Seorang pemimpin dinilai dari pilihan kebijakan dan tindakannya.
Utk mempertahankan kekuasaan Orde Baru, jendral Prabowo, di puncak kekuasannya, menculik sejumlah aktivis.
Secara moral dia cacat. Secara hukum dia salah, maka dia dipecat. Secara politis dia melakukan sesuatu yg sia-sia. Ternyata Orde Baru jatuh juga, dgn nama buruk karena penculikan itu.
Dengan rekam jejak spt itu, bagi saya ia tak meyakinkan akan mampu memimpin Indonesia jadi negeri yg maju — apalagi jika “maju” berarti adil dan beradab.