena kemenangan,
tetapi karena kita tidak pernah mundur.
Karena pada akhirnya,
kebenaran tidak butuh banyak orang.
Ia hanya butuh sedikit tetapi yang tidak menyerah.
Dan semoga yang sedikit itu kita.
😢
KHUTBAH JUM'AT TERPENDEK DI GAZA.
Cuma beberapa detik, tapi pesannya bikin hati langsung dingin.
Di tengah keterbatasan dan ancaman, krisis pangan ekstrim, khutbah Jumat singkat ini justru terasa paling dalam maknanya.
Tak panjang, tak bertele-tele-hanya pengingat sederhana yang bikin kita mikir ulang tentang hidup, iman, dan rasa syukur hari ini.
Newborn babies are freezing to death in Gaza because Israel is blocking the delivery of shelter and preventing reconstruction efforts after carpet bombing the enclave for two years.
A 12-day-old baby named Haitham Abu Qass died of exposure to extreme cold on Tuesday, Gaza’s health ministry said, bringing the total number of infants known to have succumbed to hypothermia this winter to 11.
On 21 January, three-month-old Ali Abu Zour, whose family were sleeping in a tent, died of hypothermia despite being taken to hospital to treat his symptoms.
In December 2024, Jumaa Al-Batran (pictured) was among at least six babies to die of hypothermia in a two-week period.
Israel has destroyed more than 83% of buildings in Gaza as part of its genocidal war, leaving around 1.5 million people to sleep in tents or makeshift shelters in temperatures as low as 6C.
Israel’s government, which illegally controls all access points to Gaza, has refused to allow in caravans, temporary housing or building materials while also blocking large amounts of medical and food aid in violation of a so-called ceasefire agreement it signed with Hamas in October.
It has also continued committing near-daily massacres, killing at least 488 people – including over 100 children – and injuring at least 1,350.
Israeli forces have now slaughtered over 71,000 people in Gaza since October 2023, though the true number of deaths is feared to be far higher. The official toll only includes confirmed direct deaths from bombings and shootings and does not account for indirect deaths, such as those caused by disease. It also does not count people whose bodies are still under the rubble.
Last month, some 65,000 households in the strip were affected by the severe winter storms, according to the UN Office for the Coordination of Humanitarian Affairs (OCHA).
“Tents were blown away or damaged, homes collapsed under storm conditions, and personal belongings were soaked,” the office said.
Fyi, tanggal 18 Januari di forum Rakernas I Gerakan Rakyat 2026, Ormas Gerakan Rakyat resmi mendirikan partai loh!
Boleeh dong difollow dulu akun partainya @ppgerakanrakyat hehehe
Sekilas aku pikir ini Acara PKS soalnya identik warna Orange ternyata tidak.
Ini acaranya Partai Gerakan Rakyat, partai nya pak Anies Baswedan.
Udah ramai saja ini partai, padahal baru berdiri, KEREN seh... 👍🤗