Orang tolol satu ini malah minta tim Ombudsman yang sidak ke Lapas Cibinong untuk dipecat π
Betul-betul anomali. Sepak terjangnya selalu berlawanan dengan akal sehat manusia.
Sebegitu ngebetnya dapat jabatan kah, wahai jelmaan setan?
Ahahaha...
Udh berasa paling paham & hebat loh pdhl mas..
Knp dibongkar smua?
Kan jd ketahuan, mbaknya ga tau apa2...
Cm tau hrs bagus2in pemerintah Prabowo
(Digaji buat itu) π₯±
Ga malu gitu mbak, udh ndakik2 ternyata gada apa2nya?
Kebayang sih beratnya jd "penjaga sekaligus penjilat" π
Mahalan MBG 1 tahun, ketimbang Pemilu 5 tahun. Sama pakar aja berani, apalagi cuma guru guru didaerah.
Mau terus terusan dikasih makan MBG + janji palsu setiap tahun?
A. YANI: SETAN PEMBANTAI YANG DIBERI GELAR PAHLAWAN.
DULU MEMBANTAI RAKYAT MINANG SETELAHNYA BELIAU KENA KARMA DIBANTAI PKI.
TRAGEDI JAM GADANG: 187 NYAWA MELAYANG, LUKA SEJARAH YANG TAK BOLEH DILUPAKAN.
π Bukittinggi, Sumatera Barat
π―οΈ Konflik PRRI, 1958
Jam Gadang hari ini dikenal sebagai ikon kebanggaan masyarakat Minangkabau. Namun, di balik kemegahannya, tersimpan kisah kelam yang menjadi luka dalam sejarah Sumatera Barat.
Di tengah operasi militer untuk PRRI, ratusan pria digiring tentara ke kawasan sekitar Jam Gadang. Menurut catatan yang dirujuk dari surat kabar Singgalang edisi 20 Januari 2000, sekitar 187 orang tak bersalah tewas ditembak.
Dari jumlah itu, hanya sekitar 17 orang yang disebut teridentifikasi sebagai anggota PRRI. Selebihnya dilaporkan merupakan warga sipil, termasuk petani, pedagang, dan pelajar.
Bayangkan, orang-orang yang seharusnya bisa menjalani kehidupan biasa justru terseret ke dalam pusaran konflik bersenjata.
Menurut kesaksian yang dihimpun Historia, Sutan Iskandar masih berusia 12 tahun ketika menyaksikan tentara menggiring kelompok-kelompok pria ke sekitar Jam Gadang. Ia juga mendengar rentetan tembakan dari lokasi tersebut.
Di balik angka 187, ada manusia. Ada keluarga. Ada kehidupan yang direnggut.
Peristiwa ini terjadi dalam konteks konflik PRRI, ketika pemerintah pusat melancarkan operasi militer terhadap gerakan tersebut. Namun, apa pun latar belakang konflik politik dan militernya, nasib warga sipil yang menjadi korban tidak boleh dihapus dari ingatan sejarah.
Mengingat tragedi ini bukan berarti membenarkan pemberontakan, juga bukan berarti menutup mata terhadap korban dari pihak lain.
Ini tentang keberanian melihat sejarah secara utuh termasuk kekerasan yang dialami masyarakat sendiri.
Jangan sampai sejarah hanya mencatat siapa yang menang dan siapa yang kalah, sementara penderitaan rakyat biasa justru diletakkan di pinggir cerita.
NEGARA BOLEH MEMILIKI SEJARAH KEMENANGAN.
TAPI RAKYAT JUGA BERHAK MENGINGAT LUKA YANG DITINGGALKAN.
Tragedi Jam Gadang harus terus dibicarakan, diteliti, dan didokumentasikan dengan serius.
Bukan untuk mewariskan dendam kepada generasi berikutnya, melainkan agar kekerasan terhadap warga sipil tidak pernah dianggap sebagai harga yang wajar dari sebuah konflik.
JANGAN HAPUS KORBAN DARI SEJARAH.
JANGAN BIARKAN LUKA RAKYAT MENJADI CATATAN KAKI.
Karena bangsa yang belajar dari sejarah bukan bangsa yang melupakan masa lalunya, melainkan bangsa yang berani mengakui sisi gelapnya.
Baca selengkapnya: https://t.co/9BipTzOGsw
Pendiri Microsoft Bill Gates memperingatkan AI telah menjadi teknologi yang cukup kuat untuk digunakan dalam peristiwa yang dapat menyebabkan kematian hingga 1 miliar orang.
~MS #BillGates#AI#kecerdasanbuatan [20260926122200126]
Postingan ini tdk bermaksud menghina agama apa pun. Ini hanya ttg sikap masyarakat dalam menghargai dan memprioritaskan penggunaan fasilitas umum. Satu pihak memberi jalan bagi ambulans di tengah arak-arakan, sementara pihak lain menggunakan fasilitas umum utk kegiatan keagamaan
Masalah Serempet kecil aja sampai segitu nya sama si bapak nya, kasihan tu si bapak nya.
Bapak nya Baik gitu tidak mau melawan tapi masih saja kalian pukulin.
Yang cewek juga malah ikutan mukul π€
Tidak membenarkan bapaknya juga π
What a privilege it was to return to Mount Temple where our journey first began, 50 years later, and share the stage with the extraordinary young musicians of Music Generation. β€οΈ
Wake Up to Guitar Greatness
Carlos Santana β "Europa" (Live London '76)
Santana first played the melody in 1967 to calm a friend's bad trip, calling it "The Mushroom Lady"; he reworked it with Tom Coster into "Europa."
Innalillahi wa inna ilaihi raji'un...
Terima kasih atas seluruh cinta, dedikasi, dan kepedulian pada keluarga dan bangsa. You'll be loved, forever...π€π₯
#puanmaharani