27 April 2026: 16 perempuan tewas di gerbong KRL Bekasi Timur.
28 April: Presiden turun langsung ke RS, umuman di depan kamera: Rp 4 triliun untuk perbaiki 1.800 perlintasan kereta.
Juni 2026 di rapat DPR ,
Kemenkeu:
"Sampai sekarang saya belum terima masukan yang jelas dari Perhubungan."
Perhubungan:
"Sudah kirim ke BAPPENAS dan Kemenkeu."
Kemenkeu: "Kalau kata staf saya, untuk tahun depan. Belum bisa jawab sekarang."
Rp 4 triliun diumumkan di depan kamera dalam 24 jam.
Tapi 2 bulan kemudian antar-kementerian masih saling lempar "belum terima".
16 nyawa menunggu janji itu jadi kenyataan. Atau minimal jadi dokumen.
Di Amerika, harga buku hanya setara satu jam kerja. Upah minimum di sana sekitar $15/jam, sedangkan harga buku $15-20. Artinya mereka bisa membeli satu buku hanya dengan 1 jam kerja, seperti halnya kita membeli es teh jumbo di pinggir jalan.
Di Jepang, satu buku juga bisa dibeli dengan satu jam kerja. Upah minimum disana sekitar ¥1000-1200/jam. Harga buku ¥900-1300.
Di Jerman, satu buku = satu makan siang. Hanya dengan 2 jam kerja.
Di Inggris, satu buku bisa dibeli hanya dengan setengah jam kerja. Buku bukan jadi barang yang harus ditimbang antara 'beli atau tidak' buku sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari seperti roti.
Di Norwegia, negara ikut menanggung harga buku, negara hadir memberikan subsidi dan distribusi yang merata, karena mereka percaya: bangsa yang cerdas dimulai dari buku yang mudah disentuh.
Di Malaysia. Buku masih bisa dijangkau hanya dengan 2 jam kerja.
Singapura. Satu buku bisa dibeli dari sisa makan siang.
aku setuju sama trend “love should be fun” karna kita butuh laki-laki pinter yang bisa lebih dominan, laki-laki yang bisa ngasih penjelasan logis tentang overthingking kita, laki-laki sabar, yang gaa insecure, gaa banyak kode tapi action, gaa banyak janji tapi bukti, dan bisa bikin kita nurut tanpa ngatur-ngatur.
a woman with a man like that will always be happy🥹🩷
Emak2 di Buleleng seneng: belanja jadi hemat pas MBG libur.
Ayam Rp 40.000 jadi Rp 35.000.
Cabai merah dari Rp 59.000 anjlok ke Rp 35.000. Telur turun. Ikan turun.
Mendag sendiri udah konfirmasi kemarin: ini gara-gara permintaan MBG hilang, makanya harga jeblok karena oversupply.
Jadi sekarang kita punya dua fakta yang harus dipegang bareng.
Satu: pas MBG jalan, harga pangan di pasar lebih MAHAL buat ibu rumah tangga biasa.
Dua: pas MBG libur, justru "belanja lebih hemat."
Logikanya: kalau satu program pemerintah yang nyerap bahan pangan gede-gedean bikin harga di pasar umum naik buat masyarakat yang BUKAN penerima MBG, itu artinya programnya bukan cuma soal kasih makan anak sekolah gratis.
Itu juga ngubah harga pasar buat semua orang, termasuk yang gak dapet manfaatnya sama sekali.
Anak sekolah dikasih gizi gratis itu bagus.
Tapi kalau efeknya bikin emak-emak yang belanja sendiri di pasar harus bayar lebih mahal demi nyubsidi program yang dia sendiri gak nikmatin, itu siapa yang sebenarnya lagi "disubsidi" di sini?
Programnya buat rakyat, tapi kenapa rakyat yang di luar program ini yang nanggung biayanya?
🤔
Efek MBG libur ke harga bahan pokok :
- Telur biasanya 30k, tembus sampai 21k
- Sawi ijo biasanya 10k jadi 2k per kg
- Labu siam 2k perkilo
- Ayam biasanya 40k, bisa jadi 30k
- Cabe SETAN 100K jadi 35k
- Brokoli 14k perkilo
- Bawang merah sempat naik 80k jadi 33k sekilo
Kalo sudah sebanyak ini manfaar MBG libur,
Apa gak sebaiknya MBG di stop aja guys?
The bitter truth is, ternyata perempuan cuma dilihat dari kemarahannya, tapi saat menerima segalanya, toleransinya, maafnya, maklumnya, dan mengertinya enggak terlihat sama sekali.
Dan kebanyakan cuma fokus pada reaksinya, karena di mata sebagian laki-laki, perempuan hanya manusia egois, berisik, dan suka membesar-besarkan masalah. 🥹
A Scottish fan chanted, "Free Palestine."
"I was a nurse in Gaza. I volunteered in Gaza. I’ve seen what happens. There is a genocide. Free Palestine."
She's a hero.
pelayanan bus jaya aku naik dari mojokerto ke kertosono(bra'an) asli jengkelin banget. pulang kerja naik ni bus karena ya adanya yg lewat disitu itu. mjk-kts bayar cuma 12rb aku cuma bawa duit 50rb utuh, gila rek kondekture gak ramah blas isone aku disuruh cari ijolan duit
gontok banget ngomonge "gak enek duit gede, duit cilik wae. lek gak gelem bayar yowes karepmu" ya kan dia yang aku bayarin ya. harusnya yg nyari tuker duit dia. lah gue di marah marahin. anjir emang nih. plat nomernya AE 7622 UT. kondektur kok modelane kek preman
Oki Rengga dalam postingan terbarunya di Threads:
"Barusan liat Video pak Prabowo ngomong, hanya di Indonesia Polisi ngurus pertanian, Tentaranya sering ada di Sawah, Angkatan Laut tanam kedelai, Angkatan udara tanam tebu, ya memang cuma di Indonesia pak, karena di negara lain, tugas mereka semua bukan bercocok tanam pak, mereka kan bukan petani, terus kalau mereka yang ngurus? petani ngurus apa? masak petani harus jadi pelukis pasir."
Banyak dari kita yang sering terjebak dalam lingkaran setan dalam hubungan tanpa disadari.
Polanya biasanya gini:
Pas wanita mulai kehilangan rasa hormat ke pasangan, si pria bakal ngerasa cintanya makin memudar. Nah, pas dia mulai menarik diri dan menjauh, si wanita malah makin gak respek lagi sama dia.
Akhirnya? Siklusnya muter terus begitu sampai pusing sendiri, kecuali... ada salah satu yang mau mengalah dan memutus siklusnya.
Padahal, bagi banyak pria, dihormati itu kebutuhan emosional yang mendasar banget.
Jadi, kebiasaan-kebiasaan kecil yang kadang dianggap sepele, seperti:
- merendahkan dia,
- curhat colongan soal kejelekannya ke teman,
- mempermalukannya di depan umum,
- terus-terusan mengungkit kekurangannya
itu sebenarnya perlahan-lahan lagi ngerusak fondasi hubungan.
Ujung-ujungnya, hubungan yang sehat itu kan soal take and give, alias timbal balik.
Kalau kita pengen dicintai, ya belajar buat menghargai dia duluan. Begitu juga sebaliknya, kalau mau dihargai, ya belajarlah buat mencintai.
Gak susah kan praktekkan begitu?